Laporkan Masalah

Evaluasi implementasi proyek inovasi manajemen perkotaan pekerjaan pemberdayaan sektor informal pedagang kaki lima Kota Magelang

SETYADI, Iwan Triteny, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Keberadaan Pedagang Kaki Lima di satu sisi menimbulkan berbagai konflik kepentingan baik antara pedagang dengan pemerintah maupun pedagang dengan masyarakat. Di sisi lain keberadaan Pedagang Kaki Lima juga berfungsi sebagai katub penyelamat terhadap gejolak sosial dan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Menyadari kondisi demikian, pemerintah Kota Magelang bekerja sama dengan Bank Dunia dan Pemerintah Pusat mengadakan kegiatan penataan pedagang kaki lima melalui Proyek Inovasi Manajemen Perkotaan Pekerjaan Pemberdayaan Sektor Informal Pedagang Kaki Lima Kota Magelang. Dalam implementasinya, proyek IMP diindikasikan gagal mencapai target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) efektivitas implementasi proyek, dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas implementasi proyek. Macam penelitian ini merupakan studi evaluasi yang menggunakan metode berpikir deduktif-kualitatif dan bersifat rasionalistik. Lokus penelitian adalah pada kelima lokasi target proyek, sedangkan sebagai sumber informan adalah PKL yang dahulu mendapatkan bantuan proyek. Metode dan teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi proyek IMP menunjukkan kinerja yang kurang berhasil karena tidak tercapainya hasil yang diharapkan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kurang berhasilnya implementasi proyek yaitu: 1) kurangnya komunikasi dan koordinasi baik antara pelaksana dengan PKL maupun antar pelaksana, 2) rendahnya tingkat partisipasi PKL mengakibatkan kurangnya rasa memiliki dan dukungan PKL, 3) lemahnya SDM baik pelaksana maupun PKL, 4) permasalahan kelompok target, 5) kurangnya dukungan regulasi, dana dan peralatan serta kelembagaan, dan 6) kondisi ekonomi, sosial dan politik. Penelitian ini menyimpulkan: implementasi kebijakan pengelolaan pedagang kaki lima yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Magelang, khususnya kegiatan proyek IMP Pekerjaan Pemberdayaan Sektor Informal Pedagang Kaki Lima tidak mencapai hasil yang diinginkan karena teori dan konsep proyek kurang lengkap atau terlalu umum sehingga mengakibatkan penanganan PKL hanya ditekankan pada aspek fisik saja, tidak dilaksanakan secara komprehensif serta adanya kelemahan baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan

The existence of sidewalk sellers (PKL) on one hand creates conflict of interest either between the sellers and the government or the seller and the community. On the other hand, this informal sector functions as a savior from social turmoil and absorbs plenty number of workforce. Realizing such a condition, the government of Magelang city in cooperating with the World Bank and the Central Government organizes the sidewalk sellers through the Urban Management Innovation Project of Sidewalk Seller Informal Sector Empowerment in Magelang City. In its implementation the project had indicated failed to achieve the expected target. This research aims to: 1) understanding the effectiveness of project implementation, and 2) find out factors influencing the project implementation effectiveness. This research employed rationalistic and deductive-qualitative method. The locus of the research includes five project target locations where sidewalks sellers received the project grant. Analysis was done by using descriptive-qualitative method. The research shows that the implementation of Urban Management Innovation project was not effective because it failed to achieve the expected results. Factors that influenced the failure of the project implementation are: 1) lack of communication and coordination between the implementer and the sidewalk sellers and inter implementers; 2) lack of participation of the sidewalk sellers caused lack of sense of belonging and supporting; 3) weak human resources both at implementer and sidewalk sellers sides; 4) target group problems; 5) lack of regulation, fund, equipment and institutional supports, and 6) economy, social, and political situations. This research concludes that sidewalk seller management policy implementation executed by the government of Magelang city, especially the project of Urban Management Innovation Sidewalk Seller Informal Sector Empowerment failed to reach the goals and targets since the concept employed to the project too general and was not complete. Thus the sidewalk seller management only emphasizes on physical aspect. The project was not implemented comprehensively. Planning, implementation, and post-project management were quite weak.

Kata Kunci : Kebijakan Perkotaan,Sektor Informal,Pedagang Kaki Lima, concept, comprehensive, continuity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.