Keberhasilan operasi metode modifikasi Czermak dengan Merest Sklera Mitomicin C intraoperatif pada Pterigium Primer
KATHMANSYAH, Prof.Dr. Suhardjo, SU.,SpM(K)
2005 | Tesis | PPDS I Penyakit MataLatar belakang: Kekambuhan pterigium merupakan masalah bedah yang signifikan. Aplikasi mitomisin C , suatu metode yang telah dilakukan selama ini dapat menyebabkan komplikasi yang nyata dan angka kekambuhan yang tinggi. Metode modifikasi Czermark-mitomisin C intraoperatif sebagai alternatif dalam mencegah kekambuhan pterigium Tujuan: Membandingkan angka kekambuhan metode operasi modifikasi Czermark-mitomisin C intraoperatif dengan metode Merest Sklera-mitomisin C intraoperatif pada pterigium primer. Bahan dan cara : Uji Klinik dengan tindakan cara acak permutasi blok pada 60 pasien dengan pterigium primer, usia antara 23 tahun sampai 50 tahun dan secara acak dibagi menjadi dua kelompok Metode modifikasi Czermark-mitomisin C intraoperatif dilakukan pada 30 mata dan Metode Merest Sklera-mitomisin C dilakukan pada 30 mata. Pada Merest Sklera-mitomisin C dikeluarkan 1orang dan pada modifikasi Czermark-mitomisin C intraoperatif 2 orang. Dengan demikian erdapat 57 subyek penelitian yang dapat mengikuti analisa penelitian . Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, RS mata dr Yap Yogyakarta, Puskesmas Imogiri, dan Puskesmas Temon mulai bulan Juni 2004 sampai bulan Oktober 2005. Penilaian angka kekambuhan, inflamasi, dan terjadinya infeksi yang ditegakkan dengan lampu celah biomikroskopi selama masa tindak lanjut pada hari ke-1, 7, 14 dan bulan ke-1,2,3. Tes X2 untuk dua kelompok independen dilakukan untuk menilai proporsi dari kekambuhan. Hasil Tidak ada perbedaan yang bermakna diantara kelompok jenis kelamin (p=0.701), dan kelompok umur (p=0.689). Angka kekambuhan pada bulan ketiga dari metode modifikasi Czermark-Mitomisin C 2 (7.1%) secara bermakna lebih kecil dibandingkan dengan metode Merest Sklera-mitomisin C 11 (37.9%), pada pterygium primer (p=0.010) RR=0.188 (CI 95%=0.025-0.637). Hyperemia konjungtiva, lacrimasi, blepharospasme and rasa nyeri terdapat perbedaan secara bermakna pada hari ke 1, 7, dan 14 (p<0.05). Granulasi tidak ditemukan baik pada metode modifikasi Czermark-mitomisin C maupun metode Merest Sklera-mitomisin C. Simpulan: Metode modifikasi Czermark dapat dijadikan metode alternatif dalam mencegah kekambuhan pterigium.
Background Reccurence of pterygium is the significant ophthalmic surgery’s problem. Mitomycin C application, one of the procedure in pterygium surgery with a significant complication and high rate of reccurence. Performing Czermark-Mitomycin C modification method intraoperatively as an alternative to prevent reccurence of pterygium. Propose To compare the reccurence rate between Czermark-Mitomycin C modification method and Merest Sclera-Mitomycin C method intraoperatively in primary pterygium. Methods Block permutation as a clinical test in 60 primary pterygium patients, between 23-50 years old, separated into two groups randomly. Czermark-Mitomycin C modification method and Merest Sclera-Mitomycin C methods was performed in 30 patients for each groups. Two drop out patients in Czermark-Mitomycin C modification methods and one drop out patient in Merest Sclera-Mitomycin C methods. Dr. Sardjito General Hospital, dr. Yap Eye Center, Imogiri Primary Health Center and Temon Primary Health Center were the place undertaken between June 2004-October 2005. Reccurence rate, inflammation, and infection were assesed by slit lamp biomicroscopy on the follow up day 1, 7, 14, and the month 1, 2, 3. Chi square test to measure the proportion of two groups from the reccurence of pterygium. Results There is no statistical difference on the sex group (p=0.701), and the age group (p=0.689). Reccurence rate of Czermark-Mitomycin C modification methods 2 (7.1%) signicantly smaller than Merest Sclera-Mitomycin C methods 11 (37.9%) on the third month in the primary pterygium (p=0.010) RR=0.188 (CI 95%=0.025-0.637). Hyperemia in Conjunctiva, Lacrimation, blepharospasme and pain were found significantly difference on the day 1, 7, and 14 (p<0.05). Granulation was not found even on Czermark-Mitomycin C modification methods or Merest Sclera-Mitomycin C methods. Conclusion Czermark-Mitomycin C modification methods can be used as an alternative to prevent the reccurence of primary pterygium.
Kata Kunci : pterigium primer, metode modifikasi Czermark-mitomisin C, angka kekambuhan, Primary pterygium, Czermark-Mitomycin C modification, reccurence rate