Korelasi tebal lipatan kulit dengan fraktur radius distal
WIDIANTO, Agung, Prof.dr. H. Armis, SpB,SpOT.,FICS
2006 | Tesis | PPDS I Ilmu BedahLatar Belakang : Fraktur radius distal merupakan kasus fraktur osteoporotik yang sering terjadi. Ketebalan kulit dan densitas massa tulang diketahui menurun seiring proses ketuaan. Pengukuran tebal lipatan kulit dapat digunakan sebagai sarana skrining untuk kasus osteoporosis pada fraktur osteoporotik perempuan postmenopause. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pengukuran tebal lipatan kulit dapat dipakai sebagai sarana skrining osteoporosis khususnya pada kasus fraktur osteoporotik yang praktis, mudah dan murah. Bahan dan Cara : Dilakukan penelitian case control dengan mengukur tebal lipatan kulit di digiti IV manus pada tangan yang tidak dominan. Subyek penelitian dibagi dalam 2 kelompok yaitu 30 pasien perempuan fraktur radius distal yang berumur 20-90 tahun dan 30 pasien kontrol yang tidak fraktur yang sama secara umur, jenis kelamin dan status menopause serta dilakukan analisis perbedaan hasilnya dengan uji chi-square. Hasil : Didapatkan perbedaan yang bermakna pada pengukuran tebal lipatan kulit perempuan fraktur radius distal (1,35 + 0,35 mm) dibandingkan dengan perempuan yang tidak fraktur (1,71 + 0,35 mm) dengan p= 0,001. Nilai rata-rata tebal lipatan kulit pada kelompok perempuan menopause (1,42 + 0,37 mm) lebih tipis dibandingkan dengan kelompok yang masih menstruasi (1,77 + 0,35 mm). Kesimpulan : Terdapat korelasi antara tebal lipatan kulit dengan fraktur radius distal. Tebal lipatan kulit pada kelompok fraktur radius distal lebih tipis dibandingkan kelompok kontrol.
Background : Distal Radius Fracture is the most osteoporotic fracture type occurred. Skinfold thickness and bone mass density has already known becoming decreased by aging processed. Skinfold thickness measurement can be used as screening for osteoporotic cases in post menopausal woman with osteoporotic fracture. Aim: The goal of the study is to know whether skinfold thickness measurement can be used as practical, easy an cheap screening tool for osteoporotic especially in osteoporotic fracture cases. Material and method : a case control studies were done by measuring skinfold thickness in digiti IV manus at the nondominant hand. Subject classified into two groups, 30 patients are women with distal radius fracture, age range 20-90 years old and 30 control patients without fracture, that equal by age, sex and menopause status. The results statistically analyzed by chi square test. Result : There was significant difference between skinfold thickness measurement in women with distal radius fracture (1,35 + 0,35 mm) compared to women without fracture (1,71 + 0,35 mm)(p=0,001). Average skinfold thickness in postmenopausal woman group (1,42 + 0,37 mm) is thinner than menstrual age woman group (1,77 + 0,35 mm). Conclusion : There is correlation between skinfold thickness and distal radius fracture. Skinfold thickness is thinner in distal radius fracture compare to the control group.
Kata Kunci : Osteoporosis,Fraktur Radius Distal,Tebal Lipatan Kulit, Distal radius fracture, skinfold thickness, osteoporotic.