Laporkan Masalah

Analisis keterkaitan ke depan dari usaha perikanan tangkap di wilayah pesisir Kota Tegal

WIDYASTUTI, Anindya, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kota Tegal merupakan salah satu wilayah di pantai utara Jawa Tengah bagian barat yang memiliki garis pantai sepanjang 7,5 km. Potensi sumber daya perikanan didominasi oleh kegiatan penangkapan ikan yang beroperasi di wilayah perairan pantai dan lepas pantai. Perairan Laut Jawa telah mengalami kondisi overfishing karena pemanfaatan yang berlebihan dan pencemaran akibat aktivitas perekonomian masyarakat pesisir. Kondisi overfishing menyebabkan produksi perikanan mengalami penurunan terutama dari segi kualitas. Oleh sebab itu perlu pengembangan usaha perikanan selain usaha penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui keterkaitan ke depan (forward linkage) dari usaha perikanan tangkap pada kegiatan ekonomi usaha kecil perikanan di wilayah pesisir Kota Tegal; (2) Mengetahui faktor-faktor pendorong perkembangan ekonomi usaha kecil perikanan yang terkait dengan usaha penangkapan di wilayah pesisir Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif rasionalistik. Instrumen penelitian berupa kuesioner, diberikan kepada para pemilik usaha kecil perikanan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keterkaitan dari usaha perikanan. Hasil analisis indikator-indikator produksi dan faktor produksi usaha perikanan menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata produksi penangkapan sebesar 4,80% per tahun telah mendorong perkembangan unit usaha pengolahan ikan rata-rata sebesar 11,05% per tahun. Peningkatan produksi penangkapan tersebut juga mendorong peningkatan produksi usaha pengolahan ikan rata-rata sebesar 20,85%, sedangkan kebutuhan bahan baku meningkat rata-rata sebesar 20,79%. Perkembangan usaha pengolahan ikan tersebut telah menyerap tenaga kerja yang meningkat rata-rata sebesar 16,80%. Peningkatan terjadi karena adanya permintaan produk olahan, bahan baku yang diolah dan proses produksi yang sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan fillet mempunyai nilai tambah yang lebih dibandingkan usaha kecil perikanan lainnya. Faktor-faktor pendorong perkembangan usaha kecil perikanan antara lain berupa peranan pemerintah sebagai koordinator dalam penetapan strategi pembangunan ekonomi masyarakat. Beberapa program yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir baik berupa bantuan modal, peralatan atau pelatihan, belum semuanya dapat menunjukkan hasil nyata karena tidak adanya data mengenai hasil pelaksanaan kegiatan yang mendukung untuk diadakannya evaluasi. Hal ini disebabkan tidak adanya kegiatan monitoring setelah pelaksanaan program. Penyediaan infrastruktur yang mendukung kegiatan perikanan dapat meningkatkan produksi perikanan di tempat pelelangan ikan, meskipun masih terdapat sejumlah produksi perikanan yang tidak melalui proses lelang.

Tegal city locates on the northern coast of Western part of Central Javawith a 7.5 km long coastline. Fish resources potential is dominated by catch-fishing activities in both on-shore and offshore areas. Java Sea is experiencing overfishing due to excessive exploitation and pollution from economic activities by inhabitants around the coastal area. This condition decreases fish production especially in terms of its quality. Consequently, it needs development of other activities than catch-fishery. This research aims to : 1) study of forward linkage of catch-fishery from small fishery business in Tegal coastal area; 2) study the factors enhancing small-scale fishery business development in relation with catchfishery in this area. It applies deductive-rationalistic approach. The research instrument includes questionnaire distributed to small-scale fishery business owners. Data analysis follows a descriptive analytical method, which aims to describe the linkage from fishery business. The result of production indicators and production factors analysis show that the average increase of catch-fishery production, which is 4.80% per year, has accelerate expansion of fish processing business unit as much as 11.05% per year. The production increase has also enhanced increase in fish processing as much as 20.85% and demand for raw material as much as 20.79%. the development of fish processing business has absorbed labour forces with an average increase of 16.80%. the increase owes to demands for processed fish, processed raw material, and simple production process. The analysis result reveals that fillet fish processing business has given better added value than ather smallscale fishery business. The factors enhancing small-scale fishery business include the government’s role as coordinator in the economic development strategy decision. Some programs which the government has carried out to improve people’s living standard in coastal area by means of providing capital, tools, and training have not shown concrete outcome due to lack of result program implementation data for evaluation. It is because nothing post program implementation monitoring. The development of infrastructure to support fishery activities can accelerate fishery production at fish-bidding centre despite the fact that not all catches are brought to the bidding process.

Kata Kunci : Sumberdaya Perikanan,Usaha Perikanan, fishery business, forward linkage, fishery production


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.