Laporkan Masalah

Hubungan antara keterlambatan diagnosis dengan stadium pada penderita karsinoma kolorektal di RS Dr. Sardjito Jogjakarta 2005

KARTINI, Diani, dr. Marijata, SpB-KBD

2006 | Tesis | PPDS I Ilmu Bedah

Pendahuluan: Kejadian Karsinoma Kolorektal di Indonesia cukup tinggi walaupun belum ada angka yang pasti berapa kejadian KKR, demikian juga angka kematiannya. Kunci keberhasilan dalam penanganan KKR adalah ditemukannya kasus KKR dalam stadium dini sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Namun sayangnya sebagian besar penderita datang dalam stadium yang sudah lanjut karena ketidaktahuan gejalanya sehingga terlambat dalam memeriksakan diri. Terdapat tiga tingkat keterla mbatan yang potensial dalam menegakkan diagnosis. Di Rumah Sakit Dr. Sardjito, sebagian besar penderita KKR datang sudah dalam stadium lanjut. Hal ini dikarenakan beberapa sebab. Metode: Dilakukan penelitian cross sectional pada penderita yang menjalani operasi Karsinoma Kolorektal elektif dan emergensi di RS. Sardjito pada tahun 2005. Hasil: Terdapat 60 penderita KKR pada kurun waktu tersebut. Dari 60 penderita, hanya 31 penderita yang bisa dilakukan analisis secara statistik. Lima penderita (16,1%) tidak mengalami keterlambatan diagnosis, sedangkan 26 penderita (83,9%) mengalami keterlambatan diagnosis KKR. Waktu yang dibutuhkan dari pertama kali gejala timbul sampai dilakukan operasi adalah 53 hari, sedangkan paling lama adalah 1030 hari. Rata-rata waktu yang dibutuhkan dari pertama gejala timbul sampai dilakukan operasi adalah 271,1 hari (SD ± 238,5). Ada beberapa alasan mengapa penderita tidak langsung berobat ke Rumah Sakit, dari 31 kasus, 11 penderita mengeluh tidak ada biaya pengobatan (35,5%), 9 penderita (29%) berharap sembuh sendiri. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara keterlambatan diagnosis karsinoma kolorektal dengan stadiumnya. (p=0,06)

Kata Kunci : Karsinoma Kolorektal,Stadium,Keterlambatan Diagnosis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.