Laporkan Masalah

Outcome operasi prosedur Boley periode Januari 2000-Desember 2004 di RS Dr. Sardjito

MARJONO, Jaka, dr. Rochadi, SpB.,SpBA(K)

2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Bedah

Latar belakang : Penyakit Hirschprung atau dikenal sebagai Megakolon Kongenital, merupakan kelainan tersering sebagai penyebab obstruksi pada neonatus. Insiden penyakit ini berkisar antara 1 diantara 5000 kelahiran. Operasi definitif prosedur Boley merupakan metode yang juga dipakai di RS Dr. Sardjito . Tujuan dari penelitin ini adalah untuk mengetahui fungsi anorektal pasien paskaoperasi atau outcome dengan menggunakan skoring Klotz. Metode Penelitian : Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, dari rekam medis, wawancara dan kuesioner pasien yang ditangani periode Januari 2000 – Desember 2004, data yang diambil meliputi karakteristik dasar yaitu umur, jenis kelamin, status gizi, rentang waktu, lama rawat inap dan evaluasi paskaoperasi 6 bulan yang dinilai dengan skoring Klotz. Kemudian dilakukan uji statistik kemaknaan masing-masing karakteristik dengan Fisher exacst. Hasil : Dari 29 pasien yang di observasi pada penelitian ini didapatkan hasil skoring Klotz : Sangat baik 14 (48,3%), baik 4 (13,8%), cukup 9 (31%) dan kurang 2 (6,9%). Jenis kelamin tidak ada pengaruhnya dengan skoring Klotz (p=0,702), tidak ada pengaruhnya antara status gizi dengan skoring Klotz (p=0,433), umur definitif tidak ada pengaruhnya dengan skoring Klotz (p=0,711), rentang waktu tidak ada pengaruhnya dengan skoring Klotz (p=0,432), lama rawat inap tidak ada pengaruhnya dengan skoring Klotz (p=0,202). Komplikasi mempengaruhi hasil dari skoring Klotz (p=0,018). Kesimpulan : Jenis kelamin, status gizi, umur definitif, rentang waktu, lama rawat inap tidak mempengaruhi outcome operasi Hirschprung, sedangkan komplikasi mempengaruhi hasil dari skoring Klotz.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Penyakit Hirschprung, Skoring Klotz


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.