Laporkan Masalah

Perbandingan kadar asam urat serum antara preeklamsia dengan kehamilan normotensi

CAESARINI, Marie, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,PhD.,SpOG

2006 | Tesis | PPDS I Obstetri dan Ginekologi

Latar belakang: Preeklamsia masih merupakan penyakit yang penyebabnya belum diketahui pasti. Asam urat serum dianggap memiliki peranan penting dalam patogenesis preeklamsia. Hiperurikemia pada preeklamsia merupakan hasil hipoksia-iskemia dan meningkatnya stres oksidatif. Beberapa penelitian dilakukan untuk menyokong bukti ini dalam rangka mengetahui hubungan asam urat serum dengan patogenesis preeklamsia. Tujuan: Mengetahui perbandingan kadar asam urat serum pada pasien preeklamsia dibandingkan dengan kehamilan normotensi. Rancangan penelitian: Studi potong lintang Hasil: Enam puluh pasien merupakan 30 pasien ibu hamil dengan preeklamsia dan 30 pasien dengan kehamilan normotensi. Rerata kadar asam urat serum pada pada kedua subyek penelitian tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna. Pada subyek dengan preeklamsia rerata kadar asam urat serum tampak lebih tinggi dibandingkan subyek dengan kehamilan normotensi (6,27±2,07 mg/dL vs 4,55±1,27 mg/dL; nilai p=<0,001). Dari analisis bivariat tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar asam urat serum berdasarkan umur ibu, umur kehamilan, paritas dan indeks massa tubuh. Dari analisis multivariat didapatkan hanya preeklamsia secara signifikan mempunyai pengaruh terhadap kadar asam urat serum yang tinggi. Simpulan: Subyek dengan preeklamsia memiliki kadar asam urat serum relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok normotensi. Asam urat serum merupakan salah satu produk degradasi purin yang dipecah pada kondisi hipoksia-iskemia dan meningkatnya oksidatif stress yang mempunyai peranan penting pada patogenesis preeklamsia dengan mengganggu endotel dan meningkatkan agregasi trombosit.

Background: Preeclampsia still contributes a high number of morbidity and mortality while the exact cause of the disease is still unclear. Uric acid serum has been suggested to play an important role on the pathophysiology of the disease. Hiperuricemia in preeclampsia was a result of hipoxic-reperfusion and increasing of oxidative stress. Few studies have been done to support this evidence according to get the relationship of uric acid serum in the pathogenesis of preeclampsia. Objective: Comparing uric acid serum level in preeclampsia with normal pregnancy. Design: Cross sectional study Result: Sixty subjects consist of 30 women with preeclampsia and 30 women with normal pregnancy. Uric acid serum mean showed significantly higher level in preeclamptic patients compared with normal pregnancy (6,27±2,07 mg/dL vs 4,55±1,27 mg/dL; p<0,001), but failed to show significant differences based on mother’s age, gestational age, parity and body mass index. Multivariat analysis revealed that only preeclampsia had a significant relationship with increased level of uric acid serum. Conclusion: Uric acid serum level was higher on preeclamptic patients than normal pregnancy. Uric acid serum is one of hipoxic-reperfusion product and increasing of oxidative stress which has an essential role in the pathogenesis of preeclampsia by endothelial cell dysfunction and increasing platelet aggregation.

Kata Kunci : Preeklamsia,Asam Urat Serum, uric acid serum, preeclampsia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.