Laporkan Masalah

Perbandingan partisipasi masyarakat di kampung nelayan Tanjung Karang dan kampung Pedagang Babakan dalam pembangunan infrastruktur permukiman kumuh perkotaan Kota Mataram

KUSUMAYANTI, Baiq Yulia, Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil.,PhD

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kepadatan penduduk dan keterbatasan penyediaan sarana dan prasarana di kampung kota berakibat pada munculnya lingkungan permukiman kumuh. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh di kampung kota adalah partisipasi masyarakat. Bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan tidak hanya dalam perencanaan, tetapi juga terkait dengan kemauan masyarakat untuk ikut menyumbang uang, tenaga atau material. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi dan bentuk partisipasi spesifik masyarakat dalam pembangunan infrastruktur permukiman kumuh di kampung pedagang dan kampung nelayan Kota Mataram; (2) membandingkan bentuk partisipasi spesifik yang dimiliki oleh masyarakat di kedua kampung tersebut terkait dengan pelaksanaan program Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deduktif kuantitatif komparatif dengan pendekatan positivistik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel acak (simple random sampling), dengan unit analisis keluarga pedagang dan keluarga nelayan. Jumlah sampel di kampung pedagang Babakan sebanyak 217 unit dari 506 unit populasi dan di kampung nelayan Tanjung Karang sebanyak 165 unit dari 290 unit populasi. Cara memperoleh data dengan kuisioner, pengamatan lapangan, dan data dari instansi terkait. Analisis data menggunakan prosedur statistik berupa analisis univariate dan analisis bivariate dengan metode Chi Square (X2) dan Koefisien Korelasi Pearson (r) Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan karakteristik sosial ekonomi dan bentuk partisipasi masyarakat di kampung pedagang dan di kampung nelayan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan drainase; (2) bentuk partisipasi masyarakat kampung pedagang dalam pembangunan infrastruktur jalan dan drainase adalah bentuk uang, sedangkan di kampung nelayan Tanjung Karang adalah bentuk non uang; (3) faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi bentuk partisipasi masyarakat di kampung pedagang adalah lama pendidikan, lama menempati rumah, dan pengeluaran ratarata perbulan, sedangkan di kampung nelayan hanya lama menempati rumah.

High population density and lack of facility and infrastructure in urban kampung have resulted in the rise of slum areas. One of the alternatives to improve the quality of environment in slum areas is through people’s participation. The form of people’s participation in development is not only in the planning but also their willingness to give financial and material support and work. In relation with this issue, the research are (1) to identify the social and economic characteristics and specific form of people’s participation in the development of slum area infrastructure in trader kampung and fishermen kampung in Mataram city, (2) to compare the specific forms of people’s participation in both kampung in relation with the implementation of the Project for Urban Poverty Alleviation (P2KP). The research applied the deductive-comparative-quantitative method and positivistic approach. Sampling method used simple random sampling and used families of trader and fishermen families as the unit of analysis. The number of sample is 217 out of 506 units of population in Babakan trader kampung and 165 out of 290 units of population in Tanjung Karang fisherman kampung. Data collected used through questionnaire, field observation, and from related institutions. Data analysis statistic procedures in the forms of univariate and bivariate analyses such as Chi Square (x2) and Pearson’s Correlation Coefficient (r) methods. The research founds that: (1) there are differences of social economic characteristics and form of people’s participation in road and drainage infrastructure development in trader kampung and in fisherman kampung, (2) the forms of people’s participation in the trader kampung is money donation, while in fisherman kampung is non-money donation, (3) the social economic factors affecting people’s participation in trader kampung consist of level of education, length of home occupation, and average monthly expenditure; in fisherman kampung is only length of home occupation.

Kata Kunci : Partisipasi, infrastruktur, kuantitatif, participation, infrastructure, quantitative


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.