Pengaruh pertumbuhan perumahan terhadap pemanfaatan ruang Kota Pekanbaru
NURHAENI, Reni, Ir. Gunung Radjiman, MSc
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKota Pekanbaru dengan letak geografis yang dimiliki menjadikan sebagai orientasi pembangunan bagi daerah sekitarnya sehingga tumbuh dan berkembang dengan kegiatan sekunder seperti perdagangan dan jasa yang melayani kegiatan primer daerah sekitarnya. Dengan fungsi tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah tujuan pendatang sehingga meningkatnya jumlah pendduk yang berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal. Menjawab kebutuhan tersebut dalam kurun waktu 1990 – 2002 telah dibangun 23.681 unit rumah di Kecamatan Tampan sebanyak 13.193 unit, Bukit Raya sebanyak 7.625 unit dan di Kecamatan Rumbai sebanyak 2.863 unit. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan arah perkembangan kota yang terbentuk atas perkembangan pemanfaatan ruang yang dipengaruhi oleh pertumbuhan sebaran lokasi perumahan tahun 1990 – 2002 serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang kota sebagai akibat pertumbuhan perumahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif - rasionalistik dengan metode penelitiaan deskriptif – kualitatif. Secara garis besar temuan penelitian ini sebagai berkut : Berdasarkan sebaran lokasi perumahan pada periode 1990 – 1995 membentuk pola memanjang/linier searah jalur Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang, Jalan Teratak Buluh dan Jalan Harapan Raya dan pola leap frog di daerah Rumbai. Periode 1996 – 1999 membentuk pola memanjang/linier di empat jalan utama yaitu Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang, Jalan Teratak Buluh, Jalan Harapan Raya dan Jalan Hang Tuah serta pola leap frog Rumbai. Pada periode 2000 – 2002 membentuk pola memanjang/linier yaitu mengikuti jalur Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang, Jalan Teratak Buluh, Jalan Harapan Raya dan Jalan Hang Tuah serta pola leap frog di Rumbai. Berdasarkan faktor jalan dan faktor kedekatannya dengan pusat kegiatan berpengaruh pada perubahan pemanfaatan ruang karena memberi peluang dan mendorong tumbuhnya sektor perdagangan/jasa dan tumbuhnya rumah-rumah yang dibangun secara individu di sekitar perumahan. Sebaran perumahan di tiga lokasi tersebut mengakibatkan perubahan guna lahan dari lahan kosong berupa semak belukar menjadi perumahan. Selain mengakibatkan wilayah terbangun kota menjadi semakin luas dan mengalami pemekaran yang pada akhirnya mempengaruhi arah perkembangan kota ke arah Barat, Timur, Selatan di bagian Selatan kota serta mempengaruhi struktur ruang kota. Pada periode 1990 – 1995 dan periode 1996 – 1999 membentuk struktur ruang sektor karena faktor jalan, tetapi pada periode 2000 – 2002 lebih cenderung membentuk struktur ruang banyak inti karena tumbuhnya pusat-pusat kegiatan.
Geographically, Pekanbaru city is benefited from its position as a development orientation that grows and develops secondary activities such as trading and services that serves primary activities of the surrounding areas. Such a function attracts more people to come and live in Pekanbaru and, consequently, the house demand increases. In response to the need, in the period of the year 1990 – 2002 a total of 23,681 houses were built with the distribution in Tampan District as many as 13,193 units, Bukit Raya District 7,625 units and Rumbai District 2,863 units. The aim of this research is to explain the direction of city development as a result of space use development that is influenced by the growth of housing location distribution in the year 1990 – 2002 and to reveal the factors that influence city space use as a result of the housing growth. This research employs qualitative-rationalistic approach with descriptive-qualitative research method. The main feature on the results of research, as follows : Based on housing location spread of 1990 – 2002 period forms a linear pattern in the same direction with Pekanbaru Bangkinang street, Teratak Buluh street, and Harapan Raya street and a leap frog pattern in Rumbai area. In the period of 1996 – 1999, it forms a linear pattern in four main streets, namely Pekanbaru Bangkinang street, Teratak Buluh street, Harapan Raya street, and Hang Tuah street and a leap frog pattern in Rumbai. In the period of 2000 – 2002, it forms linear pattern along Pekanbaru Bangkinang street, Teratak Buluh street, Harapan Raya street and Hang Tuah street and a leap frog pattern in Rumbai. Such factors as street location and closeness to the activity centers influence the space designation changing since they provide opportunity and support the development of trading/services sectors and the individually-built houses growth around the housing area. The housing spread in those three locations results in land use changing from vacant land to housing. The developed city area becomes wider and reaches the Western, Eastern, and Southern parts of the city and it influences the city space structure. In the periods of 1990 – 1995 and 1996 – 1999, the distribution formed sector space structure because of street factor, but in 2000 – 2002 period, it tended to form multiple nuclei space structure because of activity centers growth.
Kata Kunci : Pertumbuhan Perumahan,Pemanfaatan Ruang