Pengaruh bising dengan gangguan vokal pada Guru Sekolah Dasar
KADRIYAN, Hamsu, Prof.dr. Soepomo Soekardono, Sp.THT-KL(K)
2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit Hidung Telinga dan TenggorokHubungan antara bising dengan gangguan vokal pada guru sekolah dasar Tujuan: Untuk menentukan pengaruh bising jalan raya di sekitar sekolah terhadap timbulnya gangguan vokal pada guru sekolah dasar Hipotesis: bising jalan raya di sekitar sekolah berpengaruh terhadap timbulnya gangguan vokal pada guru sekolah dasar Desain penelitian: Potong lintang analitik Tempat penelitian: Sekolah dasar di wilayah Kotamadya Yogyakarta Populasi dan sampel: Guru sekolah dasar yang mengajar di sekolah yang terpapar bising jalan raya dan tidak terpapar bising jalan raya yang telah mengajar minimal selama 3 bulan, tidak sedang mengalami sakit infeksi saluran nafas, tidak mengalami gangguan pendengaran berat (nilai validitas sosial pendengaran I-II), tidak mengalami kelainan tungkai berat, tetapi tidak tinggal di sekitar jalan raya, jalur kereta api dan jalur take off pesawat. Berdasarkan perhitungan jumlah sampel dengan perbedaan rerata 2 populasi dibutuhkan minimal 52 sampel dari kelompok terpapar bising dan 52 sampel dari kelompok tidak terpapar bising. Penentuan sekolah tempat subyek mengajar yang menjadi sampel penelitian ditentukan secara konsekutif tetapi diusahakan dari beberapa kecamatan di kodya Yogyakarta sampai jumlah sampel minimum yang dibutuhkan terpenuhi. Pengukuran: Tingkat kebisingan sekolah ditentukan berdasarkan rata-rata intensitas bising di seluruh kelas pada sekolah tersebut, diukur pula intensitas suara guru saat mengajar pada jarak 2 meter dari tempatnya berdiri. Faktor risiko yang lain diidentifikasi melalui daftar pertanyaan yang telah disiapkan, sedangkan gangguan vokal diukur berdasarkan skor voice handicap index (VHI) versi bahasa Indonesia yang sebelumnya dilakukan uji reliabilitas. Uji statistik yang digunakan antara lain uji t, X2, uji korelasi dan regresi linier. Hasil: Rerata intensitas bising sekolah yang terletak di pinggir jalan raya diperoleh sebesar 57,2 (SD:3,9) dB sedangkan pada sekolah yang jauh dari jalan raya sebesar 48,3 (SD:2,4) dB dengan intensitas guru masing-masing 64,4 (SD:3,5) dan 57,7 (SD:3,3) dB pada sekolah yang dekat jalan raya dan jauh dari jalan raya. Perbedaan intensitas bising sekolah dan intensitas suara guru pada kedua kelompok secara statistik berbeda bermakna. Skor VHI pada kedua kelompok berbeda secara bermakna (p=0,001) dengan perbandingan 20,9 (SD:13,1) : 11,3 (SD: 10,2). Intensitas bising sekolah, intensitas suara dan jenis kelamin guru berhubungan secara bermakna dengan skor VHI koefisien korelasi masing-masing sebesar 0,47, 0,39 dan 0,19 (p<0,05), sedangkan dari uji regresi linier diperoleh hanya intensitas bising sekolah yang berpengaruh secara bermakna terhadap gangguan vokal berdasarkan skor VHI dengan risiko prevalens sebesar 1,87. Kesimpulan: Intensitas bising sekolah dasar merupakan faktor risiko terhadap timbulnya gangguan vokal pada guru yang mengajar dengan risiko prevalens sebesar 1,87.
Association between noise and vocal disturbance in elementary scholl teacher Objective: To establish the effect of road traffic noise around school to vocal disturbance in elementary school teacher. Hipothesis: Road traffic noise around school as a risk factor that affect vocal disturbance in elementary school teacher. Study design: Analytic cross sectional Study location: elementary schools in Yogyakarta city Population and sample: Teacher who teaching in elementary school with high and low road traffic noise for at least 3 month, doesn’t having respiratory tract infection, the hearing level based on hearing social validity index were level I-II, without severe extremity abnormality and didn’t leave at around road traffic, railway as well as plane take off run way. According to sample size estimation with mean difference between 2 population, at least 52 sample from high road traffic and 52 from low road traffic noise are needed. The schools which were establish as a place of study were determine consecutively; however, some subdistrict in Yogyakarta city region were inlcuded in this study untill adequate sample size collected. Measurement: The school noise level were determined as the mean of all classes noise level, on the other hand, the teacher speech intensity were measure in 2 meter distance from his/her standing position. Another risk factors were identified by filling in the questioner, whereas vocal disturbance were measure by Indonesia language version of voice handicaps index (VHI) which has been performed reliability analysis before used. Statistic analysis were used in this study including t test, X2, correlation analysis and linier regression. Result: The mean of school noise intensity in high road traffic noise were 57,2 (SD:3,9), whereas 48,3 (SD:2,4) in low road traffic noise with speech intensity level consecutively 64,4 (SD:3,5) dB and 57,7 (SD:3,3) dB. The intensity differences were stastically significant in both school noise and speech intensity level between this group. The VHI scores in high road traffic noise group and low road traffic noise were different significantly (p=0,001) with the comparison of 20,9 (SD:13,1):11,3 (SD:10,2). The school noise level, speech intensity level and gender were associated significantly with VHI scores with correlation coeficient consecutively 0,47, 0,39 and 0,19 (p<0,05); however, after linier regression analysis performed, only school noise level as significant risk factors for vocal disturbances as shown by VHI scores with prevalence risk 1,87. Conclusion: School intensity level as a risk factors for vocal disturbance in elementary school teachers with prevalence risk 1,87.
Kata Kunci : Bising,Gangguan Vokal, noise, speech intensity level, vocal disturbance, voice handicap index