Pengaruh petugas resmi dan petugas tidak resmi terhadap lalu lintas di persimpangan prioritas :: Studi kasus simpang Kompas Kabupaten Bekasi
Al QADRI, Muhammad, Dr.Ir. H. Waldijono, MS
2006 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPersimpangan prioritas yang tidak dilengkapi dengan APILL mengakibatkan pengendara kendaraan dari jalan minor harus antri lama untuk menyeberang ke jalan mayor karena kendaraan dari jalan mayor lebih diutamakan, sehingga pada saat waktu sibuk terjadi kemacetan dan antrian yang sangat panjang pada jalan minor. Pada persimpangan prioritas juga terjadi 9 titik konflik antara arus lalu lintas yang dapat menyebabkan kecelakaan. Berdasarkan keadaan tersebut maka pada persimpangan tersebut ditempatkan petugas yang bertugas untuk mengatur lalu lintas di persimpangan prioritas. fenomena di lapangan terdapat 2 jenis Petugas yang mengatur lalu lintas yaitu petugas resmi yang berasal dari Dinas Perhubungan atau Kepolisian disamping itu ada juga petugas tidak resmi (PTR) yang berasal dari masyarakat disekitar persimpangan. Atas dasar uraian diatas, dilakukan suatu penelitian yang dapat mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing –masing petugas pengatur lalu lintas (PRE dan PTR) terhadap unjuk kerja lalu lintas di persimpangan prioritas. Fokus Penelitian ini adalah kinerja persimpangan dan fenomena perilaku arus lalu lintas di persimpangan. Penelitian ini mengkaji kinerja persimpangan dengan menghitung tundaan dan panjang antrian pada simpang dengan pengukuran di lapangan. Penelitian tentang perilaku arus lalu lintas di persimpangan dilakukan dengan menggunakan parameter makroskopik yaitu Volume atau aliran, kecepatan dan kepadatan. Dari parameter makroskopik dilakukan analisis fenomena gelombang kejut. Penelitian ini juga mencoba menganalisa hubungan antara volume total persimpangan dengan tundaan, dan hubungan antara arus lalu lintas menyilang dengan tundaan. Penelitian studi kasus ini dilakukan di simpang Kompas Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja persimpangan terbaik yaitu pada saat kondisi persimpangan diatur oleh petugas resmi dengan tundaan 25,8 detik per kendaraan, tanpa pengatur tundaan 30,1 detik per kendaraan dan dengan petugas tidak resmi 27,03 detik per kendaraan. Analisis tundaan pada persimpangan menunjukkan bahwa petugas resmi (PRE) lebih konsisten dalam mengatur arus lalu lintas dipersimpangan dengan nilai R square 0,78. Nilai tersebut lebih besar dari kinerja petugas tidak resmi (PTR) yaitu 0,52 dan kondisi tanpa pengatur (NON) dengan nilai R square 0,21. Kecepatan Gelombang Kejut terbesar terjadi pada saat diatur oleh petugas resmi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Petugas resmi lebih baik dalam meminimalkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tundaan di persimpangan selain arus lalu lintas menyilang.
Unsignalized junction with priority affecting the minor approach drivers have to queue up long time to cross considering the priority given to major approach during peak hours which causes traffic jam and queue on the minor approach. There are nine conflict point among the traffic flows which could resulted traffic accidents on that priority junction. Therefore some controllers were placed to those junctions to control the traffic. In fact, there are two kinds of officer controlled the traffic that are official controller which came from Communication Agency or Police officers and unofficial controller from local resident nearby. Based on that condition, a research was done to know the effect of assigning controllers comparing to traffic performance on that priority junction. This research was observing performance and phenomenon of traffic flow behaviors at the junction. This research was analyzing junction performance by calculating delays and queue measurement on the junction, while macroscopic parameter like traffic flow (volume), speed and density werw used to estimate traffic flow behaviors. The behaviors were analyzed by shockwave phenomenon based on the macroscopic parameter. This research tried to analyze total volume of junction and delays correlation also the crossing traffic flows and delays. This case study was carried out at Kompas junction in Bekasi Regency. The research showed that best junction performance were obtained when Communication Agency or Police officer control the junction which resulted 25,8 seconds/ vehicle of delays while junction were controlled by unofficial controller resulted 27,03 seconds/ vehicle and 30,1 seconds/ vehicle for the uncontrolled. The delay analysis showed that official controller was more consistent in controlling which resulted R2 value of 0,78 which larger than unofficial controller does. Junction controlled by unofficial controller resulted R2 of 0,52 and junction without controller resulted R2 of 0,21. the fastest shockwaves were resulted when junction was controlled by official controller. The result of this research also showed that official controller was better in minimizing other factors which affected delays at junction besides crossing traffic flows.
Kata Kunci : Lalu Lintas Persimpangan,Petugas Pengatur, priority junction, unofficial controller, official controller, junction performance, shockwave