Analisis pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove :: Kasus Desa Bantan Air dan Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau
YANTO, Heri, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKondisi hutan mangrove dan laju abrasi di pesisir Pulau Bengkalis cukup mengkhawatirkan. Guna menanggulangi masalah tersebut Pemerintah dan masyarakat merehabilitasi hutan mangrove, yang salah satunya dilakukan dengan penanaman Api-api (Avicennia marina) baik secara swadaya maupun proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove di desa Bantan Air dan desa Jangkang serta menemukan faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan/ketidakberhasilan rehabilitasi hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kualitatifkuantitatif dan analisis deskriptif empirik, yang dilakukan dengan wawancara dengan masyarakat yang terlibat secara langsung dalam rehabilitasi, observasi dan uji statistik. Dalam observasi dilakukan pengukuran terhadap vegetasi hutan dan kualitas perairan mangrove. Melalui pendekatan ini diharapkan bisa lebih dalam untuk menggambarkan dan menganalisis pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove. Hasil rehabilitasi hutan mangrove di desa Bantan Air menunjukkan adanya perbaikan tegakan mangrove, kualitas air dan pengurangan laju abrasi, sedangkan di desa Jangkang tidak. Faktor yang berpengaruh terhadap perbaikan tersebut adalah sejarah/kondisi internal komunitas, ketrampilan dan pengalaman masyarakat, pemahaman manfaat, tujuan dan fungsi hutan mangrove, motivasi dan peran pemimpin lokal, adanya dukungan kelembagaan dalam proses rehabilitasi, keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan dan pengawasan saat kegiatan maupun pasca penanaman, serta waktu kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan. Sedangkan faktor yang menghambat keberhasilan rehabilitasi hutan mangrove adalah waktu pelaksanaan kegiatan/proyek dari pemerintah yang tidak tepat, prakondisi proyek dan masyarakat yang belum siap khususnya dari sisi kesejahteraan masyarakat, dan kurangnya kesinambungan kegiatan rehabilitasi hutan mangrove. Penelitian ini merekomendasikan, dalam merehabilitasi hutan mangrove perlu adanya : (1) penyesuaian mekanisme proyek terhadap karakteristik wilayah (musim gelombang) dan masyarakat, (2) penyiapan prakondisi proyek dan masyarakat dengan peningkatan life skill bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya sesuai potensi sumberdaya lokal, dan (3) jaminan kesinambungan rehabilitasi hutan mangrove
The condition of costal abrasion and mangrove in Bengkalis marine’s island is in such apprehensive. Government and local community did mangrove rehabilitations to solve this problem, one of them was done by planting Api-api (Avicenna Marina) that did by communities self-supporting and by project. Goals of this research are to describe the mangrove rehabilitation in Bantan Air and Jangkang Village and to find the factors that influence the success/failure of this effort. This research use qualitative and quantitative deductive method and empiric descriptive analyze, which did by interview to the local community who direct participation to the rehabilitation effort, observation and statistic test. In that observation was done measurement to the vegetation and to the quality of mangrove’s marine. By using this method, it is hoped than it can describe and analyze the mangrove’s rehabilitation deeper. The outcomes of the mangrove rehabilitation in Bantan Air showed both increasing of the mangrove standing and marine quality, and decreasing of the abrasion. The factor that influence to the succession of the mangrove rehabilitation are internal community condition, skill and experience of the community, understanding to the mangrove rehabilitation’s goals, aims and function, local leader’s motivation, mangrove organization’s supporting, local community awareness for maintenance and supervision both in implementation and post implementation, beside that time for planting the mangrove that suitable to the natural environment’s condition. The factors that make failure of mangrove rehabilitation are government project’s timing unsuitable with optimum mangrove growth’s condition, pre project condition and community unready to do this effort especially community’s welfare and mangrove rehabilitation is not sustainable. This research recommendation for mangrove’s rehabilitation are: 1) project mechanism must appropriate to the community’s characteristic and local condition (natural environment), 2) pre project condition and community must be prepared by increase the community’s life skill for community welfare which appropriate with local resources and 3) mangrove rehabilitation must sustainable.
Kata Kunci : Hutan Mangrove,Rehabilitasi, Mangrove’s Rehabilitation, Implementation, Participation