Laporkan Masalah

Faktor-faktor pendorong bagi penghuni dalam memilih lokasi rumah di lokasi perumahan pinggiran Kota Muara Teweh

MASRANI, Prof.Ir. Nindryo Soewarno, M.Phil.,PhD

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kota Muara Teweh adalah ibukota Kabupaten Barito Utara merupakan pusat kegiatan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sekaligus sebagai pusat pendidikan, perdagangan, industri dan pelayanan lainnya, yang mendorong Kota Muara Teweh berkembang dengan pesat dan pertambahan penduduk yang semakin meningkat serta kebutuhan perumahan dan pemukiman yang aman dan nyaman semakin meningkat. Karena ketersediaan lahan yang semakin sempit dan harga yang mahal di pusat kota, maka banyak penduduk memilih lokasi rumah pada beberapa lokasi perumahan di pinggiran kota terdiri Perumahan Mekar Indah, Perumahan Ulin Asih Perdana dan Perumahan Citra Asri dengan jarak antara 3 – 7 km dari pusat kota yang menunjukkan perkembangan kota yang meloncat katak. Untuk ini penulis ingin mengetahui faktor apa yang mendorong penghuni untuk memilih lokasi rumah ini. Diharapkan penelitian ini dapat berguna bagi Pemerintah Daerah, pengembang perumahan, masyarakat dan peneliti lainnya. Untuk melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis kualitatif dan dibantu analisis overlay. Alat penelitian dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan kepustakaan. Dengan menetapkan populasi dan sampel serta variabel dan indikator penelitian diharapkan dapat mempermudah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dalam tesis ini diketahui ada 3 faktor yang mendorong penghuni dalam memilih lokasi rumah pada 3 lokasi perumahan di pinggiran Kota Muara Teweh yaitu 1. faktor lingkungan fisik, 2. faktor aksesibilitas dan 3. faktor sosial ekonomi. Perkembangan lokasi perumahan Ulin Asih Perdana tidak menunjukkan perkembangan kota yang meloncat katak karena didukung faktor aksesibilitas yang tinggi walaupun belum didukung fasilitas sosial yang memadai, sedangkan Lokasi Perumahan Mekar Indah dan Citra Asri menunjukkan perkembangan yang meloncat katak karena faktor aksesibilitas yang rendah dan tidak didukung fasilitas sosial yang memadai. Berdasarkan hal di atas direkomendasikan kepada pihak yang berkepentingan bahwa hasil penelitian ini merupakan pengembangan ilmu perencanaan kota dan daerah serta dapat berguna sebagai bahan pembanding bagi peneliti lainnya. Selanjutnya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi perkembangan kota yang meloncat katak disarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan lokasi perumahan berupa penyediaan sarana kesehatan, sarana pendidikan, sarana dan prasarana transportasi serta sarana ruang terbuka di lingkungan permukiman. Di samping itu kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara untuk mengkaji secara mendalam keberadaan Rencana Induk Kota Muara Teweh Tahun 1981 yang telah dievaluasi tahun 1986 dalam Rencana Bagian Wilayah Kota Muara Teweh terutama dalam rangka mengantisipasi arah perkembangan kota ke sebelah selatan dan utara.

Muara Teweh, the capital city of North Barito Regency, is the center of government administration, development, and social activities as well as center of education, trade, industry, and other services. Consequently this city develops fast, and its population grows in a high rate too. It has increased the demand for housing in a safe and comfortable settlement. Limited availability and high price of land in the city force some citizens to build their houses in suburban areas such as in Mekar Indah, Ulin Asih, Perdana, and Citra Asri housing complexes which locate between 3 and 7 kilometers from the city center. This expansion shows a leapfrog pattern. In dealing with this issue the researcher intends to identify the factors that motivate the citizens to choose housing complexes in suburban areas. The research is expected to give meaningful contribution to the regional government, developer, society in general, and other future researchers. The research applies descriptive qualitative method and qualitative analysis supported with overlay analysis. It uses interview, questionnaire, direct observation, and literature as instruments. It defines the research population and sample, variable and indicator. The research findings reveal 3 factors that have motivated the citizens to choose 3 housing complexes that locate in the suburb of Muara Teweh City, namely : 1. physical environment factor, 2. accessibility factor, and 3. social economic factor. The development of Ulin Asih Perdana housing complex does not indicate a leapfrog pattern as it is supported with high accessibility factor although it does not have adequate social facilities. Mekar Indah and Citra Asri housing complexes, on the other hand, show a leapfrog pattern as they have low accessibility factor and are not supported with adequate social facilities. Based on the findings the research recommends that this research can be seen as a development of the urban and regional planning science and can be adopted for comparison in other researches. To avoid a leapfrog pattern in development it recommends that the regional government of North Barito regency should give support to the development of housing location such as by providing health-care center, education facilities, transportation facility and infrastructure, and open space in housing complexes. In addition, the local government should study in depth the Master plan of Muara Teweh city of 1981 which was evaluated in 1986 in the Regional Plan of Muara Teweh City, particularly to anticipate the direction of urban expansion to the south and north.

Kata Kunci : Perumahan,Pemilihan Lokasi, Location, house


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.