Laporkan Masalah

Pemetaan perbedaan pendapat terhadap rencana pembangunan lahan parkir di bawah Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta

KARTIKO, Andri Sinung, Prof.Ir. A. Djunaedi, MUP.,PhD

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kebutuhan lahan parkir di tengah kota Yogyakarta sangat mendesak untuk dipenuhi. Oleh karena itu timbul wacana untuk membangun lahan parkir di bawah Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta. Pembangunan ini justru menimbulkan pro dan kontra. Penelitian ini mencoba menganalisis pendapat dari berbagai pihak terhadap rencana (wacana) pembangunan lahan parkir pada Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2006 sampai dengan Juli 2006 dengan indepth interview. Responden dalam penelitian ini meliputi pihak dari kerabat kraton, pemerintah, budayawan, wisatawan, pelaku usaha dan masyarakat. Pihak-pihak ini dipilih karena merekalah yang terkena dampak secara langsung pembangunan lahan parkir di bawah Alun-alun Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purpusive dan convenience. Metode convenience dilakukan terhadap wisatawan (23 responden), pelaku usaha (20 responden) dan masyarakat (20 responden), sedangkan metode purposive dilakukan terhadap kerabat kraton, pemerintah dan budayawan. Analisis hasil indepth interview dilakukan dengan metode induksi. Selanjutnya dari data yang sudah dianalisis disusun peta konflik dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi peta konflik. Pihak pemerintah, kerabat kraton, wisatawan, pelaku usaha dan masyarakat ada yang pro dan kontra terhadap rencana pembangunan lahan parkir di bawah Alun-alun Yogyakarta dan pihak budayawan menolak rencana tersebut. Sedangkan konflik yang terjadi adalah antar pihak kerabat Kraton yang pro dan kontra dengan rencana tersebut, pihak pemerintah dengan kerabat dan budayawan. Faktor pendapatan menimbulkan dua kelompok yang berbeda karena di satu sisi pendapatannya meningkat, di sisi lain pembangunan tersebut menyebabkan pendapatan menurun. Dilihat dari kenyamanan juga ada dua kelompok yang pro dan kontra. Satu kelompok memandang bahwa kenyamanan akan meningkat bila ada tambahan lahan parkir, kelompok yang lain memandang bahwa pembangunan tersebut membuat suasana tidak nyaman. Dilihat dari faktor perubahan fungsi ada pihak yang setuju dengan perubahan fungsi alun-alun menjadi lahan parkir dan ada yang menentang perubahan fungsi alun-alun menjadi lahan parkir. Hal ini berbeda dengan alasan pelestarian budaya, dimana semua pihak menentang rencana pembangunan lahan parkir.

The fulfillment of the demand of parking spaces in the central area of Yogyakarta is critical. Therefore, the idea of building a parking space beneath Alun-alun Utara Yogyakarta Palace took place. This triggers pros and contras to several parties. This research tries to analyze opinions from various parties of the idea. The data was collected in March 2006 to July 2006, by in-depth interview. The respondents of the research are royal family, government, culture experts, tourists, business participants and local society. These parties were selected as they are the ones who are directly impacted by the building of this parking space. Sampling method is done by purposive and convenience method. The convenience method is applied to the tourists (23 respondents), business participants (20 respondents) and local society (20 respondents), while the purposive method is applied to the royal family, government and culture experts. The result of in-depth interview is analyzed by inductive method. Then, from the analysis, a conflict map is made along with the factors of it. The government, royal family, tourists, business participants and the local society has both pros and contras opinion on this plan, while the culture experts disagree with it. The potential change of income becomes a major factor, because in one side it will be profitable to some parties, but for some others will be a loss. The same thing happen for the comfortability point of view, some parties will be more comfortable, when the other will not. This plan will also bring issues on culture conservation, where many parties will disagree this plan.

Kata Kunci : Lahan Parkir,Bawah Tanah,Konflik, lahan parkir, Alun-alun Utara, Konflik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.