Laporkan Masalah

Penanganan permasalahan lalu lintas di Kota Pekalongan :: Dengan menggunakan Program EMME/2

HIDAYAT, Muhammad Restu, Dr-Ing.Ir. Ahmad Munawar, M.Sc

2006 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Permasalahan lalulintas di Kota Pekalongan pada saat ini cukup memprihatinkan, kondisi tersebut terlihat dengan semakin banyak ruas jalan yang mengalami kesemrawutan, kepadatan dan kemacetan lalulintas akibat dari kapasitas jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan yang lewat. Penelitian ini mencoba melakukan kajian mengenai penanganan permasalahan lalulintas di Kota Pekalongan terhadap permasalahan lalulintas yang ada, melalui skenario simulasi pemecahan masalah dengan pemodelan lalulintas menggunakan Program EMME/2. Penanganan dilakukan dengan lima skenario, pertama skenario pengaturan sudut parkir di tepi jalan (on street parking), kedua skenario pengaturan arus lalulintas jalan satu arah, ketiga skenario pelebaran jalan serta keempat skenario pembuatan jalan lingkar utara dan kelima skenario jalan lingkar selatan. Hasil pemodelan kondisi sekarang (existing) menunjukkan bahwa ruas jalan yang bermasalah dengan tingkat V/C ratio diatas 0,85 terjadi pada Jl. Gajahmada, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Merdeka, Jl. Pemuda, Jl. KH. Mas Mansyur, Jl. Sudirman, Jl. Setia Budi, Jl. Dr. Sutomo, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hasanudin, Jl. Sultan Agung, Jl. Manggis, Jl. Nusantara, Jl. Seruni, Jl. Jlamprang dan Jl. Dharma Bakti. Hasil pemodelan skenario pengaturan sudut parkir dari 45° menjadi 0° akan menurunkan V/C ratio dan meningkatkan kecepatan perjalanan pada ruas jalan yang diatur, tetapi berdampak terhadap penurunan kinerja jalan lain yaitu Jl. KH.Mas Mansyur, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Seruni, Jl. Jlamprang, Jl. Sudirman, Jl. Dharma Bhakti, Jl. Dr. Sutomo dan Jl. Pemuda. Skenario pengaturan jalan satu arah juga akan menaikkan kinerja jalan terhadap ruas jalan yang diatur, tetapi berdampak terhadap penurunan kinerja ruas jalan lain, antara lain Jl. KH. Mas Mansyur, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Gajahmada, Jl. Dr. Setia Budi, Jl. Seruni, Jl. Jlamprang dan Jl. Dharma Bhakti. Skenario pelebaran jalan akan menaikkan kapasitas jalan sehingga terjadi penurunan V/C ratio pada ruas jalan yang dilakukan pelebaran, tetapi berdampak terhadap ruas jalan lain yaitu di Jl. Nusantara, Jl. Merdeka dan Jl. Argopuro dimana V/C ratio diatas 0.85. Skenario pembuatan jalan lingkar selatan lebih baik dari jalan lingkar utara namun demikian pembuatan kedua jalan lingkar tersebut akan mengurangi permasalahan lalulintas pada ruas jalan nasional (pantura).

Traffic problems in Pekalongan recently is very seriously, its shown from disorder road lanes, density and traffic jam which coused by road over capacity. This research try as to asses (analyze) current traffic problem measures in Pekalongan through “problem solving simulation scenario” with traffic modeling using EMME/2 program. There are five scenarios, first parking corner arrangement on street parking, second one way traffic stream arrangement, third road widening scenario, fourth north ring road making scenario and fifth south ring road making scenario. Existing condition modeling shown that road link which have problem with over capacity, V/C ratio above 0.85 are Jl. Gajahmada, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Merdeka, Jl. Pemuda, Jl. KH. Mas Mansyur, Jl. Jend Sudirman, Jl. Dr. Setia Budi, Jl.. Sutomo, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hasanuddin, Jl. Sultan Agung, Jl. Manggis, Jl. Nusantara , Jl. Seruni , Jl. Jlamprang and Jl. Dharma Bakti. Result of parking corner arrangement from 45o parking corner to 0o would reduce V/C ratio and increase speed in the road line arranged, but effected to the lower road performance of Jl. KH. Mas Mansyur, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Gajahmada, Jl. Dr. Setia Budi, Jl. Seruni , Jl. Jlamprang, Jl. Sudirman, Jl. Dharma Bakti, Jl. Dr. Sutomo and Jl. Pemuda. One way traffic stream arrangement would increase road performance to the road line arranged, but decreased road performance of other road lines, examples for Jl. KH. Mas Mansyur, Jl. Jend Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Gajahmada, Jl. Dr. Setia Budi, Jl. Seruni, Jl. Jlamprang and Jl. Dharma Bakti. Road widening scenario would increase road capacity, affected on decreasing V/C ratio of widen road, but affected to the other road lines, such as Jl. Nusantara, Jl. Merdeka and Jl. Argopuro which had V/C ratio above 0.85. South ring road making scenario was better than north ring road making scenario, but both of these scenarios would decrease traffic problems of national road line (pantura).

Kata Kunci : Manajamen Lalu Lintas,Pemodelan,Program EMME/2, traffic prolems, EMME/2 programs, traffic problems handling skenario


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.