Laporkan Masalah

Strategi pengembangan agribisnis kakao di Kabupaten Padang pariaman

KARIM, Sarbinnor, Prof.Dr.Ir. Masyhuri

2005 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan factor eksternal (peluang dan ancaman) serta memformulasikan alternatif strategi pengembangan komoditas kakao dalam kerangkapemberdayaan masyarakat miskin guna tercapainya visi, misi dan strategi kebijakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Metode dasar adalah metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, penyebaran kuesioner dan studi pustaka. Jumlah responden yang disurvei dalam penelitian ini adalah 50 orang. Cara menjawab kuesioner dirancang menggunakan Skala Likert Lima Tingkat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis lingkungan strategik dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang digunakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman masih relevan dengan kondisi saat ini dengan posisi lingkungan strategik berada pada Kuadran Pertama (I), dengan skor kekuatankelemahan sebesar 0,1558 dan peluang ancaman sebesar 0,8125. Strategi yang sebaiknya diterapkan dalam kerangka agresif (growth oriented strategy) atau menggunakan Strategi SO. Dalam implementasi strategi kebijakan, seyogyanya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dapat memanfaatkan atau merebut peluang yang ada secara optimal dengan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki. Beberapa hal yang dapat dilakukan agar strategi pengembangan agribisnis kakao di Kabupaten Padang Pariaman berjalan lebih optimal yaitu: melakukan perluasan areal tanaman kakao, membangun industri pengolahan (agroindustri), perluasan pasar produk kakao baik pasar domestik maupun internasional, meningkatkan pengembangan dan pelatihan SDM (petani dan aparatur), serta memperkuat peran lembaga keuangan dan koperasi bagi akses permodalan petani.

This research aims to analyze and identify internal factors (strength and weakness) and external factors (opportunity and threat) and to formulate alternative strategy cacao agribusiness development in the empowerment frame of poor society to get vision, mission and policy of government strategy Padang Pariaman Regency. The basic method is descriptive analysis method. That use is cross section data and time series data and from observation, interview, questioner and study literature. Respondents surveyed in this research are 50 samples. Answer of the questioner used five levels of Likert Scale. Analysis method applies to environmental strategic analysis and SWOT analysis. Result of analysis shows that strategy used by Padang Pariaman Regency still relevance to current condition with environment position strategy in the first quadrant, strength-weakness with score 0,1558 and opportunity-threat with score 0,8125. Strategy used in frame of agribusiness development in cacao is aggressive growth of supporting policy (growth oriented strategy) or SO strategy. In implementation of policy strategy is better to use or to get optimal opportunity, with its own strength. There are several terms which are necessary to be implemented in order to make Padang Pariaman Regency policy more optimal to expend cacao product: both in domestic and international market expansion, to increase that progress and training of SDM (farmers and government officials) and to improve financial institution and financial access to farmers.

Kata Kunci : Agribisnis Kakao,Strategi Pengembangan,Pemberdayaan Masyarakat Miskin,Agribisnis Kakao,strategy, development, cacao, strength-weakness, opportunity-threat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.