Kecemasan sebelum dan sesudah pembedahan pada pasien yang dirawat di bangsal bedah RS. Sardjito Yogyakarta
WARDHANA, Wahyu, Dr. Ishandono Dachlan, M.Sc.,SpB,SpBP
2006 | Tesis | PPDS I Ilmu BedahLatar Belakang : Kecemasan merupakan bagian dari kehidupan manusia seharihari. Kecemasan sering muncul pada orang yang dianggap normal meskipun demikian kecemasan juga dapat menjadi simtom dari semua psikopatologi. Berbagai stresor organobiologik dapat menyebabkan timbulnya kecemasan.Tindakan pembedahan merupakan salah satu stresor organobiologik, karena untuk pembedahan pasien harus mondok di rumah sakit, berpisah dengan keluarga, dan mendapat lingkungan yang baru. Tindakan pembedahan itu sendiri juga merupakan hal baru. Pasien juga akan diliputi perasaan cemas karena kalau tidak bersedia menjalani tindakan pembedahan maka penyakitnya bisa jadi tidak sembuh. Adanya penyakit keganasan juga merupakan stresor, karena kasus keganasan masih merupakan penyakit yang dianggap berat karena harus menjalani berbagai terapi. Tujuan: Mengetahui kecemasan pasien sebelum dan sesudah dilakukan tindakan pembedahan serta faktorfaktor yang berpengaruh terhadap timbulnya kecemasan. Mengetahui perbedaan kecemasan pada pasien dengan kasus keganasan dan bukan keganasan. Rancangan Penelitian : Penelitian time series atau before and after study. A. Bahan dan cara : Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta sejak bulan Nopember 2005 – Januari 2006. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan sebagai subyek penelitian. Instrumen untuk mengukur kecemasan dengan menggunakan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HRSA). Pasien diminta untuk mengisi 14 item yang terkandung dalam HRSA satu hari sebelum pembedahan dan hari ke 35 setelah pembedahan. Hasil : Didapatkan 179 pasien. Sebelum pembedahan sebesar 94 (52,5%) mengalami kecemasan dan 85 (47,5%) tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 143 (79,9%) kasus bukan keganasan dan 36 (20,1%) keganasan. Setelah pembedahan didapatkan 176 (98,3%) tidak cemas dan 3 (1,7%) cemas. Pada analisis bivariat faktor jenis kelamin, keganasan, dan jenis kepribadian menunjukkan perbedaan kecemasan bermakna (p<0,05). Pada analisis multivariat faktor yang bermakna adalah jenis kelamin (RR=5,68) dan keganasan (RR=3,37). Simpulan: Ada perbedaan antara kecemasan sebelum pembedahan dan kecemasan setelah pembedahan. Faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan adalah jenis kelamin dan kasus keganasan.
Background : Anxiety is a part of everyday human life. Anxiety is assumed normal nevertheless it could be a symptom from all psikopatologi. Various stressor can lead anxiety in patients. Surgery is one of stressor, because patient have to be hospitalized, leaving their family, being in a new environment. Surgery also the new matter. This anxiety is also related to fear whether they refuse surgery their dissease is possible not heal. Malignancy is also one of stressor, it is assume as a severe disease because the patients have to experience some various therapy. Objective: To investigate anxiety before and after surgery, and factors related to anxiety. The study also examined anxiety in malignancy and non malignancy patients. Data were analyzed using chi square test. Study design : Time series or before and after study. Material and Methods : The study was conducted at Sardjito Hospital Jogjakarta since nopember 2005 until Januari 2006. Patients meeting the criteria were assessed using Hamilton Rating Scale for Anxiety at one day before and 35 days after surgery. Results : A total 179 patients, 94 (52,5%) have anxiety and 85 (47,5%) have not before surgery. There were 143 (79,9%) non malignancy cases and 36 (20,1%) were non malignancy cases. After surgery there were 176 (98,3%) patients have anxiety and 3 (1,7%) have not. There were significant anxiety differences between sex, malignancy, and personality type (p < 0,05). Multivariate analysis showed that factors influenced anxiety were sex (RR = 5,68) and malignancy (RR = 3,37) Conclusions : There was difference anxiety before and after surgery. Sex and malignancy influenced anxiety state.
Kata Kunci : Pembedahan,Kecemasan,HRS,A, Anxiety, HRSA, Surgery.