Laporkan Masalah

Faktor risiko sindroma kekeringan air mata pada populasi dewasa di daerah Istimewa Jogjakarta

BASUKI, Sutama, Prof.Dr. Suhardjo, SU.,SpM(K)

2006 | Tesis | PPDS I Penyakit Mata

Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor risiko apa saja pada sindroma kekeringan airmata di DIY. Bahan dan Cara : Merupakan penelitian population based dengan pendekatan community based cross sectional study yang dilakukan dari bulan Juli – September 2004. Sampel diambil dengan cara stratfied random sampling Sampel tersebar di 5 Kabupaten diseluruh DIY yang mencakup 18 Kecamatan dan 18 desa. Diagnosa ditegakakan berdasar ditemukannya satu atau lebih gejala-gejala sindroma kekeringan air mata (mata terasa kering, ngganjel, terbakar, seperti ada kerak pada bulu mata, dan mata seringmerah), ditambah satu atau lebih tanda kekeringan air mata seperti : break up time < 5 detik dan atau Schirmer < 5,5 mm. Faktor-faktor risiko yang diteliti adalah: umur, jenis kelamin status menopause, kebiasaan merokok, kebiasaan minum kopi dan faktor hipertensi. Hasil : jumlah sampel terdiri 1169 orang terdiri 395 dengan sindrom kekringan air mata 774 bukan penderita sindrom kekeringn air mata. Usia antara 20 - > 65 tahun, jumlah laki-laki 382 dan wanita 787. Jenis kelamin laki-laki mempunyai faktor risiko sebesar 1,3 kali terjadinya SKAM dibandingkan dengan jenis kelamin wanita dengan OR 1,290, p value 0,049 dengan CI 95 % (1,001 – 1,668), Usia > 40 tahun hampir 2 kali bila dibandingkan dengan usia < 40 tahun dengan OR 1,818, p value 0,000 dan CI (confidence interfal) 95 % (1,303 – 2,536 ), menopause mempunyai risiko hampir 2 kali dibandingkan yang masih menstruasi dengan OR 1,868, p value 0,000 dan CI 95 % (1,353 – 2,580), kebiasaan minum kopi mempunyai risiko yang sama dengan yang tidak mempunyai kebiasaan minum kopi dengan OR 1,048 p value 0,0793 dan CI 95 % (0,740 – 1,482), orang yang mempunyai kebiasaan merokok dan tidak merokok mempunyai risiko yang sama dengan OR 1,068, p value 0,066 dan CI 95 % (0,790 – 1,445), orang yang menderita hipertensi dan yang normotensi mempunyai risiko yang sama untuk menderita SKAM dengan OR 0,965, p value 0,854 dan CI 95 % ( 0,660 – 1,411 ). Sindroma kekeringan air mata cenderung didapatkan pada orang yang dengan jenis pekerjaan petani atau buruh, dengan tingkat pendidikan rendah (tidak pernah mengenyam pendidikan /buta huruf 40,7 % dan pendidikan SD 33,6 %. Dengan menggunakan analog regresi faktor risiko yang paling berpengaruh adalah umur dan status menopaus. Kesimpulan : Jenis kelamin laki-laki, usia > 40 tahun , status menopause bagi wanita merupakan faktor-faktor risiko terjadinya sindroma kekeringan air mata. Sedangkan hubungan antara kebiasaan merokok, kebiasaan minum kopi dan penderita hipertensi engan sindrom kekeringan air mata tidak signifikan

Purpose : To know the risk factor of dry eye syndrome and the influence. Material and methods : This is a community based cross sectional study. The sample was taken from 5 regents in DIY, involved 18 district and 18 villages at August – September 2004. The design of this study was stratified random sampling. The diagnosis of dry eye syndrome was based on the signs and symptoms, such as: redness, dryness, stinging/burning, sandiness, grittiness, break up time test score ≤10 second and schimer test score ≤5 mm. Others which was observed in this study, include: age, sex, menopause, smoking habit and drinking coffee, hypertension. Results : Total of 1169 patients was enrolled in this study, 395 patients in case group and 774 control group, whose ages ranged from 22 to 65 years, most of the patients were female (787), male (382). Male was 1,3 times greater had the risk factors than female, with OR 1.290, p value 0,049 and CI 95 % (1,001-1,668), ages >40 years twice greater than ages less than 40 years old with OR 1,818, p value 0,000 and CI 95% (1,303-2,536). Menopausal females had a greater risk with OR 1,868, p value 0,000 and CI 95 % (1,353-2,580), persons with drinking coffee habit have the same risk with person who has not with OR 1,048, p value 0,073 and CI 95 % (0,740-1,482). Smoking habit has the same risk with OR 1,068, p value 0,066 and CI 95 % (0,790-1,445). Hypertension with p value 0,854 and CI 95 % (0,660-1,411). By multiple logistic regression the most risk factors are ages over than 40 years and menopause states. Conclusion: The risk factor of dry eye syndrome were male sex, age > 40 years, predominantly females menopause female, where as smoking and drinking coffee habits and hypertension were not the risk factor of dry eye syndrome

Kata Kunci : Kekeringan Air Mata,Faktor Risiko, Dry eye syndrome – risk factor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.