Laporkan Masalah

Analisis usaha pengolahan kayu CV. Anugerah Sarana Teknik Kayu Makassar

SUHENDRO, Agus, Dr.Ir. Slamet Hartono, SU.,M.Sc

2006 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan pengolahan kayu CV. Anugerah Sarana Teknik Kayu di Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan dengan tujuan untuk (a) Mengetahui kelayakan usaha pengolahan kayu CV. Anugerah Sarana Teknik Kayu; (b) Mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai oleh CV. Anugerah Sarana Teknik Kayu, agar usaha tidak mengalami kerugian dan (c) Mengetahui pengaruh perubahan harga input dan output tehadap kelayakan usaha. Hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah (1) diduga volume dan nilai penjualan yang dilakukan lebih tinggi dari tingkat penjualan minimal; (2) diduga secara finansial, investasi pada usaha pengolahan kayu ini layak untuk dilakukan; (3) diduga perubahan harga input dan output berpengaruh terhadap kelayakan usaha pengolahan kayu. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah laporan keuangan dan data penjualan selama tahun 2005. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan metode accounting. Untuk mengetahui titik impas diukur dengan analisis Break Even Point (BEP), sedangkan analisis kelayakan financial diukur dengan indikator Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Internal rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI). Untuk mengetahui kepekaan usaha pengolahan kayu ini terhadap perubahan biaya variabel dan penjualan dilakukan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar usaha pengolahan kayu ini tidak mengalami kerugian adalah sebesar 111,47 m3 dalam satu bulan dengan nilai sebesar Rp.437.000.811,-. Hasil analisis finansial memberikan hasil payback period (PP) yang lebih kecil dari umur investasi yaitu selama 3,196 tahun atau 3 tahun 2 bulan dan 10 hari dengan jumlah penjualan kayu 28.238,9 m3, net present value (NPV) yang positif yaitu sebesar Rp.1.931.205.859,-, internal rate of return (IRR) yang lebih besar dari tingkat suku bunga yang diberikan yaitu sebesar 17,04 %, dan profitability index (PI) yang lebih besar dari 1 yaitu 1,217. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pengolahan kayu ini layak untuk dilakukan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha pengolahan kayu ini sudah tidak layak untuk dilakukan dengan adanya kenaikan biaya variabel maupun penurunan harga jual sebesar 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini sangat sensitif terhadap adanya perubahan biaya dan harga.

This study was carried out in timber processing company at CV. Anugerah Sarana Teknik Kayu in Makassar Country South Celebes Province, aiming to find out (a) the financial reliability; (b) the minimum level of sale at break even point and (c) the input and output level of the company at reliable of this business. The hypotheses proposed were (1) it is predicted that the sale is higher than the minimum sale level; (2) it is predicted financially, that investment in his company is reliable to carry out; (3) it is predicted that the change of input and output price affect the business reliability of timber processing. The data use in the study were financial report and sales data within 2005. The data were analyzed descriptively and quantitatively using accounting method. The balance point was analyzed by using Break Event Point (BEP), while the financial analysis was measured using Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Internal rate of Return (IRR) and Profitability Index (PI). The sensitivity analysis of this business toward the change of variable cost and revenue was carried out sensitivity analysis. The results oh this study show that the amount of minimum sales level obtain about 111, 47 m3 in a month of Rp.437.000.811,-. The result of the financial analysis gave PP within 3,196 year or 3 year 2 month and 10 days with the amount of sales 28.238,9 m3, gave positive NPV of Rp.1.931.205.859,-, IRR was of 17,04 % and PI was of 1,217. These result show that this business was reliable to carry out. The sensitivity analysis show the timber processing business was not reliable to carry out, with increasing variable cost although decreasing in price until 5 %. These result show that this business verry sensitive with the change of input and output price.

Kata Kunci : Kelayakan Usaha,Pengolahan Kayu,Tingkat Penjualan Minimum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.