Laporkan Masalah

Pengaruh program identifikasi tema terhadap pemahaman tema moral anak Sekolah Dasar

SANDJAJA, Soejanto, Promotor Prof.Dr. Masrun, MA

2006 | Disertasi | S3 Psikologi

Ada masalah dalam pendidikan moral di Sekolah Dasar di Indonesia, yaitu pesan moral tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh anak – anak sebab pengajaran moral cenderung bersifat hafalan dan suasana pembelajaran kurang menyenangkan sehingga anak – anak merasa bosan. Saat ini belum jelas apakah perbedaan usia anak dan Program Identifikasi Tema (PIT) yang dimodifikasi dengan pembelajaran eksperiensial, dapat meningkatkan Pemahaman Tema Moral (PTM) anak – anak serta bagaimana pesan moral dalam suatu bacaan dapat dipahami oleh anak, apakah melalui jalur perkembangan skemata bacaan naratif atau skema moral. Tiga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan PTM siswa kelas 3 SD berusia 9,0 – 9,11 tahun, dengan siswa kelas 4 SD berusia 10,0 – 10,11 tahun, dan siswa kelas 5 SD berusia 11,0 – 11,11 tahun; perbedaan PTM antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dan uji model pengaruh PIT terhadap PTM. Penelitian dilakukan dengan metode kuasi eksperimen. Sebagai ubahan tergantung adalah Pemahaman Tema Moral, sedangkan sebagai ubahan bebas adalah Program Identifikasi Tema dan sebagai ubahan moderator adalah usia anak; kemudian sebagai ubahan sertaan adalah kosa kata, kemampuan memahami bacaan, inteligensi dan penalaran moral. Alat pengumpul data menggunakan tes Pemahaman Tema Moral dan inteligensi diukur dengan CPM. Subjek penelitian adalah siswa kelas tiga yang berusia 9,0 – 9,11 tahun; kelas empat yang berusia 10,0 – 10,11 tahun dan kelas lima yang berusia 11,0 – 11,11 tahun di SD Marsudirini di Kabupaten dan Kodya Semarang. Kelas eksperimen dan kontrol ditentukan secara random. Jumlah subjek penelitian adalah 420 anak. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan uji model menggunakan model persamaan struktural dengan program Amos 4. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan PTM yang signifikan antara siswa kelas tiga yang berusia 9,0 – 9,11 tahun; kelas empat yang berusia 10,0 – 10,11 tahun dan kelas lima yang berusia 11,0 – 11,11 tahun Ada perbedaan PTM yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Modifikasi PIT dengan pembelajaran eksperiensial dapat menimbulkan suasana pembelajaran moral yang menyenangkan dan mendukung pemahaman pesan moral. Hasil uji model menyatakan bahwa setelah diberi PIT, siswa SD dapat memahami tema moral melalui jalur skema moral, bukan skemata bacaan naratif. Siswa SD juga dapat memahami tema moral walau tanpa diberi PIT melalui jalur skema moral dan sangat didukung oleh inteligensi yang normal.

concerning moral message that can not be understood by students due to use of recognition method. In addition the class management is less interesting for them to follow so that they get bored easily. To the present days, it has not been quite clear how a moral message of a story can be understood by children through the development of narrative reading schemata or moral scheme, and whether the development of moral scheme can be improved with Theme Identification Program (TIP) that modification with experiential learning or not, and also whether the difference of age has an effect on their Moral Theme Comprehension (MTC). These research objectives were aimed at figuring out the differences of the MTC of elementary students in the third grade age 9,0 – 9,11; in the fourth grade age 10,0 – 10,11 and in the fifth grade age 11,0 – 11,11; of the experimental group compared to the control group, and the empirical model of the effect of TIP on MTC. The research was conducted with quasi experiment method. The dependent variable was MTC while vocabulary, reading comprehension, intelligence, and moral judgment were the co-variables and student age as moderator variable. MTC test was used as the instrument for data measurement. Intelligence was measured with Coloured Progressive Matrices (CPM). The subject of the research was student of the third grade age 9,0 – 9,11; in the fourth grade age 10,0 – 10,11 and in the fifth grade age 11,0 – 11,11 from Marsudirini Elementary School in the Municipality and the Region of Semarang. Experiment and control class were selected by random. Total research subject are 420 children. The data was analysed using two ways analysis of variance while structural equation model with soft ware Amos 4.0 for model analyses. The result pointed out that there was no significant difference of MTC from the elementary students of the third grade age 9,0 – 9,11; in the fourth grade age 10,0 – 10,11 and in the fifth grade age 11,0 – 11,11. Yet, there was a significant difference between those of the experimental group and the control group. The model analyses resulted in the fact that after having been through TIP, the elementary students were able to comprehend moral themes through moral scheme and not through narrative reading schemata. They comprehended moral themes even without being given TIP through moral scheme and were very much supported by normal intelligence.

Kata Kunci : Pendidikan Moral,Tema Moral,Anak SD, Moral Theme Comprehension, Moral Scheme, Narrative Reading Schemata, Theme Identification Program


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.