Penerapan Co-management dalam pengelolaan lingkungan menuju pembangunan berkelanjutan di DAS Babon Jawa Tengah
BUDIATI, Lilin, Promotor Prof.Dr. Soekanto Reksohadiprodjo, M.Com
2006 | Disertasi | S3 Ilmu LingkunganPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kelemahan dua pendekatan pengelolaan lingkungan yang selama ini banyak digunakan yakni state -based dan community based, yang belum dapat sepenuhnya menjamin pembangunan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pendekatan co-management dalam pengelolaan lingkungan, mengkaji faktorfaktor yang mempengaruhinya serta mengkaji prinsip dan penerapan comanagement sebagai alternatip pendekatan pengelolaan lingkungan yang dapat mengisi kelemahan pendekatan state-based dan community based menuju terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah experimental research dengan lokasi penelitian di Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon, Semarang, Jawa Tengah. Penerapan co-management ini dilakukan di tiga segmen DAS Babon dengan tiga kegiatan percontohan, yakni penanaman hortikultura di segmen hulu, penanaman pohon jati di segmen tengah, dan penanaman bakau di segmen hilir. Kegiatan percontohan ini dilakukan pada kurun waktu tahun 2002 – 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan co-management memberikan pengaruh positif terhadap indikator-indikator pembangunan berkelanjutan, baik dari aspek sosial, aspek ekologi, dan aspek ekonomi. Penelitian ini membuktikan bahwa faktor-faktor prakondisi yang baik, kondisi dan mekanisme yang baik, dimensi ruang, kesiapan masyarakat, dan faktor manusia berpengaruh terhadap penerapan co-management secara variatif. Faktor prakondisi yang baik merupakan faktor yang dominan dalam penerapan co-management. Disamping itu, penelitian menemukan dua faktor lain yang berpengaruh, yakni peran fasilitator dan budaya. Penelitian ini juga menegaskan bahwa tiga prinsip co-management yang relevan untuk mengarahkan terwujudnya pembangunan berkelanjutan yaitu: kebersamaan atau kesetaraan, sharing atau berbagi, dan trust atau kepercayaan. Di DAS Babon, penerapan ketiga prinsip tersebut dapat menjamin keberlanjutan program yang ditunjukkan oleh 6 (enam) hal positif. Enam hal positif tersebut adalah: (1) peningkatan dan pemahaman stakeholders terhadap permasalahan lingkungan; (2) peningkatan kepercayaan antar stakeholders; (3) keyakinan stakeholders untuk melakukan kerjasama; (4) pengembangan kapasitas stakeholders; (5) pembentukan jaringan komunikasi dan mekanisme kegiatan; serta (6) manfaat yang dirasakan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa apabila prinsip-prinsip comanagement diterapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah diuraikan di atas, dapat mengarah pada terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan replikasi pendekatan comanagement untuk pengelolaan lingkungan yang lebih luas, dengan syarat adanya dukungan kebijakan, peraturan, penyusunan petunjuk pelaksanaan, dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusianya
The research concerns on the weaknesses of the existing-two environmental management model commonly applied in Indonesia, the state-based and the community-based. The two models were accused as having failures to achieve the idea of sustainable development. The objectives of the research is to apply a co-management approach, an approach that is believed to be an alternative to the existing two models for achieving sustainable development. The research utilized “experimental research,†whereby Babon watershed in Semarang, Central Jawa, was chosen as the location of the study. In this area, co-management approach was introduced in three pilot projects, horticulture planting in the upper-stream, teakwood planting in the middle-stream, and mangrove planting in the down -stream of the river. All three pilot projects were conducted from 2002 to 2003. The research finds that the implementation of the co-management approach brought some positive impacts on the sustainability of the area, both in terms of socio, ecology, and economic indicators. The three pilot projects conducted in Babon watershed proved that five factors were significantly determine the effective implementation of co-management. These five factors are: good pre-condition, better communication among stakeholders, spatial dimension, people’s willingness, and human factors. Among these five factors, the research also finds that good pre-condition, was tended to be the dominant factor determine the success of co-management. Besides, the research also found two other factors determine the application of comanagement: the facilitator and cultural factor. Further, the research confirms that three principles are crucial in applying co-management: togetherness or equality, sharing, and trust. The application of such principles in Babon watershed could bring positive impact to the sustainability of the area. In this regards, there are 6 (six) positive indications, namely: (1) the improvement of stakeholders knowledge on environmental issues in the area; (2) the enhancement of “trust†among stakeholders; (3) the increasing commitment among stakeholders for further collaboration; (4) the increasing capacity of stakeholders; (5) the establishment of communication networks and collaborative mechanism; and (6) the benefit sharing among stakeholders. This research concludes that if applied carefully, the co-management principles have the potentials to achieve sustainable development. The research recommends further application of co-management approach and principles in environmental management in Indonesia. Such applications required policy reform, detail application guideline, and human resource development.
Kata Kunci : Pengelolaan Lingkungan,Pembangunan Berkelanjutan,Manajemen, sustainable development, environmental management, comanagement,