Laporkan Masalah

Analisis pengaruh set kesempatan investasi, manajemen laba, leverage dan dividen terhadap hubungan antara aliran kas bebas dan nilai pemegang saham

YUDIANTI, Fr. Ninik, Promotor Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA

2005 | Disertasi | S3 Akuntansi

Penelitian ini menguji hubungan aliran kas bebas dan nilai pemegang saham dengan mempertimbangkan faktor kontekstual set kesempatan investasi, manajemen laba, leverage, dan dividen sebagai variabel pemoderasi. Secara lebih spesifik penelitian ini menguji apakah masing-masing variabel pemoderasi atau kombinasi beberapa diantaranya mempengaruhi hubungan aliran kas bebas dengan nilai pemegang saham. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang menyediakan data keuangan berturut-turut dari tahun 1994-2002. Analisis data menggunakan perioda 1995-2002. Sampel dibagi menjadi kelompok sampel dengan aliran kas bebas positif dan aliran kas bebas negatif karena terdapat perbedaan landasan teori diantara keduanya. Teori yang melandasi aliran kas bebas positif adalah teori keagenan aliran kas bebas dari Jensen (1986), sedangkan teori yang melandasi aliran kas bebas negatif adalah teori keagenan masalah kontrak utang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aliran kas bebas positif dapat dipakai sebagai determinan nilai pemegang saham dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual set kesempatan investasi, manajemen laba, leverage, dan dividen. Set kesempatan investasi yang tinggi akan memperkuat hubungan aliran kas bebas dengan nilai pemegang saham; manajemen laba yang tinggi (menaikkan maupun menurunkan) akan memperlemah hubungan aliran kas bebas dengan nilai pemegang saham; peningkatan utang akan memperkuat hubungan aliran kas bebas dengan nilai pemegang saham dan kebijakan pendistribusian dividen juga memperkuat hubungan aliran kas bebas dengan nilai pemegang saham. Sebaliknya untuk kelompok sampel aliran kas bebas negatif pada umumnya menunjukkan hasil yang secara statistis tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan informasi yang ada pada aliran kas bebas memiliki makna yang berbeda untuk kelompok aliran kas bebas positif dan negatif. Aliran kas bebas positif pada umumnya dinilai secara konsisten oleh para pengguna laporan keuangan sebagai suatu nilai yang menggambarkan keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan, sebaliknya aliran kas bebas negatif dinilai secara beragam. Para pengguna informasi keuangan belum mampu membedakan makna aliran kas bebas negatif yang disebabkan karena eksploitasi investasi yang tidak menguntungkan di satu pihak, dengan aliran kas bebas negatif yang terjadi akibat investasi perusahaan yang sedang bertumbuh sehingga reaksi mereka atas informasi aliran kas bebas negatif menjadi beragam.

This study examines the relationship between free cash flow and shareholder value moderated by contextual variables such as investment opportunity set, earnings management, leverage, and dividend. Specifically, this study examines whether each moderated variable or the interaction some of them influence the relationship between free cash flow and shareholder value. The sample in this study is non financial companies listed in Jakarta Stock Exchange that providing annual financial reporting from 1994 through 2002 consecutively. Analysis data on this study are based on data in 1995-2002. This sample is separated into positive free cash flow and negative free cash flow because there is a dissimilar in theoretical background. Positive free cash flow is based on agency theory of free cash flow proposed by Jensen (1986) whereas negative free cash flow is based on agency theory of debt. The result shows that positive free cash flow can be used as a determinant of shareholder value by considering contextual factors investment opportunity set, earnings management, leverage, and dividend. High investment opportunity set positively moderated the relationship between free cash flow and shareholder value; high earnings management (income increasing or income decreasing) negatively moderated the relationship between free cash flow and shareholder value; high leverage positively moderated the relationship between free cash flow and shareholder value; and distribution dividend policy positively moderated the relationship between free cash flow and shareholder value. On the other hand, the negative free cash flow sample, in general, shows that the result is statistically insignificant. This result shows that information content of negative free cash flow has different meaning compared with positive free cash flow. In most cases, positive free cash flow is consistently valued by external financial reporting users as a value that describe the achievement of management in managing the company whereas negative free cash flow is inconsistently valued by them. External users could not differentiate the information content of negative free cash flow which is caused by exploitation of unprofitable investment (over investing) or information content of negative free cash flow caused by investment in a growth company. Consequently, external user’s reaction to negative free cash flow information is inconsistent.

Kata Kunci : Aliran Kas Bebas,Nilai Pemegang Saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.