Laporkan Masalah

Water Vending System (WVS) :: A Case study of Rembang City Central Java Indonesia

JUNIARNO, Endhi, Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Tesis ini concern terhadap system distribusi air melalui penjual air keliling, dan bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang penyedia air di luar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Penelitian ini hanya terbatas pada 15 desa perkotaan di kota Rembang, Jawa Tengah-Indonesia. Besarnya sampling adalah 2%, dimana 195 rumah tangga secara proporsional dipilih sebagai responden penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk Rembang telah terbiasa menggunakan berbagai jenis sumber air, seperti dari sambungan rumah tangga (PDAM), sumur dangkal, sumur urriurn, hidran urnurn, penjual air keliling, bahkan dari air kemasan yang dijual dengan harga yang sangat mahal. Sebagian besar penduduk Rembang mengkonsurnsi air dari penjual air keliling untuk keperluan minuet dan atau masak. Rata-rata prosentasi pengeluaran untuk air keliling per rumah tangga adalah sebesar 2.2% dad total belanja bulanan dan konsumsi air keliling per bulan per capita per hari sebesar 3.19 liter. Besarnya konsumsi air keliling secara signifikan dipengaruhi oleh besarnya pengeluaran bulanan, ukuran rumah tangga dan bagaimana responden memprioritaskan air keliling. Walaupun demikian, telah ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara besarnya. konsumsi air keliling dengan kernampuan menabung maupun dengan tingkat kecukupan pendapatan. Secara umum, pendapat konsumen terhadap air keliling sangat Berkaitan dengan kualitas air keliling, setidak-tidaknya 99.35% responden mengatakan bahwa kualitas airnya balk, 92.81% responden merasa peas dengan pelayanan dari penjual air keliling, 94.77% responden mengatakan bahwa air keliling mudah didapat, 82.35% responden mengatakan bahwa air keli ling selalu tersedia, 91.50% responden yakin bahwa air dad penjual air keliling aman untuk dikonsumsi, dan 73.85% responden mengatakan bahwa harga air keliling murah sampai dengan sedang. Para pelaku dari penjualan air keliling terdiri dari pemilik sumur komersial, penjual air keliling(truck/colt, tossa, becak, gerobak dan sepeda) dan beberapa kiosidepot air minute. Besarnya modal, asset dan keuntungan bervariasi antara yang sate dengan yang lain. Dengan melihat pelayanan dari penjual air keliling yang mampu inerespon dan menyediakan pilihan akan air bersih dan layak ininurn bagi penduduk kota Rembang, memberikan pendapatan bagi beberapa orang yang terlibat di dalamnya, dan mampu menciptakan kesempatan ketja, tampak bahwa penjualan air keliling di kota Rembang memiliki peran yang signifikan dalam distribusi air layak minum

The thesis concerns with Water Vending System, and is aimed at giving a clear picture of informal water provider beyond a Water Agency (PDAM). The research is limited to 15 urban villages in Rembang city, Central Java-Indonesia. 2%-sampling was chosen whereby 195 households from 15 urban villages proportionally became the respondents of this research. The Research findings show that Rembang citizens have been accustomed to using many sources of water e.g. from Household connection (PDAM), shallow well, public well, public hydrant/tap, vendor water even from bottled water, which is sold in a very expensive price. Mostly, Rembang citizens consume vendor water only for drinking and/or cooking. In average, the expenditure percentage for vendor water per household is 2.2% of monthly expenditure and the magnitude of vendor water consumption per capita per day is 3.19 litres. The magnitude of vendor water consumption is significantly influenced by the level of monthly expenditure, by the household size and by how respondents prioritise vendor water. Nonetheless, it is found that there is no relationship between the magnitude of vendor water consumption and either saving ability or income sufficiency. In general, consumer’s opinion towards water vendor is very positive. Regarding the quality of vendor water (taste, smell and colour), at least 99.35% respondents said that the quality is good, 92.81% respondents are satisfied with the service from vendor, 94.77% respondents said that water from vendor is easy to get (accessible), 82.35% respondents said that vendor water is always available, 91.50% respondents convinced that water from vendor is reliable and safe to consume, and 73.85% respondents said that the price of vendor water is cheap or fair. The actors of water vending comprise commercial well owners, water vendors (truck/minivan, tossa, pedicab, push-carter and water bicyclers) and some water kiosks. The amount of capital, assets and profit varies from one to another. By looking at the service of water vendor who is able to respond and provide another alternate of clean and drinkable water for Rembang citizens, generate income for many people involved in it, and able to create job opportunity, seems that water vending in Rembang city has a significant role in delivering drinkable water.

Kata Kunci : Water, Water vending, Water vending system, Air, Air Kellling, Penjualan air keliling


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.