Abnormalitas H-Refleks sebagai prediktor nyeri punggung bawah akut menjadi kronis
KELANANINGRUM, Hestyani, dr. H. Ahmad Asmedi, M.Kes.,Sp.S
2006 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit SarafLatar belakang masalah dan tujuan: Nyeri punggung bawah kronis sangat sering terjadi. Identifikasi faktor untuk kronisitas dan disabilitas diperlukan untuk penatalaksanaan yang adekut, dan bisa juga bermanfaat untuk merencanakan terapi. Radikulopati merupakan salah satu faktor prediktor nyeri punggung bawah kronis yang penting, disamping faktor-faktor prediktor yang lain. H-refleks merupakan kriteria diagnostik yang penting untuk radikulopati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara abnormalitas H-refleks dengan risiko nyeri punggung bawah kronis. Desain dan tempat: Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif yang melibatkan 124 penderita nyeri punggung bawah akut yang datang ke Poliklinik Elektromedik RS.Dr. Sardjito, Jogyakarta. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2005 – Juni 2006. Hasil: Sebanyak 124 subjek yang berusia 20-60 tahun dianalisa menggunakan analisis univariat didapatkan 6 variabel yang bermakna yaitu umur RR: 2,361 (95% CI 1,476- 3,775), depresi RR: 2,184 (95% CI 1,656-2,881), merokok RR: 1,848 (95% CI 1,252- 2,728), lama jam kerja RR: 1,755 (95% CI 1,218-2,530), riwayat NPB kronis sebelumnya RR 3,181 (95% CI 2,077-4,870) dan H-Refleks RR 7,286 (95% CI 3,592-14,778). Setelah dilakukan analisis multivariat stepwise logistik regresi, ditemukan abnormalitas H-refleks merupakan prediktor independen (RR: 2,395, 95% CI: 1,196-4,793) untuk terjadinya nyeri punggung bawah kronis. Simpulan: Abnormalitas H-refleks merupakan faktor prediktor independen terhadap terjadinya nyeri punggung bawah kronis.
Background and Purpose: Chronic low back pain is frequently happened. Identification factors for chronicity and dissability needed for adequate management. Radiculophaty is one of predictors of chronic low back pain. H-reflex used as important diagnostic criteria for radiculophaty. The purpose of this study is to determine the correlation between Hreflex abnormality and risk chronic low back pain. Design and Setting: A cohort prospective study was conducted between August, 2005 and june, 2006. One hundred and twenty four subject with acute low back pain who came to Electromedic Clinic, Sardjito Hospital, Jogyakarta, were identified. Result: One hundred and twenty four subject aged 20-60 years were analyzed using univariate analysis. There are 6 significantly variables: age RR: 0,424 (95% CI 0,265- 0,677), depression RR: 2,184 (95% CI 1,656-2,881), smoking RR: 1,848 (95% CI 1,252-2,728), hours in work RR: 0,570 (95% CI 0,395-0,821), history of chronic low back pain RR 3,181 (95% CI 2,077-4,870) and H-Reflex RR 7,286 (95% CI 3,592- 14,778). After multivariate stepwise logistic regression, H-reflex abnormality is an independent predictor (RR: 2,395, 95% CI: 1,196-4,793) for chronic low back pain Conclusion: H-reflex abnormality is an independent predictor for chronic low back pain.
Kata Kunci : Nyeri Punggung Bawah Kronis, H-refleks Prediktor, H-reflex- predictor- cohort prospective-chronic- low back pain.