Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan stimulan Pemberdayaan Kasyarakat Kelurahan (PMK) di Kelurahan Bausasran dan tegalpanggung Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta

SUPRIH, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Sejak tahun 2002, Pemerintah Kota Yogyakarta telah merencanakan program pemberdayaan masyarakat, bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan. Empat tahun setelah implementasi program ini, tingat partisipasi masyarakat dalam program tersebut menunjukan tingkat yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan yang disebut PMK (Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan di Yogyakarta) dan untuk mengetahui faktor- faktor yang berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Penetitian ini mengkaji dua studi kasus, Kelurahan Bausasran dan Tegalpanggung, yang telah menerima bantuan dana dari pemerintah pada tahun 2005. Penelitian ini menggunakan cara kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Bausasran dan Tegalpanggung termasuk tinggi. Tetapi derajat partisipasi masyarakat sendiri bervariasi pada masing-masing tahap. Pada tahap perencanaan, tingkat partisipasi masyarakat Bausasran lebih tinggi dari pada masyarakat Tegalpanggung. Dalam kontribusi keuangan, tingkat partisipasi masyarakat Bausasran lebih rendah dari pada Tegalpanggung. Dua faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di kedua kelurahan tersebut adalah : fartor individu dan komunitas, selanjutnya kepemimpinan masyarakat adalah faktor kedua yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di dua kelurahan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan bahwa capacity building bagi masyarakat diperlukan. Disamping hal tersebut, upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat juga sangat penting

The Yogyakarta Municipal Government implemented the Community Empowerment Program in 2002, which aims at sustainable development. Four years after its implementation, the community members show participation at different levels. The research aims to investigate the people’s participation level in Community Empowerment Program (PMK) in Yogyakarta and the factors affecting their participation. It conducts 2 case studies, i.e., in Bausasran and Tegalpanggung which received grant from the government in 2005. It adopts qualitative and quantitative methods and collects data from observation and interview. The research results show that the community members participate in the program at a quite high level. However, their participation varies at each stage. At the planning stage Bausasran community gave a higher participation than Tegalpanggung community, but in terms of financial contribution Bausasran community gave a lower participation than Tegalpanggung community. Two factors affect the participation, namely individual and community factor and community leadership factor. The research recommends that capacity building for the community be conducted and efforts for participation improvement be considered.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan,Partisipasi Masyarakat, Community, participation and stimulant


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.