Daya guna kloramfenikol topikal sebelum operasi katarak dalam menurunkan jumlah flora bakteri di konjungtiva
SURA, Judith Evarina Crecenda, dr. A. Nurini Agni, SpM, MKes
2006 | Tesis | PPDS I Penyakit MataTujuan: Mengetahui apakah dengan pemberian tambahan kloramfenikol topikal terhadap povidone iodine 5% dapat menurunkan lebih banyak flora bakteri yang ada di konjungtiva dibanding dengan menggunakan povidone ioide 5% saja. Bahan dan cara: Merupakan studi randomized clinical trial dengan uji tersamar tunggal. Subyek penelitian adalah pasien-pasien yang akan menjalani operasi katarak bebsubsidi dan secara randam dibagi dalam kelompok perlakuan atau kelompok control. Setiap kelompok mendapatkan aplikasi povidone iodine 5% segera sebelum operasi. Pasien-pasien pada kelompok perlakuan mendapatkan kloramfenikol topikal (Cendofenicol 1%) enam kali sehari selam satu hari sebelum operasi. Kultur konjungtiva didapat dari fornix konjungtiva inferior pada dua titik waktu yang berbeda, ditanam pada media agar darah, dan diinkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam. Adanya pertumbuhan bakteri pada kultur ditentukan dan diidentifikasi. Hasil: Terdapat 98 pasien yang ikut serta dalam penelitian ini. Pada kelompok perlakuan didapatkan jumlah bakteri sebelum perlakuan adalah 83,67±85,13 (kisaran 3-289), sesudah perlakuan adalah 1,6±3,82 (kisaran 0-18), dan penuranan angka kuman adalah 82,04±83,60 (98,31%). Kelompok kontrol menunjukkan jumlah bakteri sebelum perlakuan adalah 85,73±85,55 (kisaran 3-300), sesudah perlakuan adalah 4,94±9,63 (kisaran 0-56), dan penurunan angka kuman adalah 80,82±84,05 (93,45%). Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna secara statistik dalam jumlah flora bakteri sebelum perlakuan (p=1,00) dan penurunan angka kuman setelah perlakuan (p=0,943) di antara kedua kelompok. Pada kelompok perlakuan didapatkan 35 (71,4%) sampel yang hasil kulturnya menjadi negatif setelah perlakuan dan ada 27 (55,1%) yang tidak tumbuh kuman pada kultur setelah perlakuan. Ternyata tidak ada perbedaan bermakna secara statistik dalam jumlah sampel yang kulturnya menjadi negatif setelah perlakuan di antara kedua kelompok (p=0,0094). Simpulan: Penggunaan kloramfenikol topikal 1% dengan povidone iodine 5% sebelum operasi katarak secara statistik tidak ada perbedaan bermakna dalam menurunkan jumlah bakteri konjungtiva disbanding dengan yang menggunakan povidone iodine 5% saja.
Purpose: To determine whether topical chloramphenicol in addition to povidone iodine 5% futher reduces the number of bacteria recovered from the conjunctiva compared with povidone iodine 5% alone. Mehods: A randomized clinical trial with single blind masked study. The subject was the patients who were undergoing cataract surgery and randomized to a study group or control group. Each group received application of povidone iodine 5% immediately before surgery. The patients in the study group received topical chloramphenicol (Cendofenicol 1%) six times daily for 1 day before surgery. Conjunctival cultures were obtained from the inferior conjunctival fornix at two separate time points, inoculated onto blood agar media, and incubated at 370 C for 24 hours. The presence of bacterial growth was determined and identified. Results: A total 98 patients participated into the study. In the study group the number of bacteria before treatment was 83,67±85,13 (ranging 3-289), after treatment was 1,6±3,82 (ranging 0-18), and the decrease of bacterial number was 82,04±83,60 (98,31%). The control group revealed the number of bacteria before treatment was 85,73±85,55 (ranging 3-300), after treatment was 4,94±9,63 (ranging 0-56), and the decrease of bacterial number was 80,82±84,05 (93,45%). The study showed that there was no statistically significant difference in the number of bacterial flora before treatment (p=1.00) and the decrease of bacterial number after treatment (p=0.943) between the two groups. In the study group there were 35 (71,4%) samples that became negative culture results after treatment and there were 27 (55,1%) samples in the control group that had no bacterial growth on the plate after treatment. There was no statistically significant difference in number of negative culture results after treatment between the two groups (p=0.094). Conclusion: Instillation topical chloramphenicol 1% combined with application of povidone iodine 5% before cataract surgery had no statistically difference in reducing the number of conjunctival normal flora compared with application of povidone iodine 5% alone.
Kata Kunci : Operasi Katarak, Kloramfenikol, Flora Bakteri, Chloramphenicol 1% - povidone iodine 5% - number of bacterial flora – negative culture.