Laporkan Masalah

Paradoks program transmigrasi lokal di desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo

PRIYONO, Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Pembangunan permukiman transmigrasi Model Ring l Bugel di Kabupaten Kulon Progo berlokasi di kawasan pantai selatan yang memiliki potensi sumber daya perikanan laut dan pertanian lahan pasir.Para transmigran berasal dari desa-desa di Kabupaten Kulon Progo dengan berbagai latar-belakang sosial-ekonomi. Permasalahan pokok yang dihadapi oleh para transmigran adalah belum mantapnya kehidupan dan penghidupan di permukiman transmigrasi lokal. Persepsi adalah proses menerima informasi dari lingkungan dan bukan sekedar penginderaan tetapi penafsiran yang terjadi secara langsung dan holistikBerdasarkan substansi persepsi maka persepsi timbul dikarenakan faktor internal dan eksternal akibatnya dapat memunculkan berbagai fenomena paradoksPengkajian paradoks bukan membicarakan sesuatu yang statis,melainkan proses dan pergerakanBerdasarkan pemikiran dialektika maka paradoks dapat terjadi melalui konflik dan keberlawanan sehingga kontradiksi dalam diri individu maupun situasi menjadi panduan dan dasar pertimbangan terhadap sesuatu yang sedang terjadiKarakteristik paradoks penuh dengan kompleksitas,dengan demikian proses ini bisa terus bergerak dalam bentuk zigzag atau spiral. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi fenomena paradoks yang berhubungan dengan implementasi program transmigrasi lokal dan menemukan faktor-faktor yang melatar-belakangi paradoks dalam upaya pengembangan kawasan pantai Bugel. Penelitian dilakukan secara induktif dengan metode kualitatif naturalistik yang berlandaskan paradigma phenomenologi. Unit amatan dalam penelitian ini adalah persepsi transmigran dalam pemanfaatan sumberdaya pantai.Unit analisis berupa tema-tema yang mengemuka dalam berbagai paradoks yang terkait dengan implementasi program transmigrasi lokal.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,observasi dan dokumentasi.Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan selanjutnya berkembang dengan snowball sampling. Penelitian ini menemukan bahwa dalam implementasi program transmigrasi lokal dengan pola tani-nelayan terdapat fenomena paradoks konflik,dilema- tis,kontr'adiktip dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Hasil analisa abstraksi konseptual memunculkan tiga paradoks dalam pembangunan program transmigrasi lokal yang berpusat pada pengembangan sektoral dan kewilayahan sebagai berikut (l). Kesenjangan antara kemampuan transmigran dalam beradaptasi dengan realita ketidak-konsistenan implementasi program transmigrasi,(2)Kesenjangan antara perubahan karakter transmigran dalam mensikapi strategi ketahanan bermukim dengan dilema program transmigrasi lokal,(3)Kesenjangan antara dinamika sosial- ekonomi transmigran pada proses interaksi sosialdengan konflik nelayan.

The transmigration settlement development of Ring I Model in Bugel, Kulon Progo regency is performed at southern coast area with marine fishery resource and coastal-land agriculture potentials. The transmigrants come from several villages of Kulon Progo regency with various social-economic backgrounds. Main problem that they encounter involve less-established life and occupancy in local transmigration settlement. Perception is a process of receiving information from environment and it does not merely involve sensing, but also interpreting activities in direct and holistic ways. According to perception substance, perception occurs due to internal and external factors; it presumably, hence, creates various phenomenal paradox. Paradox investigation does not discuss static item, rather it considers process and movement. Based on dialectical reasoning, paradox presumably occurs through conflicts and contradictions; individual contradiction and situation, therefore, turn out to be guidance and consideration groundwork for things taking place. Paradox characteristics are full with complexity; such a process, hence, continually moves in zigzag or spiral fashions. The present research aims to identify phenomenal paradox related to the implemented program of local transmigration and examine underlying factors to perform Bugel coastal area development. This research is inductively carried out using naturalistic-qualitative method based on phenomenological paradigm. Observed units in this research involve transmigrants’ perceptions in implementing coastal resources. Unit Analysis units consist of themes appeared in various paradox related to implemented local transmigration program. Data are collected through in-depth interviews, observation and documentation. Sampling is purposively carried out and then developed through the use of snowball sampling method. It is found that during implemented local transmigration program using farmer-fishermen pattern, there are phenomenal paradox of conflicts, dilemmatic, contradictive and influencing factors. Results analysis on conceptual abstracts produced three paradox in local transmigration program development centered at following sectoral development and area: (1). Gap between transmigrants’ adaptation capability and reality involving inconsistently implemented transmigration program; (2)Gap between changes of transmigrants’ characters in treating the strategy of living survival and dilemma of local transmigration program, (3)Gap between social-economic dynamics of transmigrants during social interaction process and fishermen conflicts.

Kata Kunci : Program Transmigrasi,Persepsi Transmigran, implemented program of local transmigration, transmigrants’ perception, phenomenal paradox


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.