Laporkan Masalah

Evaluasi penggunaan sabuk keselamatan di Yogyakarta

HARWINANTO, Dr.Ir. Sigit Priyanto, M.Sc

2006 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa kewajiban menggunakan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang di samping pengemudi. Maksud penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan sabuk keselamatan di Yogyakarta. Selanjutnya penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan penggunaan sabuk keselamatan dan hubungan antara karakteristik pengguna dengan pelaksanaan penggunaan sabuk keselamatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda purposive, sedangkan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah propotional random sampling. Dalam penelitian ini dilakukan survai terhadap pengguna sabuk keselamatan saat berlalulintas di beberapa ruas jalan terpilih di kawasan dalam kota dan luar kota. Selain itu juga dilakukan wawancara kepada para pengguna sabuk keselamatan melalui kuesioner. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pendapat para responden. Penelitian ini difokuskan pada mobil penumpang yang merupakan kendaraan bermotor (mobil) yang paling banyak melintas di jalan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan kewajiban penggunaan sabuk keselamatan, analisis uji-t digunakan untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan kebijakan penggunaan sabuk keselamatan dan analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pengguna dengan tingkat penggunaan sabuk keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penggunaan sabuk keselamatan di Yogyakarta dapat dikatakan berhasil. Dengan tingkat penggunaan sabuk keselamatan di kawasan dalam kota rata-rata di atas 78 % dari kelompok populasi dan untuk kawasan luar kota di atas 92 % dari kelompok populasi. Hasil kuesioner menunjukkan 71,8 % responden menjawab sering menggunakan sabuk keselamatan dan 90,5 % responden menjawab selalu menggunakan sabuk keselamatan dengan benar. Hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan dengan penggunaan sabuk keselamatan didapat angka korelasi masing-masing 0,269, -0,301, 0,373 dan 0,472 dengan tingkat signifikansi < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan dengan penggunaan sabuk keselamatan dengan benar didapat angka korelasi masing-masing 0,137, -0,174, 0,217 dan 0,294 dengan tingkat signifikansi < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Diperlukan sosialisasi, pemantauan dan pengawasan dalam bentuk pemberian sanksi yang tegas bagi pelanggar merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi hambatan yang selama ini dihadapi yang bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan penggunaan sabuk keselamatan..

Law Number 14 of 1992 concerning Traffic and Land Transportation states that drivers and passengers have an obligation to use safety belts. This research aims to evaluating the use of safety belt in Yogyakarta as well as to find out the level of differences of safety belts use and the relation between user characteristics and the application of using safety belt. This research employs purposive method, which data collection was conducted through purposive sampling. A survey was carried in Yogyakarta City in two different areas. First, the users in the urban area (inner of the ring road) and the second is users in the outer part of urban area (outer ring road). Besides, interviews were conducted through questionnaire spreaded among safety belt users. In addition, this research focused on private cars observation where this is the largest number of transport mode. Methods of analysis used is descriptive method to find out the safety belt policy implementation. The t-test is used to find out the level of differences of policy implementation whilst the regression analysis is used to caught up the relation between community characteristics and the level of utilization of safety belt. The result of this research shown that the implementation of safety belt policy in Yogyakarta is considered successful, with the level of utilization in the urban part of the city above 78 % on average whereas in the outer part of the city about 92 % of total population. Besides, the questionnaire deployed shown that 71,8 % of respondent answered that they often used safety belt when they driving whilst 90,5 % respondent always used safety belt properly. The relation between age, sex, level of education and level of income and the level of safety belt utilization under regression analysis shown value of correlation 0.269, -0.301, 0.373 and 0.472 respectively with level of significance less than 0.05 which means that there is a significant correlation amongst them. Whereas, the relation between age, sex, level of education and level of income and the level of safety belt utilization shown value of correlation 0.137, -0.174, 0.217 and 0.294 respectively with level of significance less than 0.05 which means there is a significant correlation. Thus, it is needed to have the community to be wellinformed about safety belt utilization and to level up their awareness concerning safety driving in the streets.

Kata Kunci : Kebijakan Lalu Lintas,Sabuk Pengaman,Evaluasi,Evaluation, safety belt, car


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.