Efektivitas penyaluran subsidi BBM pada petani salak pondoh, pedagang kecil dan pengrajin di Kabupaten Sleman
SUDIBYA, Heru, Dr.Ir. Irham, M.Sc
2006 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan perbedaan penyaluran subsidi BBM pada usaha kecil. Hipotetis yang diajukan adalah: (1) Ada perbedaan penyaluran subsidi BBM melalui LKM pada pedagang kecil, petani salak pondoh, dan pengrajin terdapat perbedaan manfaat, (2) Ada perbedaan subsidi BBM tingkat pengembalian pinjaman dana di pedagang kecil lebih cepat bila dibandingkan pada petani salak pondoh dan pengrajin di Sleman, (3) Ada perbedaan penyaluran subsidi BBM melalui LKM pada pedagang kecil, petani salak pondoh, dan pengrajin dalam mengembangkan usaha Subyek penelitian berjumlah masing-masing 20 orang pengusaha kecil, terdiri dari petani salak pondoh, pengrajin dan pedagang kecil yang memperoleh subsidi BBM melalui lembaga keuangan mikro di kabupaten Sleman.Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket untuk skala (alat ukur) penggunaan, tingkat pengembalian dan pengembangan usaha. Metode statistik yang digunakan adalah analisis varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan terhadap penyaluran subsidi BBM pada penggunaan, tingkat pengembalian dan pengembangan usaha dari petani salak pondoh, pengrajin dan pedagang kecil (F1 =4.32, F2=9.49, F3=5.91). analisisnya uji LSD menunjukkan bahwa ketiga sampel tersebut (1) penggunaan; pedagang kecil rata2 4,05, Petani salak pondoh rata2 4,4 Pengrajin rata2 4,7. Dalam hal ini, rata2 terendah 4,05 efektifitas pada pedagang kecil, sedangkan rata2 tertinggi 4,7 pada pengrajin. (2) pengembalian: pedagang kecil rata2 5,2, Pengrajin rata2 6,05 serta Petani Salak Pondoh rata2 6.15. Dalam hal ini, rata2 terendah 5,2 efektifitas pada pedagang kecil, sedangkan rata2 tertinggi 6,15 pada petani salak pondoh. (3) pengembangan: petani salak pondoh rata2 5,00, Pedagang rata2 5,2 serta Pengrajin rata2 5,6. Dalam hal ini, rata2 terendah 5,00 efektifitas pada petani salak pondoh, sedangkan rata2 tertinggi 5,6 pada pengrajin
The aim of This Research is to know and prove the BBM subsidize distribution at small industry. Raised Hypotheticals are: ( 1) There is difference function in BBM subsidize distribution through MFI(Micro Financial Institution) of, the pondoh zalacca farmer, small retailer and handy craft maker of there are benefit difference, ( 2) There is difference in returning fund loan among retailer the pondoh zalacca farmer, small retailer and handy craft maker. The retailer is faster in Sleman Regency, ( 3) There is difference in developing the effort the pondoh zalacca farmer, small retailer and handy craft maker relates to BBM subsidize distribution Each research subject amounts 20 small entrepreneurs, consist of the pondoh zalacca farmer, small retailer and handy craft maker, that obtain BBM subsidy through micro financial institution in Sleman regency. Gathering the data is done by using the enquette method for the scale of measuring instrument use, rate of returning and effort developing. Statistic method used is varians analysis. The result of research indicates that there is difference in BBM subsidize distribution of use, rate of returning and effort developing the pondoh zalacca farmer, small retailer and handy craft maker ( F1 = 4.32, F2=9.49, F3=5.91). its LSD test analysis indicates that the three sampel ( 1) use; small retailer aggregate 4,05, the pondoh zalacca farmer aggregate 4,4 handy craft maker aggregate 4,7. In this case,the lowest aggregate 4,05 efektivity of small retalier, while highest aggregate handy craft maker. ( 2) return: small retailer aggregate 5,2, handy craft maker aggregate 6,05 and also the pondoh zalacca farmer aggregate 6.15. In this case, lowest aggregate 5,2 efektivity of small retalier, while highest aggregate 6,15 at the pondoh zalacca farmer. ( 3) development: the pondoh zalacca farmer aggregate 5,00, small retailer aggregate 5,2 and also handy craft maker aggregate 5,6. In this case, lowest aggregate 5,00 efektivity of the pondoh zalacca farmer, while highest aggregate 5,6 at handy craft maker.
Kata Kunci : Subsidi BBM,Usaha Kecil, The difference Function, Returning Fund, Developing Small Industry