Laporkan Masalah

Hubungan antara kepatuhan minum obat pada penderita epilepsi dengan kejadian remisi

HAKIM, Lukman, Prof.Dr.dr. Samekto Wibowo, P.Far.K.,SpFK.,Sp.S(K)

2006 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit Saraf

Latar Relakang: Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologi utama yang paling sering menimbulkan permasalahan medik dan kualitas hidup yang buruk, berpengaruh pada aspek yang luas pada kehidupan penderita, keluarga dan lingkungan sosial, yang memerlukan jangka waktu terapi yang relatif lama, sehingga pemberian informasi yang jelas terhadap penderita dan keluarganya merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan minum obat. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita untuk minum obat anti epilepsi diperlukan untuk penatalaksanaan yang adekuat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari kepatuhan minum obat anti epilepsi dengan kejadian remisi, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita epilepsi. Disain dan tempat: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif, berbasis rumah sakit yang dilakukan sejak Oktober sampai Desember 2005 di Poliklinik Saraf RS Dr. Sardjito, RSU Klaten, RSU Purworejo dan RSU Banyumas. Hasil: Sebanyak 250 pasien epilepsi yang terdiri dari 49,6% laki-laki dan 50,4% perempuan. Pasien epilepsi yang pernah mengalami remisi 6 bulan sebanyak 140 orang (56%), remisi 12 bulan sebanyak 110 orang (44%) dan remisi 24 bulan sebanyak 75 orang (30%). Analisis multivariat menunjukkan faktor prediktor tercapainya remisi adalah jumlah bangkitan sebelum terapi dan kepatuhan minum obat. Penderita epilepsi yang patuh minum obat kemungkinan untuk mencapai remisi 6 bulan (RR = 3,31), remisi 12 bulan (RR = 5,21) dan remisi 24 bulan (RR = 5,21) dibanding dengan mereka yang tidak patuh minum obat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga (RR = 14,22; p < 0,05), dukungan dokter (RR = 13,03; p < 0,05), motivasi yang baik (RR = 10,09; p < 0,05), kontrol secara teratur (RR = 5,46; p < 0,05) dan tidak ada stigma (RR = 5,13; p < 0,05). Simpulan: Penderita epilepsi yang patuh minum obat terbukti mengalami remisi 6 bulan (RR = 3,13), 12 bulan (RR = 5,21) dan 24 bulan (RR = 7,31) terus menerus dibanding dengan mereka yang tidak patuh minum obat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita epilepsi adalah dukungan keluarga, dukungan dokter, motivasi yang baik, kontrol teratur dan tidak ada stigma.

Kata Kunci : Epilepsi,Obat,Remisi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.