Laporkan Masalah

Analisis margin pemasaran ikan mas di Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu

ASIH, Santi Fitri, Dr.Ir. Irham, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Saluran Pemasaran, keterkaitan harga di tingkat petani dengan harga pada tiap lembaga pemasaran, margin pemasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, tingkat integrasi pasar dan elastisitas transmisi harga Ikan Mas Di Kabupaten Rejang Lebong. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis, daerah penelitian ditentukan secara purposif. Responden sebanyak 40 petani, 10 pedagang pengumpul dan 25 pedagang pengecer. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Analisis farmer’s share, Regresi Linier berganda, Integrasi Pasar dan Elastisitas Transmisi Harga. Hasil penelitian menunjukkan (1). Pemasaran melalui dua macam saluran pemasaran yakni, pertama : Petani -> Pedagang pengumpul -> Pedagang pengecer -> Konsumen. Dan kedua, Petani -> Pedagang pengecer -> Konsumen. Saluran pemasaran kedua memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani. Secara simultan margin pemasaran ikan mas dipengaruhi oleh volume penjualan dan jumlah lembaga pemasaran. Kenaikan harga ditingkat konsumen lebih tinggi dibandingkan ditingkat produsen (petani), sehingga sistem pemasaran yang terjadi mengarah pada pasar yang bersaing secara tidak sempurna (pemasaran Ikan Mas tidak efisien).

This research aimed to known marketing chain, linkage for price both farmer and each market institution, marketing margin and factors that influence them, market integration rate and price transmission elasticity of “Goldfish” in Rejang Lebong Regency. Base method of this study was descriptive analysis. The area is chosen by purposive sampling and used 40 farmers, 10-sub traders and 25 retail traders. The analysis that used is farmer share analysis, multiple regression analysis, market integration and price transmission elasticity. The result showed that the fish market used two chains are the first is farmer -> sub trader -> retail trader -> customer. The second is farmer -> retail trader -> customer. Furthermore, the second chain gives any share that better than the first to farmer. Simultaneously, a few selling volumes and market institution number influenced to market margin. Finally, transmission elasticity at customer higher than producer, so that the market structure lead to imperfect market, so the conclusion showed that mash fish market is inefficiency.

Kata Kunci : Margin pemasaran Ikan Mas,Distribusi Pemasaran Ikan Mas,Marketing chain, Marketing margin,Market integration rate,Price Transmission elasticity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.