Laporkan Masalah

Kajian efektivitas implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi program pengelolaan hutan Mangrove :: Kasus Kelurahan Kariangau dan Margo Mulyo Balikpapan

YULIUS, Adry, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kawasan Teluk Balikpapan khususnya pesisir pantai Kariangau dan Margo mulyo memiliki daya tarik untuk pengembangan berbagai aktivitas, yaitu berkembang menjadi pusat pusat permukiman dan perkotaan yang diikuti oleh berbagai kegiatan perdagangan, jasa dan industri. Namun didalam pemanfaatannya diharapkan dapat memperhatikan alokasi ruang yang proporsional bagi setiap peruntukan sehingga tidak terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang dan kerusakan lingkungan. Untuk mencapai pembangunan pesisir Teluk Balikpapan secara berkelanjutan, dengan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat, dan sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan dan sumberdaya di dalamnya, maka dilakukan Implementasi program pengelolaan pesisir secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi program pengelolaan kawasan hutan Mangrove yang telah dilakukan di pesisir pantai Kelurahan Kariangau dan Margo Mulyo serta mengidentifikasikan dan mencari keterkaitan faktorfaktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi program pengelolaan kawasan hutan mangrove tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik deduktif dengan metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan dengan wawancara terhadap responden yang terlibat dalam kegiatan, observasi dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi program pengelolaan mangrove di Kelurahan Kariangau dan Margo Mulyo telah berjalan efektif. Efektifitas implementasi program dilihat dari input dan proses dalam pencapaian out put dan out come di lapangan yang sebagian besar telah tercapai dan keberhasilan implementasi program pengelolaan hutan mangrove di Kelurahan Margo Mulyo lebih baik di bandingkan pelaksanaan di Kelurahan Kariangau, penilaian ini berdasarkan pencapaian nilai out put yaitu penambahan tegakan dan luasan serta tingkat kesadaran masyarakat dan pencapaian nilai out come yaitu peningkatan kondisi sosio-ekonomi melalui indikator tambahan penghasilan dari alternatif pemanfaatan hutan mangrove. Sedangkan faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan pada dua lokasi penelitian adalah sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, koordinasi dan komunikasi, alokasi dana serta adanya peraturan. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya : (1) usaha pemerintah daerah dalam upaya peningkatan keberhasilan Implementasi program pengelolaan hutan mangrove pada masa yang akan datang dengan penetapan peraturan yang lebih bersifat lokal (PERDA), konsistensi terhadap peraturan serta penegakan hukum terhadap pelangaran yang dilakukan, (2) adanya pengalokasian dana pada kegiatan rehabilitasi yang bukan hanya terfokus untuk kegiatan penanaman saja, tetapi juga dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan atau penyulaman tanaman, (3) kegiatan monitoring dan evaluasi sebaiknya dilakukan lebih intensif agar dapat menjaga kelestarian dari pengelolaan hutan mangrove yang telah dicapai, bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah namun juga perlu adanya keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) sehingga pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan dapat terwujud.

Teluk Balikpapan resort-especially the Kariangau and Margo Mulyo coastal areahas potencies to be developed for various activities, for instance into centers for settlement and city which will trigger follow-up activities such as trade, service, and industry. However, it is expected that the implementation consider proportional space allocation for all uses to avoid overlaps in spatial use and degrading environment quality. Consequently, it needs an integrated program of coastal area, which will give optimum economic benefit for the Regional Government and society, and at the same time preserve its environment and resources quality. The research aim to analyze the effectiveness of mangrove forest management program carried out in the coastal area of Kariangau and Margo Mulyo villages and to identify and the understand relations among the factors affecting the effectiveness of this program. It uses a rationalistic, deductive paradigm through descriptive, qualitative method. It conducts interview with respondents participating in the program activities, observation, and secondary data collection. The mangrove forest management program in Kariangau and Margo Mulyo villages has been implemented effectively. The effectiveness is evident from the input and process in achieving the output and outcome, which show that most are successfully accomplished. The program implementation in Kariangau village is better than in Margo Mulyo village as seen from the output value, i.e., the number of trees and area coverage, as well as people’s awareness, and the outcome value, i.e., improvement in socio-economic condition as identified by an indicator of income increase from making use of mangrove forest. Factor affecting the success include human resources, people’s participation, coordination and communication, budget allocation, and regulation. The research proposes the following recommendations, i.e., the needs for 1) efforts by the regional government to improve the success of program implementation in the future by issuing by laws (regional regulation), maintaining the consistency of regulation and enforcement for any violation; 2) budget allocation for rehabilitation activities, which focuses not only on planting, but also on caring and replacing activities; 3) more intensive monitoring and evaluation in order to maintain the program sustainability; it should not rely on the government only, but also involve the people and stakeholders to make sure the achievement of a sustainable mangrove forest management.

Kata Kunci : Efektifitas, Implementasi, Pengelolaan Hutan Mangrove, effectiveness, implementation, mangrove forest management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.