Laporkan Masalah

Politik mobilisasi dukungan pembangunan industri semen Tuban (1989-1998)

MOCHTAR, Hilmy, Promotor Prof.Dr. Ichlasul Amal, MA

2005 | Disertasi | S3 Ilmu Politik

Tujuan penelitian ini untuk menguji konsep ‘rejim pembangunan’ (Feith, 1978) dengan menjelaskan fenomena politik mobilisasi dalam kasus proyek pembangunan industri semen Tuban di Jawa Timur (1989 – 1998). Penelitian ini mengajukan dua permasalahan pokok. Bagaimana pemerintah membuat kebijakan untuk mewujudkan pembangunan industri semen? Apa yang dilakukan pemerintah untuk mencapai keberhasilan kebijakan tersebut? Secara lebih spesifik, bagaimana pemerintah memobilisasi dukungan rakyat untuk mencapai keberhasilan kebijakan tersebut? Apa strategi yang dipakai memobilisasi dukungan itu? Apa implikasinya terhadap dinamika politik? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk menganalisis data, didasarkan pada penalaran empirik dan teoritik. Secara empirik melibatkan data penelitian berkaitan dengan mobilisasi yang diterapkan oleh pemerintah pada setiap tahap proyek PIST. Secara teoritik, analisis mobilisasi berdasarkan perspektif teori politik. Dalam penelitian ini ditemukan dua model mobilisasi berbeda. Pertama, model mobilisasi yang didominasi oleh kelompok berlatar belakang institusi militer dan institusi birokrasi pemerintah. Penerapan mobilisasi langsung mengakibatkan timbulnya krisis politik dan keresahan sosial. Kedua, model mobilisasi tak langsung yang menggunakan lembaga sosial dan ‘struktur ekonomi’. Penerapan model mobilisasi tak langsung mengakibatkan friksi internal birokrasi pemerintah dan meningkatnya konflik kepentingan antara negara, PIST dan masyarakat. Mobilisasi langsung dan mobilisasi tak langsung yang diterapkan oleh pemerintah gagal memperoleh dukungan rakyat, kegagalan ini karena pemerintah mengabaikan rakyat dalam pembuatan keputusan dan menggunakan kekerasan dalam implementasi kebijakan.

The objectives of this study to examine the concept of ‘developmentalist regime’ (Feith, 1978). It explains a political mobilization in a case of the project of Tuban cement industry in East Java (1989 – 1998). This study proposes two main problems. How does the government make policy related to the development of Tuban cement industry? What does the government do to achieve its goal? In more specific questions, how does the government mobilize supports for achieving its goals? What strategy does it use to achieve it? What are implications to political dynamics? This inquiry applies qualitative methods. To analyze the data, it uses two main strands to the thesis: empirical and theoritical bases. The first strand involves the political issues and the mobilization applied by the government. The second strand is based on the perspective of political theories . The findings of this inquiry are two models of mobilization. Firstly, a direct mobilization model dominated by the military institution and the government bureaucracy. Application of this model implies political crisis and social instability. Secondly, an indirect mobilization model dominated by the social institutions and ‘economic structure’. Application of this model implies internal bureaucratic friction and escalation of conflict of interest amongs the state, the business (cement industry) and the people. Those two models applied to the people have failed to gain support from the people. This failure is due to the absence of the people in decision making process and coersive policy implementation

Kata Kunci : Politik,Mobilisasi Dukungan,Pembangunan Industri Semen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.