Pengelolaan sumberdaya alam berbasis komunitas lokal di Kampung Yoka Tepi Danau Sentani
IMBIRI, Antonius, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahSumberdaya alam merupakan bagian dari ekosistem, yaitu tempat berlangsungnya hubungan antara mahluk hidup dengan alam. Hubungan tersebut harus dapat memberikan manfaat baik bagi makhluk hidup maupun bagi alam itu sendiri. Kondisi ini merupakan prasarat keberkelanjutan alam dan manusia.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktek pengelolaan sumberdaya alam yang berbasis komunitas lokal di kampung Yoka tepi danau Sentani. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif eksploratif dengan tujuan untuk menemukan informasi yang mendalam tentang masyarakat kampung Yoka dan sumberdaya alam yang ada pada mereka serta teknik-teknik pengelolaan dan strategi-strategi yang digunakan, sehingga sumberdaya alam tersebut tetap terjaga kelestariannya. Penelitian ini menemukan bagaimana masyarakat kampung Yoka menetapkan sumberdaya alam kedalam zona-zona pemanfaatan sesuai dengan bentuk dan fungsi dari sumberdaya alam yang berada dalam teritori mereka yang disebut dengan hak ulayat. Sedangkan mekanisme pengelolaan, pemanfaatan dan pelestariannya diatur oleh norma dan nilai-nilai adat setempat. Pengelolaan sumberdaya alam dengan konsep-konsep lokal dan sederhana ternyata lebih adil dan memberikan perlindungan atau proteksi sehingga sumberdaya alam berupa perairan (danau), rawa dan lahan daratan tetap terjaga keberadaannya. Meskipun demikian tidak dapat dihindari pula telah terjadi perubahan-perubahan penggunaan lahan dan luas pemilikan lahan. Ancaman perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan kota secara pelan tapi pasti, ikut mempengaruhi perubahan nilai dalam masyarakat serta perubahan fisik lahan yang saat ini tengah berlangsung di kampung Yoka. Dampaknya adalah berkurangnya lahan hutan sagu, dan tanah ulayat masyarakat, pencemaran air danau Sentani serta proses sedimentasi karena pembangunan perumahan dan penambangan pasir dan batu pada bagian hulu DAS Kamp Wolker.Betapapun luas dan beragamnya sumberdaya alam yang dimiliki oleh masyarakat kampung Yoka saat ini, dan dengan berkaca pada kondisi yang tengah berlangsung, pemerintah diharapkan untuk ikut memberikan perlindungan agar tidak melakukan penetrasi sepihak,hal ini penting karena pada akhirnya masyarakat akan menjadi korban dengan hilangnya sumberdaya alam yang dimilik. Akhirnya yang dibutuhkan adalah proses dialog agar dapat dicapai pendekatan pembangunan yang dialektik, antara pemerintah dan masyarakat, antara pendekatan-pendekatan formal dengan kearifan masyarakat lokal
Natural resources is part of the ecosystem, is this the area where the relationships among human and the environment happened. Such relations are reciprocal and dependent each other. Reciprocal relatives between human and environment is prerequisite for sustainable development. The aim of the research is to examine the local base resource management in Yoka village at the edge of Sentani lake. The research approach was descriptive explorative. The methods used in this research were field observation and indeepth interviews with community. The research found how local community determine the uses of natural resources into several uses and function and all are under Hak Ulayat or traditional rule. In this context the implementation of such rule is control by local norm and traditions. Such norm and traditions provide fairness and equal for the local people. Further, local norms and traditions also guarantee more sustainable uses of the natural resources. However, modernization and urbanization also bring more pressures to the area. Not only the such norms and traditions are question, some local resources are now in the hands of non-local community. Further, some environmental problems are also occur in the area. The fact that the existing natural resources in Yoka village are under pressures, it is important for the community and local government to increase their effort to protect the environment. In this context, what is needed is a fair dialoque between local community and local government and between local norms and formal/government rules/laws.
Kata Kunci : Pengelolaan Sumberdaya Alam,Pemanfaatan Ruang, Natural Resources Management, Community, Local wisdom