Laporkan Masalah

Perbandingan angka harapan hidup antara penderita karsinoma serviks uteri yang dilakukan terapi kombinasi operasi Wertheim dan kemoradiasi dengan Wertheim

NOVIANITRI, Putu Ayu, Dr. H. Heru Pradjatmo, M.Kes.,SpOG

2005 | Tesis | PPDS I Obstetri dan Ginekologi

Latar belakang: Operasi Wertheim sebagai terapi karsinoma serviks stadium awal belum mendapatkan hasil yang optimal. Pemberian kemoradiasi pasca operasi Wertheim diharapkan mampu meningkatkan angka harapan hidup. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang kontroversi. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan angka harapan hidup pasien karsinoma serviks stadium awal yang mendapat operasi Wertheim dan kemoradiasi (W+K) dengan operasi Wertheim (W) saja. Bahan dan cara penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kohort retrospektif yang dilakukan di RS Sardjito. Kasus diambil dari catatan medik mulai periode 1 Januari 1997 sampai dengan 31 Desember 2003. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan histopatologis. Stadium ditentukan dengan kriteria FIGO. Kriteria inklusi adalah kanker serviks stadium IB dan IIA yang dilakukan operasi Wertheim dengan catatan medik lengkap. Kriteria eksklusi adalah pasien karsinoma serviks stadium IB dan IIA yang meninggal oleh karena penyakit lain. Uji statistik yang digunakan distribusi frekuensi, chi square, , metode Kaplan Meier, uji log rank dan analisis Cox Regression. Hasil: Didapatkan 160 penderita karsinoma serviks stadium IB dan IIA, yang terdiri dari 78 (48,8%) yang menjalani operasi 82 (51,2%) yang menjalani operasi dan kemoradiasi. Sebagian besar pasien (81,2%) berusia 40 tahun atau lebih. Jenis PA yang terbanyak adalah epidermoid (66,2%). Hampir separuh kasus (41,3%) adalah dengan diferensiasi baik. Jenis terapi merupakan faktor prediktor prognosis yang bermakna. Pasien kanker serviks yang mendapat terapi operasi dan kemoradiasi memiliki risiko kematian yang lebih rendah secara bermakna (RR:0,5, 95% CI: 0,26-0,96, p=0,03). Selama periode pengamatan, 32 pasien meninggal dunia, dan hampir separuh (43,8%) diantaranya meninggal pada tahun pertama. Terdapat perbedaan yang bermakna pada angka harapan hidup pasien yang mendapat terapi kombinasi operasi dan kemoradiasi dibanding pasien yang hanya menjalani operasi saja (p log rank = 0,02). Simpulan: Pemberian kemoradiasi pasca operasi Wertheim pada pasien karsinoma serviks stadium IB dan IIA meningkatkan angka harapan hidup. Faktor prognosis metastasis terbukti secara statistik mempengaruhi harapan hidup.

Background: Wertheim operation for early stage cervical cancer has not demonstrated an optimal result. Post operative chemoradiation was administered to increase the survival rate. Several previous studies, however, have not shown conclusive result on this issue. Objective: To compare the survival rate between Wertheim and Wertheim plus chemoradiation in management of early stage cervical cancer Study design: Historical cohort Material and method: Data were obtained from medical record of Dr. Sardjito Hospital from January, 1997 to December, 2003. The diagnosis was based on clinical and histopathological examination. Staging was determined according to FIGO criteria. Inclusion criteria were cervical cancer stage IB and IIA with Wertheim operation with complete medical record. Exclusion criteria were those who died because of other causes. Data were analyzed by chi square test and survival analysis. Results: A hundred and sixty patients consisting of 78 (48.8%) subjects with Wertheim operation and 82 (51.2%) with post operative adjuvant chemoradiation were recruited in this study. Most of subjects were 40 years old or more (81.2%) with epidermoid histological finding (66.2%). Less than half cases (41.3%) showed good differentiation. Wertheim plus chemoradiation group showed lower mortality risk (RR=0.5 95% CI=0.26-0.96; p=0.03). During the observation period, 32 patients died, 43.8% of them happened in the first year. Survival analysis showed that cumulative survival rate of Wertheim plus chemoradiation was higher than Wertheim groups. Logistic regression indicated that the most important prognostic factor was the presence of metastasis Conclusion: Combination of Wertheim plus chemoradiation for management of stage IB and IIA cervical cancer increased the survival rate. The most important prognostic factor was the presence of metastasis.

Kata Kunci : Karsinoma Serviks Uteri,Terapi,Operasi Wertheim dan Kemoradiasi, Survival rate, Wertheim, chemoradiation, prognostic factors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.