Perubahan fungsi kawasan di sekitar terminal Giwangan Yogyakarta Tahun 1994-2005
RETNANI, Tri, Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil.,PhD
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahFenomena perubahan fungsi kawasan terlihat sangat cepat, yang diduga merupakan respon dari adanya kebijakan penataan kawasan dengan dibangunnya terminal tipe A Giwangan sebagai pengganti Terminal Umbulharjo yang sudah tidak memadai lagi. Gejala hubungan manusia dengan lingkungan terbangun menimbulkan suatu pertanyaan tersendiri untuk mencari tahu seperti apa perubahan yang terjadi di sekitar Terminal Giwangan dan pengaruhnya pada perubahan aktivitas ekonomi masyarakat sejak tahun 1994-2005 (sejak ditetapkannya RUTRK Yogyakarta - implementasi kebijakan – operasional Terminal Tipe A Giwangan). Penelitian ini dilakukan dengan metode berpikir deduktif rasionalistik dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan secara induktif dengan metode wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi untuk menemukan gambaran perubahan fungsi kawasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi kawasan di sekitar terminal Giwangan Yogyakarta: (1) Perubahan relatif banyak terjadi setelah adanya realisasi penataan kawasan, hal ini lebih disebabkan karena pandangan positif masyarakat terhadap keberadaan terminal giwangan; (2) Karakteristik perubahan fungsi kawasan membentuk zonasi yang dicirikan oleh: a. perubahan alih fungsi pemanfaatan ruang baik itu alih fungsi lahan/rumah/bangunan untuk kegiatan usaha baik pada sebagian maupun memanfaatkan seluruh luasan persil, b. dominasi jenis usaha; (3) Perubahan fungsi kawasan tidak selalu diikuti dengan perubahan aktivitas ekonomi; (4) Perubahan fungsi kawasan membuat ‘image’ terhadap kawasan pada awalnya semakin membaik, tetapi terdapat kecenderungan pada sisi timur perubahan yang terjadi justru mengembalikan kawasan ke ‘image’ semula; (5) Perubahan fungsi kawasan merupakan suatu wujud hubungan interaksi manusia dengan lingkungannya. Respon aktif masyarakat terhadap perubahan lingkungan sekitarnya yaitu berupa perubahan tata guna lahan untuk aktivitas ekonomi. Masyarakat dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi dengan memaksimalkan nilai guna tempat atau ruang tinggalnya. Perilaku masyarakat terhadap lingkungan spasial pada lingkup mikro secara berlanjut membawa pengaruh alih fungsi pada kawasan baik dalam lingkup meso maupun makro. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi kawasan adalah (1) adanya faktor internal berupa motivasi yang ada dalam diri manusia yaitu keinginan untuk mencukupi kebutuhan baik pada tingkatan yang paling rendah maupun pada pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi lainnya; (2) adanya faktor eksternal berupa: faktor lokasi (aksesibilitasnya), adanya kebijakan penataan kawasan, dan adanya perubahan nilai lahan.
The area function changes run so fast. The phenomenon is assumed to be a response to the area arrangement policy, specifically the development of Giwangan inter-city bus terminal type-A as an exchange of Umbulharjo prior inter-city terminal. The symptomatic relationship between the community and the developed environment creates a question to find out what changes occurred around Giwangan terminal and it’s impact on the economic community activities for the period of 1994-2005 (as the spatial order, RUTRK arrangement – policy implementation – and the operation of Giwangan inter-city bus terminal type-A). This research is conducted by applying rationalistic, deductive method and using qualitative approach. The data are collected inductively by achieving depth interview method. Data analysis is completed with categorization to find the description of the area function changes and the factors influencing the changes. Data validity is checked by using triangulation technique. In line with the change of area function around Giwangan inter-city bus terminal Yogyakarta, this research reveals some points such as: 1) there are relatively many changes after the realization of the area arrangement. It reflects positive response of the community to the existence of Giwangan inter-city bus terminal; 2) It leads to creation of specific zone around this area and characterized by: a. function shift of the spatial use, either land/house/building function shift for business or all of the lot width, b. domination of business type; (3) It is not always followed by economic activities changes; (4) it impacts on the improvement of ‘image’ of the area, but there are declining tendencies on the eastern side to put back the ‘image’ to it’s origin; (5) The area function changes are forms of the interaction between the community and their environment. The active response of community toward the changes of surroundings areas at their environment are the change of land use arrangement for economic activities. The community adapts itself to the changes by maximizing either the function values of the land or their settlement space. The community behavior towards spatial environment at micro-scale continually affect on function shift on the area both in mezzo and macro scales. Some factors control the area function changes as follows: (1) internal factor, namely motivation in the community to meet their needs both at the lowest and the highest level; (2) external factors, namely location (accessibility), area arrangement policy; and (3) land values changes.
Kata Kunci : Tata Ruang Kawasan,Terminal Giwangan, Area Function Changes, Economic Activities Changes