Aspek spatial kejahatan perkotaan :: Studi kasus Kta Makassar
SYAM, Alfian Afandy, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahBeberapa tahun belakangan ini kejahatan perkotaan semakin memperlihatkan kecenderungan peningkatan. Semakin bertambahnya penduduk kota yang tidak diiringi dengan peningkatan kesejahteraan membuat tingkat kemiskinan semakin meningkat di Kota Makassar, efek langsungnya terlihat dengan densitas yang semakin tinggi disertai munculnya perumahan-perumahan kumuh. Hal ini menjadi push factor bagi tingginya intensitas kejahatan di perkotaan. Mengkaji hubungan antara kejahatan yang terjadi di perkotaan dengan karakteristik spasial kota menjadi tujuan utama dari penelitian ini. Dengan pemahaman tentang faktor penyebab dan hubungan-hubungannya maka diharapkan penelitian ini akan menjadi input dalam perencanaan kota dimasa akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif dengan pengamatan secara empirik melalui observasi, pengukuran dan wawancara mendalam. Fenomena kejahatan yang terjadi di Kota Makassar dipengaruhi oleh kemiskinan, penggunaan lahan, densitas penduduk dan pemukiman, serta sistem pencegahan kejahatan (crime prevention). Bisa saja hanya satu faktor dari yang disebutkan di atas yang mempengaruhi intensitas kejahatan, tetapi kebanyakan dari fenomena di lapangan memperlihatkan beberapa faktor yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain. Misalnya faktor spatial pattern, kemiskinan dan crime prevention-nya. Intensitas dan ragam kejahatan yang terjadi di setiap bagian kota berbeda-beda. Daerah kampus didominasi oleh tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor dan penganiayaan berat (efek dari tawuran mahasiswa), pemukiman padat didominasi oleh Penganiayaan berat, kompleks pelabuhan dan perdagangan oleh pencurian dengan kekerasan dan kompleks hiburan malam, wisma dan kost di dominasi oleh penyalahgunaan narkotika dan pencurian dengan kekerasan. Pelajaran yang bisa diambil dari penelitian ini adalah karakter penggunaan lahan sangat mempengaruhi jenis kejahatan yang terjadi. Selain itu keberadaan pospos polisi yang tepat sangat mempengaruhi intensitas kejahatan. Keberadaan tamantaman kota (public space) sangat diperlukan untuk membangun interaksi antar warga masyarakat. Interaksi ini diperlukan untuk meningkatkan solidaritas dan membangun â€kekebalan†komunitas terhadap kejahatan.
In the last couple years, urban crimes were showing increasing number in Makassar city. The increasing number of poor migrants to the city makes the poverty level increase. The direct effect of this condition is decreasing quality of urban settlement. Such condition becomes the push factor for the high crime intensity in urban areas. The main objective of this research is to study the relationship between urban crime and urban spatial characteristics. By understanding the possible relations between urban crime and spatial characteristic of the city, this research may provide input for better urban planning in the future. This research employed explorative method, through observation, secondary data and in-depth interview. The research found that urban crime in Makassar city is influenced by several factors including poverty, land use, housing densities, and crime prevention system. Those factors are dynamically influenced the degree of urban crime in one specific area. Crime intensity and variation in one area is different than that in other area. Campuses are dominated by motor-theft and violence crimes (as the effect of student quarrel); dense settlement is dominated by violence; harbor and trading complexes by theft with violence; and night amusement complex, motels and dormitories are dominated by drug abuse and theft with violence. The lesson that can be taken from this research is that character of the land use influences types of crime. Besides, the existence of police stations at the right places influences crime intensity. Public spaces are needed to build interaction among members of the society. This interaction is needed to increase solidarity and build community “immunity†against crime.
Kata Kunci : Perkembangan Kota,Tindak Kejahatan, urban crime, spatial aspect, poverti