Laporkan Masalah

Kinerja pengelolaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ota Pekanbaru

SYUKRI, M, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kinerja pengelolaan air bersih PDAM Kota Pekanbaru masih belum optimal, banyaknya permasalahan teknis maupun non teknis yang belum dapat teratasi dengan baik menyebabkan timbulnya keluhan keluhan dari masyarakat / pelanggan air bersih di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja pengelolaan air bersih dan fakor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pengelolaan air bersih PDAM Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis kualitatif. Penggunaan metode ini untuk mendapatkan gambaran mendalam tentang kinerja pengelolaan air bersih PDAM Kota Pekanbaru berdasarkan data sekunder dan hasil wawancara dengan responden. Hasil analisis dari penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: pertama, pelaksanaan kinerja teknis masih rendah yang diukur dari: jumlah produksi air baku hanya 50,41%, distribusi air bersih 49,74%, air yang terjual 41,73%, dan tingkat kebocoran air mencapai 58,26%, serta kualitas air bersih yang dihasilkan belum sesuai standar kualitas air bersih. Hal ini disebabkan oleh fasilitas pendukung pada bangunan pengumpul (sadap), bangunan pengolahan (penjernihan), dan jaringan transmisi distribusi yang secara teknis kondisinya sudah tua dan kurangnya pemeliharaan / perawatan terhadap fasilitas pendukung tersebut, tingginya beban kerja karyawan dan kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas. Kedua pelaksanaan kinerja non teknis juga masih rendah yang diukur dari: tingkat penanganan sambungan baru rata-rata lebih dari 18 hari, komplin pelanggan penyelesaiannya lebih dari 3 hari yang disebabkan oleh tingginya beban kerja karyawan dan kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas dan panjangnya prosedur birokrasi, tingkat efisiensi penagihan hanya 49% yang menunjukkan kurangnya kesadaran pelanggan dalam membayar rekening, dan prosentase cakupan layanan hanya 17%, hal ini disebabkan oleh kurangnya sebaran jaringan perpipaan dan kebijaksanaan pemerintah yang kurang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kinerja pengelolaan air bersih PDAM Kota Pekanbaru adalah dengan menjalin hubungan yang lebih baik antara pihak PDAM dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam rangka peningkatan pelayanan dan optimalisasi pengelolaan air bersih yang sedang diprogramkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, meningkatkan pengawasan, menegakkan disiplin dan motivasi kerja dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta diperlukannya dukungan yang lebih konkrit dari Pemerintah Kota Pekanbaru baik terhadap usaha penyesuaian tarif maupun perlunya upaya perubahan status badan usaha PDAM agar lebih leluasa dalam pelaksanaan pengembangan pengelolaan air bersih pada masa mendatang

The management performance of Pekanbaru PDAM is not optimum. Both technical and non-technical problems that the company is unable to deal with have caused complaints from the society/subscribers in Pekanbaru city. The research aims to address this issue and investigate the company management performance including the factors affecting its performance. It uses descriptive method and qualitative analysis technique. The method is intended to obtain an explorative description on clean-water management performance of PDAM in Pekanbaru based on secondary data and data from interview with respondents. The research formulates the findings in the followings. First, the implementation of technical performance remains low as exhibited by the amount of standard water production that is only 50.41%, clean water distribution that is 49.74%, sold water that is 41.73%, and water leakage level that reaches 58.26%. Meanwhile, the quality of its clean water falls short behind the standard. These conditions result from poorly maintained and old facilities in the collecting house, purifying house, and distribution transmission network, overloaded staff, and lack of good quality human resources. Second, the non- technical performance is also low as seen from new installation handling that takes an average 18 days and slow handling of complaints, that usually takes 3 days. Overload and short-staff, and lengthy bureaucracy account for such low performance; the rate of billing that is only 49% shows subscribers’ low awareness for paying the bills, and the service coverage that is only 17% owing to poorly-distributed pipeline and less conducive government policy are other causes. The research concludes that it is urgent to take concrete steps to improve PDAM performance, such as building a better relation between PDAM and the Pekanbaru municipal government for service improvement and clean-water management optimization which is now under the government program, improving monitoring, enforcing discipline and work motivation by giving attention to employees’ welfare, and improving human resource quality. In addition, it needs a more concrete support from the government for tariff adjustment and a change in its status in order to give more autonomy in the development of clean-water management in the future.

Kata Kunci : PDAM,Kinerja Pengelolaan,Air Bersih, performance, management, clean water, human resource


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.