Laporkan Masalah

Daya guna Subarachnoid blok menggunakan Levobupi Vacaine 0,4 persen Hiperbarik dibandingkan Bupi Vacaine 0,4 persen Hiperbarik

WIDYASTUTI, Yunita, Dr. Muhdar Abubakar, SpAn.,KIC

2005 | Tesis | PPDS I Anestesiologi dan Reanimasi

Tujuan : Membandingkan daya guna SAB antara levobupivacaine 0.4% hiperbarik dengan bupivacain 0,4% hiperbarik Desain : Uji klinik secara acak dengan pembutaan ganda Ruang lingkup : Subyek penelitian adalah pasien yang akan menjalani bedah elektif di Gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST) RS DR. Sardjito Yogyakarta yang akan dilakukan anestesi regional dengan SAB. Subyek : Enam puluh enam pasien Pasien laki-laki dan perempuan yang menjalani operasi terencana pada daerah perut bawah, perineum dan anggota gerak bagian bawah, status fisik ASA I – II, usia 18 – 65 tahun, berat badan 40 – 70 kg, tinggi badan 150 – 170 cm, dan lama operasi tidak lebih dari 3 jam. Intervensi : Subyek dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 33 orang. Kelompok (L) SAB dengan 3ml levobupivacain 0,4% hiperbarik Kelompok (B)SAB dengan 3 ml bupivacain 0,4% hiperbarik.SAB dilakukan pada posisi duduk, penyuntikan pada inter vertebra L 3-4, dengan jarum spinal G 25, arah cephalat. Seluruh pasien diberikan cairan prabeban 16 ml/kgBB(RL) 20 menit sebelum SAB Pengukuran utama : Semua subyek diukur tingkat blok sensorik dengan metode pinprick dan tingkat blok motorik dengan bromage score, tekanan darah sistolik dan diastolik, MAP, laju nadi, laju nafas, saturasi oksigen, efek samping yang terjadi Hasil : Tidak ada perbedan bermakna pada onset/mula sensorik pada kelompok L (11,76±8,4) menit dibandingkan kelompok B (9,55±7,1)menit (p=0,254); onset motorik kelompok L (8,94±4,7) menit dibandingkan kelompok B (6,94±3,6) menit (p=0,057). Durasi sensorik yang dicerminkan dengan regresi sampai S2 (L=169±79 vs B=170,3±44,2 menit) secara statistik juga berbeda tidak bermakna (p= 0,481), sedangkan durasi motorik yaitu waktu untuk mencapai regresi ke bromage skor 0 L=123,33±26 VS B=152,72±42,2 menit, secara statistik berbeda bermakna (p=0,001). Terdapat perbedaan bermakna secara ststistik pada tekanan darah sistolik di menit ke 10 (L=132,3 vs B= 124,27; p=0,042) dan tekanan diastolik di menit ke 150 (L=74,05 vs B=67,16 ; p=0,027) tetapi secara klinis tidak bermakna .Pada MAP , laju nadi dan saturasi oksigen tidak ada perbedaan bermakna (p>0,05) antara kedua kelompok. Terdapat perbedaan bermakna pada kejadian hipotensi (L= 3 vs B= 10 ; p = 0,03 )dan pada pemberian efedrin (L=1 vs B= 10; p= 0,003). Efek samping yang lain pada kedua kelompok tidak bermakna. Kesimpulan : SAB dengan levobupivacain 0,4% 12 mg hiperbarik menghasilkan onset sensorik , onset motorik dan durasi sensorik yang sama namun dengan durasi motorik yang lebih pendek dibandingkan dengan SAB dengan bupivacain 0,4% 12 mg hiperbarik . Hipotensi pada SAB dengan levobupivacain 0,4% 12 mg hiperbarik lebih sedikit dibandingkan SAB dengan bupivacain 0,4% 12 mg hiperbarik

Objective : To compare eficacy of hyperbaric levobupivacaine 0.4% vs. hyperbaric bupivacain 0,4% . Design : A double blind randomized controlled trial Setting : Patiens scheduled for elective surgery with SAB at Sardjito Hospital yogyakarta. Subject : Sixthy six male and female patiens, aged 18-65 yr, weight 40 – 70 kg, height 150 – 170 cm, whith ASA physical status I-II who were scheduled for elective lower abdominal , perineal and lower extremities surgery with SAB, and duration of all surgical procedures were estimated not exceed 3 hours. Intervention : Subjects were randomly allocated to two groups , either consist of 33 patiens. Group (L) received 3ml hyperbaric levobupivacain 0,4% and groups (B) received 3 ml hyperbaric bupivacain 0,4%. Both drugs were administered intrathecally, with the patiens in a sitting position, trough a 25-gauge Quincke needle in the midline at L3-4. All of patiens preloaded with 16 ml/kgBW lactate Ringer’s solution i.v. 20 minutes before SAB Main outcomes : All subject were measured for the level of sensorik and motoric blockade, systolic BP, diastolic BP, MAP, heart rate and oxygen saturation. Result : There were not statistically significant between group L and B with regard to : onset of sensoric block (11,76±8,4 vs 9,55±7,1 minutes, p=0,254), onset of motoric block (6,94±3,6 vs. 8,94±4,7 minutes , p= 0,057) and duration of sensoric block (169±79 vs 170,3±44,2 minutes, p= 0,481). Duration of motoric block was statistically significant (L=123,33±26 VS B=152,72±42,2 minutes, p=0,001). In hemodynamic data, there were statistically significant difference in SBP in minute-10 (L=132,3 vs B= 124,27; p=0,042) and DBP in minute-150 (L=74,05 vs B=67,16 ; p=0,027) but both were not clinically significant. There were not statistically significant between group L and B with regard to MAP, heart rate and oxygen saturation. The hypotensive event and requirement of efedrin were statistically significant between two groups (3 vs.10, p=0,03) and (1 vs.10, p=0,003), another adverse event differences were not statistically significant. Conclution : SAB with 3 ml hyperbaric levobupivacaine 0,4% produce the same onset of sensoric and motoric block and duration of sensoric block, but have shorter duration of motoric block compared with 3 ml hyperbaric bupivacaine 0,4%. Incidence of hypotension in SAB with 3 ml levobupivacaine 0,4% hyperbaric less than 3 ml bupivacaine 0,4% hyperbaric.

Kata Kunci : Subarachnoid Blok,Bupi Vacaine dan Levobupi Vacaine, Subarachnoid blok, levobupivacaine, bupivacaine, efficacy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.