Laporkan Masalah

Optimalisasi sistem distribusi pupuk Urea di Kabupaten Karawang

MARDHATILLA, Farida, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2005 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengkaji dan mengetahui seberapa jauh tingkat efisiensi pemasaran atau distribusi pupuk urea di Kabupaten Karawang dan secara khusus adalah untuk: (a) menganalisis sistem distribusi pupuk urea di Kabupaten Karawang, untuk memperoleh sistem yang lebih efisien, (b) mengetahui pembagian wilayah penyaluran pupuk urea oleh distributor serta mengetahui harga eceran tertinggi pupuk urea di Kabupaten Karawang, dan (c) mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh konsumen (petani) terhadap perubahan harga pada tingkat produsen dan apakah perubahan harga tersebut dapat tertransmisikan kepada konsumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harga pupuk urea tahun 2004 sebelum kenaikan harga BBM. Metode analisis yang digunakan adalah transportasi langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa penetapan pembagian wilayah kerja distributor pupuk urea masih belum tepat, sehingga disamping menyebabkan tingginya harga di tingkat petani juga seringnya terjadi penjualan pupuk alokasi daerah ini ke kabupaten lain. Oleh karena itu, penggunaan metoda transportasi, pembagian wilayah kerja distributor dapat disesuaikan, sehingga bisa meminimalkan biaya transportasi pupuk dari pabrik sampai petani ditingkat kecamatan. Dengan pola II biaya transportasi dapat ditekan sebesar Rp 50.591.000,- per tahun, sedangkan dengan pola III dapat ditekan lebih rendah lagi menjadi Rp 25.740.250,-/tahun atau lebih rendah Rp 76.331.250,- dari pola I. Hasil lain juga menunjukkan bahwa harga jual pupuk urea ditingkat pedagang pengecer (harga beli petani) antara Rp1.130,- sampai dengan Rp1.205,-/kg dan biaya pengankutan antara Rp16,- sampai dengan Rp 41,-/kg. Apabila dibandingkan dengan HET nasional (Rp 1.050,-/kg) berarti magin yang diterima pedagang pengecer antara Rp 34,- sampai dengan Rp.84,-/kg. Selanjutnya, prosentase kenaikan harga pembelian pedagang pengecer lebih tinggi dibanding ditingkat petani sehingga pasar mengarah pada pasar yang bersaing secara tidak sempurna sehingga struktur pasarnya adalah monopsoni atau oligopsoni. Hal ini ditunjukkan oleh nilai elatisitas transmisi lebih besar dari 1 (1,1791) dan koefisien integrasi pasar kurang dari 1 (0,770). Keberadaan tim pemantau pupuk yang ada belum banyak diketahui oleh petani dan belum efektif untuk mencegah terjadinya gejolak harga maupun kelangkaan pupuk urea di Kabupaten Karawang

The aims of this research generally are to analyze and to know how far market efficiency rate or Urea Fertilizer distribution in Karawang Regency, and as special purpose are to: (a) analyze Urea Fertilizer distribution in Karawang Regency, to get the more efficient system, (b) to know the division of Urea Fertilizer distribution area by distributors, and to know price proportion that received by customers (farmers) concerning to price changing at producer level and the effect of the price changing can received by customer. The data that used in this research was urea fertilizer price data by year 2004 before refined fuel oil price increase. Analysis method that used was direct transportation. The results show that decision to divide urea fertilizer distributor working area has not corrected, with the result that beside can caused highly prices at farmers level also often fertilizer selling happen from this area to the other regency. Whereas, transportation method using, distributor working area dividing can be appropriated, until can minimizing fertilizer transportation cost from the factory to the farmer at sub-district level. With the second pattern of transportation cost can be reduced by Rp 50.591.000, - per year, whereas with the third pattern can be reduced lower than before become Rp 25.740.250, -/year or Rp 76.331.250 lower than first pattern. Another results also show that urea fertilizer-selling price at retailer trader level (farmer buying price) between Rp 1.130 until Rp 1.205, -/kg and carrying cost between Rp 16, - until Rp 41, - /kg. If the result was compared with national maximum retail price (Rp 1.050, -/kg), means margin that received by retailer trader between Rp 34, - until Rp 84, -/kg. Furthermore, percent of retailer trader buying price increase more higher than selling price at farmer level whereas market concentrates to unperfected competed market until its market structure is monophony or oligopolies. Those things can be shown with transmission elasticity value more than 1 (1,1791) and market integration coefficient less than 1 (0,770). The monitoring team existence that exist was not known by farmer and not effective yet to prevent price fluctuation happen and urea fertilizer rare in Karawang regency.

Kata Kunci : Distribusi Pupuk Urea,Karawang, distribution, optimizing, and efficiency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.