Laporkan Masalah

Analisis sektor basis dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Kulon Progo

HENDRAJATI, Dyah Bahtrianing, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2006 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Agropolitan adalah kawasan terpilih dari kawasan agribisnis atau sentra produksi pertanian terpilih dimana pada kawasan tersebut terdapat Kota Pertanian yang merupakan pusat pelayanan agribisnis yang melayani, mendorong dan memacu pembangunan pertanian kawasan dan wilayah-wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor – sektor yang merupakan sektor basis dan non basis di Kabupaten Kulon Progo dan untuk mengetahui sektor pertanian merupakan basis yang sesuai dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode purposive dalam menentukan sampel. Data yang digunakan adalah PDRB menurut harga konstan 1993 (dari tahun 1993 – 2003). Analisis yang di gunakan adalah location quotient (LQ), dinamis location quotient (DLQ), Shift Share, dan gabungan antara LQ dan DLQ, LQ dan Shift Share, kedudukan regional share dan nasional share, dan analisis klassen tipology. Berdasarkan analisis location quotient (LQ), Kabupaten Kulon Progo memiliki 3 sektor basis ekonomi yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian dan sektor jasa – jasa. Sedangkan sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan bukan merupakan sektor basis ekonomi di Kabupaten Kulon Progo. Sektor pertanian merupakan basis yang sesuai dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Kulon Progo, dilihat dari hasil LQ = 1.720, DLQ = 1.35, sedangkan hasil gabungan antara LQ dan DLQ, dimasa sekarang dan yang akan datang sektor pertanian tetap menjadi sektor basis. Berdasarkan hasil gabungan antara LQ dan DLQ, dimasa sekarang dan yang akan datang sektor pertanian tetap menjadi sektor basis, sektor industri pengolahan dan sektor bangunan tetap merupakan sektor non basis sedangkan yang mengalami reposisi dari non basis ke basis adalah, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta keuangan persewaan dan jasa perusahaan, dan yang mengalami reposisi dari basis ke non basis adalah sektor pertambangan dan penggalian dan sektor jasa-jasa. Berdasarkan hasil Shift Share di Kabupaten Kulon Progo Pertumbuhan Proporsional (PPij) sektor pertanian termasuk lambat dan pertumbuhan pangsa wilayah (PPWij) sektor pertanian termasuk kurang berdaya saing, sedangkan berdasarkan hasil gabungan antara LQ dan Shift Share, sektor pertanian merupakan prioritas alternative Berdasarkan hasil analisis kedudukan regional share dan nasional share faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kulon Progo adalah kemampuan nasional Share. Sedangkan berdasarkan hasil Analisis Klassen Typology, Kulon Progo merupakan daerah yang relatif tertinggal dan sektor pertanian merupakan sektor maju tapi tertekan.

Agropolitan is a Selected Zone among agribusiness zone or Selected Agricultural Production Center where around this zone located agricultural based urban areas which were act as a service center for serving, pushing and hastening agricultural development around those areas. This research aims to identify which sector is base and which is not base for Kulon Progo Disctrict as well as to find out whether the agricultural sector is reasonable to develop as growth generator for Kulon Progo Disctrict. This research employs purposive sampling method in the field. Data utilized is GRDP base on constant price (1993) of Kulon Progo Disctrict. The analysis tools employed were Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift-Share, combination of LQ and DLQ,, LQ and Shift-Share, Regional and National Share method and Klassen Typology. Based on the Location Quotient (LQ) analysis, Kulon Progo District own three economic base sectors: Agriculture, Mining and Quarrying and Services sector, whereas the other sectors remain as non-base sector. Agriculture sector is suitable for developing agropolitan area in Kulon Progo, with LQ value of 1.722 and DLQ value of 1.35, it is considered still prospective in the forthcoming years to be a base sector. Based on combination of LQ and DLQ, Agriculture sector is considered still prospective in this year and the forthcoming years to be a base sector, manufacturing industries and construction sector is still non base sector while of reposition from non base to base sector is the electricity , gas and water sector, the trade, restaurant, and hotel sector, the communication and transportation sector and also the finance, rent of building and business service sector, and the reposition from base to non base sector is mining and Quarrying and services sector. Based on Shift-Share analysis, Kulon Progo District underwent a slower proportional growth and low competing power in the agricultural sector. On the contrary, the result LQ and Shift-Share combination analysis shown that agricultural sector is an alternative priority. Based on Regional and National Share determinant factor of economic growth in Kulon Progo Disctrict is the national share. As to Klassen typology analysis, Kulon Progo considered underdeveloped and agriculture sector is an advance sector yet slower in growth rate.

Kata Kunci : Agropolitan,Pengembangan Kawasan,Kulon Progo, Agropolitan, Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift Share, Regional and National Share, Klassen Tipology


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.