Perbandingan respon klinis kemoterapi kombinasi Platinum-Vincristine-Bleomycin (PVB) dengan Cisplatin tunggal pada karsinoma serviks uteri stadium lanjut
MAHADY, Taufik Wahyudi, dr. H.R. Soeharyono, SpOG(K)
2005 | Tesis | PPDS I Obstetri dan GinekologiPenatalaksanaan karsinoma serviks uteri stadium lanjut (IIB-IV) dilakukan dengan pemberian beberapa jenis sediaan kemoterapi dan diberikan bersamaan dengan radiasi. Kemoterapi sediaan kombinasi Platinum-Vincristine-Bleomycin (PVB) ditambah Mytomycin C menunjukkan respon klinis 50 %, penambahan adriamycin dan ifosfamid masing-masing memberi respon 38 % dan 69 %. Penggunaan Cisplatin sebagai sediaan tunggal dengan dosim 50 mg menunjukkan respon bervariasi masing-masing 15 %, 20 %, 25 % dan dengan dosis 100 mg meningkat menjadi 31 %. Cisplatin tunggal juga menunjukkan respon yang tinggi yaitu 93 %. Adanya bulky tumor pada karsinoma serviks uteri menambah risiko terjadinya rekurensi, mempengaruhi penatalaksanaan dan prognosos pasien. Tujuan Penelitian : Membandingkan respon klinis dan perubahan ukuran lesi bulky tumor pasca kemoterapi PVB dengan Cisplatin pada karsinoma serviks uteri stadium lanjut. Rancangan Penelitian: Kohort restropektif Baha dan cara : Penelitian ini dilakukan di RS Dr. Sardjito Jogjakarta terhadap 126 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan dibagi kedalam 2 kelompok. Sejumlah 63 termasuk ke kelompok perlakuan yaitu pasien yang mendapatkan kemoradiasi bulanan sediaan kombinasi PVB dan 63 termasuk dalam kelompok kontrol yaitu yang mendapatkan sediaan tunggal cisplatin. Luaran yang dinilai adalah respon klinis dan prosentase pengecilan massa tumor pasca terapi. Hasil : Kedua kelompok sebanding dalam hal umur, paritas, tingkat pendidikan, stadium klinis, dan jenis hitopatologi. Pasca Terapi PVB, tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hal respon klinis (RR 0,66;95% CI 0,13-1,37; p=0,26) dan perbedaan ukuran bulky tumor (17,8(simbol)32,0;p=0,15). Faktor jenis terapi, umur, paritas, tingkat pendidikan, stadium klinis dan jenis histopatologi tidak mempengaruhi respon klinis pasca terapi (OR 0,66; 95%CI, 0,31-1,37; p=0,26). Terdapat perbedaan bermakna pada hasil pap's smear positif 34 (54%) vs 18(28,6%) dengan nilai p=0,004 (RR 1,88:95%CI 1,20-2,96) yang berarti bahwa kelompok perlakuan mempunyai resiko 1,88 kali lebih besar untuk mendapatkan pap's smear sel ganas positif dibandingkan kelompok kontrol. Kemoterapi PVB membutuhkan biaya lebih tinggi dan waktu mondok lebih lama dibanding cisplatin. Simpulan : Pemberian kemoterapi sediaan kombinasi sediaan kombinasi PVB tidak menghasilkan respon klinis yang lebih baik dan pengecilan ukuran lesi bulky tumor lebih besar dibandingkan sediaan tanggal cisplatin pada karsinoma serviks uteri stadium lanjut.
Kata Kunci : Karsinoma Serviks Uteri,Kemoterapi,PVB dan Cisplatin Tunggal, clinical response, bulky tumor, PVB, cispplarin