Laporkan Masalah

Respon penumpang dan operator terhadap pengenalan konsep quality licensing pada busway

MAULANA, Dedi, Dr.Ir. Danang Parikesit, M.Sc.

2006 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Angkutan umum merupakan salah satu sarana yang penting dalam pergerakan hidup manusia dari hari ke hari. Kenyataannya saat ini kualitas pelayanan angkutan umum kita sangat rendah, yang ditandai adanya ketidaknyamanan dari para penumpang ketika menggunakan angkutan umum. Kondisi demikian perlu dilakukan perbaikan. Perbaikan yang sangat penting adalah dengan melakukan perbaikan orientasi sistem manajemen penyelenggaraan operasional angkutan umum bis kota yang lebih berorientasi kepada kualitas pelayanan. Operasional pelayanan dilakukan dengan sistem quality licensing (lisensi berbasis kualitas). Penelitian dilakukan dengan lokasi operasional busway pada koridor 1 yaitu koridor yang melalui rute Blok M - Kota. Penelitian dilakukan dengan metode stated preference dan semi strutured interview. Metode stated preference dilakukan terhadap penumpang busway sedangkan semi structured interview terhadap pengelola busway. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan busway adalah tarif, sikap awak busway, penumpang berdiri dan keamanan menuju halte busway. Persamaan model yang dihasilkan adalah Y = 0,821 – 0,00004997X1 + 0,104X4 + 0,067X 5 + 0,082X6. Berdasarkan model tersebut dapat kita lihat elastisitas permintaan terhadap tarif -0,00004997, hal ini berarti kenaikan tarif sebesar Rp 1 hanya akan menurunkan jumlah penumpang busway sebesar 0,00004997 dari penumpang yang ada. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa permintaan busway bersifat tidak elastis terhadap tarif, sementara terhadap variabel sikap awak busway, penumpang berdiri dan ketersediaan keamanan menuju halte busway bersifat lebih elastis dibandingkan tarif busway. Artinya penumpang busway saat ini tidak terlalu peka terhadap kenaikan tarif. Penumpang busway masih memiliki kemauan untuk membayar tarif busway meskipun terjadi kenaikan tarif selama diiringi dengan peningkatan dan pengembangan standar pelayanan busway. Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan busway perlu dilakukan perbaikan dalam pemilihan dan penetapan operator busway. Sistem pemilihan operator yang diberlakukan ke depan perlu ditetapkan dalam aturan hukum. Sistem yang diterapkan adalah sistem perizinan atau lisensi berbasis kualitas pelayanan (quality licensing), karena dengan sistem ini, operator yang mendapat izin/lisensi adalah operator yang secara kualitas dinilai dapat memberikan pelayanan yang optimal.

Public transport is one of important means in daily movement. In the reality our service quality of public transport is very low marked by the existence of passenger inconvenience when using public transport. This condition should be repaired. The most important thing to be conducted is by repairing orientation of management system of city bus public transport operational which more orienting to quality of service. Operational of service is conducted through quality licensing system. A Study was conducted in operational location of bus way at corridor 1 namely which passing route of Block M - City. Study was conducted by implementing method of stated preference and semi structured interview. Method of Stated Preference was used to bus way passenger, while semi structured interview was used to bus way operator. Result of study indicates that factors influencing service of bus way are tariff, attitude of bus way officials, passenger stand up and security of going to bus way’s stop. Equation of model produced is Y = 0,821–0,00004997X1 + 0,104X4 + 0,067X 5 + 0,082X6. Based on the model we can see that demand elasticity to tariff is - 0,00004997, it means that increasing of tariff equal to Rp 1 will only degrade the number of bus way’s passenger equal to 0,00004997 from existing passenger. The values indicate that demand of bus way have inelastic character to variable of tariff, whereas to variable of bus way’s attitude, passenger stand up and availability of security when going to bus way’s stop have more elastic character compared to tariff of bus way. It means that at this time passenger of bus way are not too sensitive to increasing of tariff. Passengers of bus way still have willingness to pay for tariff of bus way although it has been increased as long as accompanied with improvement and development of standard service of bus way. In order to improve the service quality of bus way, repairing in election and appointing bus way’s operator requires to be done. System election of operator used in the future should be specified in law order. The applied system is permit system or license base on the quality of service (quality licensing), because with this system, operator getting permit/ license is operator who according to quality assessed can give optimal service.

Kata Kunci : Angkutan Umum,Kualitas Layanan,Quality Licensing, quality of service, system of tender, licensing quality, stated preference


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.