Korelasi antara saturasi oksigen vena sentral supra normal dengan sepsis berat / syok septik :: Rancang penelitian potong lintang analitik
NURRACHMI, Caecilia Herjuningtyas, Dr. Yusmein Uyun, SpAn
2006 | Tesis | PPDS I Anestesiologi dan ReanimasiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan saturasi oksigen vena sentral supranormal dengan kondisi sepsis berat / syok septik dan menghitung nilai rasio prevalensi, sesuai dengan tingkat gagal organ yang dinilai dengan nilai SOFA pada pasien sepsis berat/syok septik di ICU. Hipotesis yang diajukan adalah pasien dengan sepsis berat/syok septik berkorelasi dengan saturasi oksigen vena sentral supranormal. Rasio prevalensi > 1 tidak mencakup angka 1 dan pasien dengan Saturasi oksigen vena sentral supranormal didapatkan nilai SOFA tinggi. Subyek berjumlah 36 pasien sepsis, laki-laki dan wanita. Untuk pengendalian perancu dilakukan ristriksi pada rentang usia 19-50 tahun, nilai hemoglobin (Hb) diatas 10gr /dl, tidak gagal respirasi, belum dibantu vasopressor dan CVP normal. Diagnosis sepsis berat/syok septik ditegakkan berdasarkan kriteria sepsis ACCP/SCCM oleh asisten peneliti yang sudah memenuhi uji reliabilitas nilai kappa 0,61 -1. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan teknik tanpa probabilitas dengan cara berurutan (consecutive sampling) selama periode waktu yang telah ditetapkan sebelumnya sampai memenuhi besar sampel. Rancangan penelitian ini adalah penelitian observasional rancang penelitian potong lintang analitik, merupakan studi korelasi antara keadaan sepsis berat dengan saturasi oksigen vena sentral supranormal dengan pengukuran pada satu waktu di ICU RS Dr Sardjito Yogyakarta bulan agustus-september 2006. Pengukuran mengunakan hasil analisa gas darah yang dicatat dalam instrumen formulir penelitian dan dianalisa statistik menggunakan tabel 2x2 untuk mengetahui rasio prevalensi. Untuk uji asosiasi variabel dengan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik Hasil uji statistik akan dianggap perbedaan bermakna bila besar p < 0,05 dengan interval kepercayaan sebesar 95%. Hasil Penelitian didapatkan sebaran data penelitian tidak normal sehingga digunakan uji statistik non parametrik. Variabel umur dan jenis kelamin tidak berpengaruh pada variabel tergantung (sepsis berat) tidak bermakna secara statistik dengan uji regresi logistik (p>0,05). Rasio Prevalensi 1,9 yang bermakna 95% dengan rentang nilai estimasi antara 1,2-4,9. Pada uji non parametrik spearman Rho didapatkan korelasi antara tingginya saturasi oksigen vena sentral dengan nilai SOFA dengan hasil bermakna p=0,006 dan rasio ekstraksi oksigen p=0,002 pada p<0,01. Kesimpulan penelitian ini didapatkan saturasi oksigen vena sentral supranormal berkorelasi positif dengan sepsis berat/syok septik maupun nilai SOFA. Rasio prevalensi sepsis berat/ syok septik dengan nilai SOFA>5 yang dirawat di RS Dr Sardjito Yogyakarta bulan Agustus-september 2006 adalah 1,9 dengan IK 95% rentang nilai estimasi antara 1,2-4,9.
This study has aimed to determine correlation between result of Supranormal Central Vein Oxygen Saturation and severe sepsis / shock septic and will assess Prevalence ratio which has appropriate outcome in organ failure as shown in a high SOFA score. The hipotesis are supranormal Central Vein Oxygen Saturation will be assessed in severe sepsis / shock septic patients. Prevalence Ratio up to 1, not include value 1 that’s mean Supranormal Oxygen Central Vein Saturation is true clinical risk factor patient who suffer severe sepsis/shock septic. Twenty five sepsis patients as subjects study will admited all eligible patients in ICU RS Dr Sardjito Yogyakarta, man or woman. According to control confounding factors we will ristrict sample study with age 19 -50 years old, Haemoglobin value up to 10 gr dl, not falling in respiration failure, and in normal CVP. A Standardised diagnosis Sepsis by researcher assistant based on ACCP/SCCM criteria who have kappa value 0,61-1. Nonprobability collecting datas will be done by consecutive sampling in adjust period time . We conducted a Cross Sectional observational study at ICU RS Dr Sardjito Yogyakarta during Augtust-september 2006, to improve correlation between Supranormal Central Vein Oxygen Saturation and severe sepsis / shock septic by snap shot in time measurement. The statistical analysis was carried out using result of blood Gas Analysis measurement write it on study form and will analyze by table 2x2 to find Prevalence Ratio, p value of < 0,05 is considered significant statistically and level of significance is determine by 95% confidence interval. The result of study have signifikans correlation between ScvO2/OER and SOFA scores with p value 0,006 and 0,002 p < 0,001 using non parametric Spearman Rho-test caused data inhomogeinity. The Logistik Regresion test show between variable agegender and outcome without association p > 0,05. Prevalence ratio is 1,9 p value of < 0,05 is considered significant statistically and level of significance is determine by 95% confidence interval, range estimastion 1,2-4,9.
Kata Kunci : Saturasi Oksigen Vena Sentral Supranormal, Sepsis Berat, Syok Septik, Rasio Prevalensi, nilai SOFA, Supranormal Central Venous Saturation, Severe Sepsis, Septic Shock, Prevalence Ratio, SOFA score