Rasio perubahan titik A dengan perubahan apeks gigi insisivus maksila pada akhir tahap III perawatan ortodontik dengan teknik Begg :: Pendekatan Sefalometri
UTARI, Tita Ratya, drg. Soehardono D., MS.,Sp.Ort
2006 | Tesis | PPDGS I OrtodonsiaAksioma dasar dalam perawatan ortodontik adalah “bone trace tooth movement†artinya gerakan gigi secara ortodontik yang baik akan diikuti remodeling tulang alveolus dalam derajat yang sama besar. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan rasio perubahan tulang dengan gerakan gigi pada regio anterior maksila di akhir tahap ketiga perawatan ortodontik teknik Begg pasien dewasa kasus maloklusi Angle klas I dengan protusif insisivus maksila dan maloklusi Angle klas II divisi 1 di Klinik Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dari tahun 1997 sampai 2005. Pasien yang memenuhi syarat sebagai subyek penelitian ini sebanyak 47 kasus, terdiri dari 22 kasus maloklusi Angle klas I dengan protusif insisivus maksila dan 25 kasus maloklusi Angle klas II divisi 1. Sefalogram akhir perawatan disuperimpos pada sefalogram awal perawatan kemudian diukur perubahan titik A untuk mendiskripsikan besarnya perubahan tulang korteks labial dan diukur perubahan apeks insisivus maksila untuk mendiskripsikan besarnya gerakan gigi. Pada kelompok maloklusi Angle klas I dengan protusif insisivus maksila rerata perubahan titik A adalah 1,37 mm dan rerata perubahan apeks insisivus 2,65 mm. Pada kelompok maloklusi Angle klas II divisi 1 perubahannya sebesar 1,04 mm dan 2,29 mm. Hasil tersebut mendiskripsikan bahwa rasio perubahan tulang dengan gerakan gigi pada akhir tahap ketiga perawatan ortodontik teknik Begg pada kasus-kasus tersebut adalah 1:1,93 dan 1:2,2
Basic axiom in orthodontic treatment is “bone trace tooth movement†meaning that good orthodontic tooth movement should befollowed by remodeling of alveolus bone in the same degree. The aim of this study was to descript the ratio of bone changes with tooth movement in maxillary anterior region in the end of stage III Begg technique orthodontic treatment in Class I Angle malocclusion with protrusive maxillary incisors and Class II division 1 Angle malocclusion adult patients in Orthodontic Clinic Faculty of Dentistry Gadjah Mada University Yogyakarta from 1997 to 2005. In this study, 47 cases fulfill the criterion for subjects. Consisted of 22 cases Class I Angle malocclusion with protrusive maxillary incisors and 25 cases Class II division 1 Angle malocclusion. Cephalogram in the end of treatment was superimposed on cephalogram of initial treatment (baseline), then measuring changes of A point for description the amount of changes of labial cortex bone and measured changes of apex of maxillary incisors for description the amount of tooth movement. The average A point changes for group Class I Angle malocclusion with protrusive maxillary incisors was 1.37 mm and average changes of incisors apex were 2.65 mm. Average changes for group Class II division 1 Angle malocclusion were 1.04 mm and 2.29 mm, respectively. These results described that ratio of bone changes with tooth movement in the end of stage III Begg orthodontic treatment in these cases were 1:1.93 and 1:2.2.
Kata Kunci : Perawatan Ortodontik,Alat Cekat,Teknik Begg