Pemanfaatan limbah serutan baja pada mortar tak bertulang untuk rigid pavement
ANUGRAHADI, Reddy, Dr.Ir. Iman Satyarno, M.E
2006 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiSeiring dengan berkembangnya industri mesin bubut di Yogyakarta yang menghasilkan limbah bempa serutan baja, maka pada penelitian ini serutan baja tersebut dimanfaatkan dalam perencanaan suatu rigid pavement bersambung tanpa tulangan. Diharapkan dapat diketahui kontribusinya terhadap kekuatan, tebal dan sifat-sifat penting rigid pavement serta rekomendasi logis lokasi penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua jenis pengujian, yaitu: pengujian standar (silinder dan balok standar dengan benda uji mortar dan mortar serutan baja) dan pengujian struktural (pelat mortar serutan baja berukuran 120 cm x 50 em x 25 em yang diberi beban pada tengah bentang). Komposisi serutan baja secara berturut-turut untuk silinder, balok dan pelat adalah 1,6 kg, 1,565 kg dan 46,95 kg. Parameter yang ditinjau adalah sifat-sifat mekanik (kuat tekan, modulus elastisitas, kuat lentur, dan defleksi), korelasi kuat tekan dan kiiat lentur, karakteristik keruntuhan, dan perencanaan tebal rigid pavement menggunakan metode Depkinipraswil 2002, serta perbandingan penggunaan biaya antara tebal awal dan tebal rencana. Hasil penelitian menuiijukkan kontribusi serutan baja paling signifikan adalah terhadap kekuatan lentur yang mengalami peningkatah sebesar 110,945% (meningkat dari 5,190 MPa menjadi 10,945 MPa). Terhadap peninj^atan regangan yang mencapai 228,62% (meningkat dari 0,000961 menjadi 0,003158) menunjukkan serutan baja dapat meningkatkan daktilitas. Berdasarkan karakteristik keruntuhan, serutan baja dapat berfimgsi sebagai perigendali retak dan dari analisis tebal membetikan tebal rigid pavement yang lebili tipis sehingga secara biaya material menjadi lebih murah. Dikarenakan belum dij)roduksi secara masal, aplikasinya masih sangat terbatas pada proyek non slcala besar dan pada lokasi yang hams mendukung beban lain lintas yang tinggi, seperti: di lengan simpang bersinyal
produced steel shavings waste, so in this research the steel shavings was used on planning a jointed unreinforced rigid pavement. It is expected could be observed its contribution to the strength, thickness and others importance character of rigid pavement and logical recommendation of its applying location. This is an experimental research which use two kinds of tests, those are: standard test (cylinder and beam standard with test object are mortar and steel shavings mortar) and structural test (mortar plate of steel shavings in size 120 cm X 50 cm X 25 cm which given load on the middle of the span). The composition of steel shavings in cylinder, beam and plate are 1.6 kg, 1.565 kg, and 46.95 kg. The observed parameters were mechanical characters (such as: compressive strength, elasticity modulus, flexural strength, and deflection), correlation between comjpressive and flexural strength, failure characteristic, and thickness design of rigid pavement using Depkimpraswil 2002 method, and comparison of cost usage between conventional rigid pavement (h = 25 cm) and steel rigid pavernent pavement (h = 21 cm). iTie result shows the most significant contriblition of steel shavings in rigid pavement toward flexural strength which increasing as much 110.945% (increase froiri 5.190 MPa to 10.945 MPa). Toward strain ihcrease that reached 228.62% (increase fi:om 0.000961 to 0.003153) indicates that steel shavings can increase ductility, feased on the failure characteristic the steel shaving can fimctioti ds ciack controller and fi-om the thickness analysis give thirmer of plate thickness so the material cost can be cheaper. Since it is not to nidss produced, its application is limited at none large-scale project and at the location that must support the high traffic load, such as in the aim of signed intersectioii.
Kata Kunci : Perkerasan Jalan,Rigid Pavement,Limbah Serutan Baja