Laporkan Masalah

Analisis kinerja akuntansi dan daya menghasilkan kas sebagai tanggapan atas pelanggaran kontrak utang dan restrukturisasi utang pada perusahaan publik di Indonesia

SUTRISNO, Promotor Prof.Dr. Zaki Baridwan, M.Sc.,Ak

2005 | Disertasi | S3 Akuntansi

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja akuntansi dan daya menghasilkan kas sebagai tanggapan atas pelanggaran kontrak utang dan restrukturisasi utang secara berurutan pada perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini mengajukan hipotesis berikut: 1) sebelum mengalami pelanggaran kontrak utang, perusahaan pengatur laba melakukan pengaturan yang menaikkan laba; 2) sebelum mengalami restrukturisasi utang, perusahaan pengatur laba melakukan pengaturan yang menurunkan laba; 3) perusahaan yang mengalami pelanggaran kontrak utang melakukan pengaturan laba lebih besar untuk perioda sebelum mengalami pelanggaran kontrak dibanding dengan setelah mengalami pelanggaran; 4) daya menghasilkan kas perusahaan untuk perioda setelah perusahaan mengalami pelanggaran kontrak utang lebih tinggi dibanding dengan perioda sebelum mengalami pelanggaran; 5) kinerja akuntansi mempunyai kemampuan lebih kuat dibanding dengan daya menghasilkan kas dalam menjelaskan kemungkinan perusahaan mengalami pelanggaran kontrak utang atau tidak mengalami pelanggaran; 6) perusahaan yang mengalami restrukturisasi utang melakukan pengaturan laba lebih besar untuk perioda setelah perusahaan mengalami restrukturisasi dibanding dengan sebelum mengalami restrukturisasi; 7) daya menghasilkan kas perusahaan untuk perioda setelah perusahaan mengalami restrukturisasi utang lebih tinggi dibanding dengan perioda sebelum mengalami restrukturisasi; dan 8) daya menghasilkan kas mempunyai kemampuan lebih kuat dibanding dengan kinerja akuntansi dalam menjelaskan kemungkinan perusahaan mengalami restrukturisasi utang atau tidak mengalami restrukturisasi. Untuk menguji hipotesis tersebut di atas dikembangkan model regresi logistik. Model 1 untuk menguji kemampuan antara kinerja akuntansi dan daya menghasilkan kas dalam menjelaskan kemungkinan perusahaan mengalami pelanggaran kontrak utang atau tidak mengalami pelanggaran. Model 2 untuk menguji kemampuan antara kinerja akuntansi dan daya menghasilkan kas dalam menjelaskan kemungkinan perusahaan mengalami restrukturisasi utang atau tidak mengalami restrukturisasi. Parameter model ditaksir dengan menggunakan data pooling yang terdiri atas 167 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama perioda tahun 1991 sampai dengan tahun 2003. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bukti empiris mendukung semua hipotesis penelitian, kecuali hipotesis bahwa daya menghasilkan kas perusahaan untuk perioda setelah perusahaan mengalami restrukturisasi utang lebih tinggi dibanding dengan perioda sebelum mengalami restrukturisasi; dan hipotesis bahwa daya menghasilkan kas mempunyai kemampuan lebih kuat dibanding dengan kinerja akuntansi dalam menjelaskan kemungkinan perusahaan mengalami restrukturisasi utang atau tidak mengalami restrukturisasi. Temuan empiris atas pengaturan laba untuk perioda sebelum dan setelah perusahaan mengalami pelanggaran kontrak utang dan atau restrukturisasi utang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat peraturan (regulator). Pengungkapan tambahan tentang perekalolaan akuntansi diharapkan dapat meningkatkan transparansi pelaporan keuangan sehingga dapat mencegah informasi yang menyesatkan karena terjadinya praktik pengaturan laba pada perusahaan publik.

The objective of this research is to analyze the accounting performance and cash generating power as a response to debt covenant violation and debt restructuring respectively of the public companies in Indonesia. This research proposed the following hypotheses: 1) before undergoing debt covenant violation, companies earnings managing commits income increasing earnings management; 2) before undergoing debt restructuring, companies earnings managing commits income decreasing earnings management; 3) companies that undergo debt covenant violation, committed bigger earnings management in the period before debt covenant violation than after debt covenant violation; 4) cash generating power in the period after debt covenant violation is higher than that before debt covenant violation; 5) accounting performance has a better capability than cash generating power in explaining the likelihood for the companies to violate debt covenant; 6) companies that undergo debt restructuring, committed bigger earnings management in the period before debt restructuring than after debt restructuring; 7) cash generating power in the period after debt restructuring is higher than that before debt restructuring; and 8) cash generating power has a better capability than accounting performance in explaining the possibilities for the companies to be restructured. Logistic regression models are developed to examine the hypotheses. Difference in capability between accounting performance and cash generating power in explaining the possibilities for the companies to conduct debt covenant violation or not is examined using Model 1. Difference in capability between accounting performance and cash generating power in explaining the possibilities for the companies to conduct debt restructuring or not is examined using Model 2. The parameters are estimated by pooled data, which consist of 167 public companies listed in the Jakarta Stock Exchange for the period of 1991 to 2003. The result of the testing shows that empirical evidence supports all the proposed hypotheses, except hypothesis stating that cash generating power in period after debt restructuring is higher than that before debt restructuring; and cash generating power has a better capability than accounting performance in explaining the possibilities for the companies to be restructured. Empirical finding of earnings management in the period before and after the companies to conduct debt covenant violation and or the companies to conduct debt restructuring will be considered as an input in preparing regulations by regulator. Additional disclosure of the creative accounting practice is expected to increase a transparency of financial statement in order to prevent the emergence of misleading information in earnings management practice by public companies.

Kata Kunci : Kinerja Akuntansi,Kas,Kontrak Utang, accounting performance, cash generating power, debt covenant violation, debt restructuring, earnings management, financial distress, and logit model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.