Laporkan Masalah

Kualitas hidup pasien fraktur kolum femoris pasca Austis-Moore Prostesis di RS Dr. Sardjito Yogyakarta 2001-2004

GINTING, Kenedy, Prof.dr. H. Armis, SpB,SpOT.,FICS

2006 | Tesis | PPDS I Ilmu Bedah

Pendahuluan : Di Indonesia belum mempunyai data terkini tentang jumlah penderita patah tulang pangkal paha, tetapi bila dianalisis berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2000 sebanyak 210 juta penduduk, dengan jumlah lansia diperkirakan sebanyak 100 juta, dari 100 juta tersebut terdapat 15 juta setiap tahun (15%) terjadi osteoporosis, patah tulang akibat osteoporosis sebesar 50 % dari lansia yang menderita osteoporosis (7,5 juta lansia) dan terdapat 375.000 (5%) dari patah tulang osteoporosis tersebut mengalami patah tulang pangkal paha per tahun. (Armis,2005). Jan Tidemark (2002), mengatakan bahwa terdapat hubungan antara fraktur kolum famuris dengan kualitas hidup yang diukur menggunakan EuroQol-5D (EQ-5D) berdasarkan mobilitas, rawat diri, aktivitas hidup sehari-hari, nyeri, dan cemas. Pada 65 pasien di follow up secara lengkap terdapat 30 pasien merasakan nyeri, mobilitas terganggu, aktivitas sehari-hari terganggu, dan kondisi sosialnya terganggu, dengan kualitas hidup antara 0,74-0,80. Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian potong lintang (cross sectional study) dengan mempelajari penderita fraktur kolum femoris pasca Austin-Moore Prostesis mulai 1 Januari 2001 sampai dengan 30 Desember 2004 di RS Dr. Sardjito dengan mempelajari Kuesioner EuroQol-5D (EQ-5D. Hasil : Penderita fraktur kolum femoris perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan biasanya terjadi pada usia tua. Angka mortalitas pada seluruh pasien fraktur kolum femoris (57 pasien) sebesar 17,5 %. Sebagian besar pasien fraktur kolum femoris pasca pemasangan Austin-Moore Prostesis dirawat di RS Dr. Sardjito tahun 2001-2004 tidak mengalami keluhan cukup berarti. Hubungan umur pasien fraktur kolum femoris pasca pemasangan Austin-Moore Prostesis menunjukkan hubugan kuat (r=0,658) dan berpola negatif, berarti, berarti bahwa semakin tua umur pasien semakin buruk kualitas hidupnya dengan nilai p=0,000. Tidak ada hubungan (r=0,031) berarti bahwa jenis kelamin pasien tidak mempengaruhi kualitas hidupnya nilai p = 0,836. Hubungan pendidikan pasien fraktur kolum femoris pasca pemasangan Austin-Moore Prostesis menunjukkan hubungan sedang (r= 0,321) berarti bahwa tingkat pendidikan pasien mempengaruhi kualitas hidupnya dengan nilai p=0,033. Simpulan : Umur dan tingkat pendidikan pasien fraktur kolum femoris pasca AMP mempengaruhi kualitas hidup jenis kelamin pasien fraktur kolum femoris tidak berpengaruh terhadap kualitas hidip.

Kata Kunci : Fraktur Kolum Femoris,Kualitas Hidup,EuroQol,5D


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.