Pengembangan agribisnis berbasis peternakan di Kabupaten Sumbawa
JUNAIDI, Rosmin, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2006 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) apakah sub sektor peternakan merupakan sub sektor basis dalam perekonomian di Kabupaten Sumbawa . (2) Mengetahui kontribusi sub sektor peternakan dalam mendukung pembangunan regional di Kabupaten Sumbawa. (3) Mengetahui tingkat spesialisasi dan lokalisasi basis sub sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 2000 – 2004. Metode analisis yang digunakan adalah metode Locationt Quotiont (LQ), metode Dinamis Locationt Quotiont (DLQ),metode Shift – Share, metode Surplus Pendapatan, metode Spesialisasi Sektor, metode Lokalisasi Sektor, metode Kedudukan Regional Share dan Nasional Share serta Metode Klassen Typologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub sektor peternakan merupakan sektor basis dan perlu dipertahankan dan dikembangkan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa dan memiliki kontribusi yang cukup besar yaitu 6,606 %. Selain itu sub sektor peternakan tetap menjadi sub sektor unggulan untuk masa – masa yang akan datang. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sub sektor peternakan dalam perekonomian Kabupaten Sumbawa menunjukkan nilai surplus yaitu selain dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Sumbawa juga dapat memenuhi kebutuhan kabupaten lain di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Namun hasil perhitungan lain menunjukkan bahwa sub sektor peternakan tidak menunjukkan sektor yang merupakan sentralisasi sektor dan lokalisasi sektor. Selain itu hasil analisis lain menunjukkan bahwa semua sektor perekonomian yang ada di Kabupaten Sumbawa adalah berada pada kwadran pertama. Hal ini berarti bahwa semua sektor tersebut merupakan sektor yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan perkapita lebih tinggi dibanding dengan tingkat propinsi ( sektor makmur ).
This research aims find out: (1) Does the livestock sub-sector act as a base sub-sector in Sumbawa District, (2) to what extent the livestock sub-sector contributed to the local development of Sumbawa District, (3) to what extent specialization and base location of livestock sub-sector in Sumbawa. This research utilizes secondary time-series data of 200-2004. The analysis method employed were Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift-Share, Income Surplus, Sector Specialization, Localization, Regional and National Share method and Klassen Typology. The research find that livestock sub-sector is a base sub-sector which contributed as many as 6,606 % to the Agriculture sector. This subsector needs to be maintained and developed in supporting the economic growth of Sumbawa District as well as to be promoted as superior subsector for the upcoming years. In addition, the livestock sub-sector shown a surplus value within Sumbawa District’s economy, where it means that Sumbawa District can fulfill its own need as well as other districts need in the West Nusa Tenggara province. However, the measurement result shows that livestock sub-sector is not a centralized and locational sector. Except for the result above, analysis shown that all of the sectors in Sumbawa District exist in the first quadrant of klassen typology, it means that all of the sectors in Sumbawa District have a higher growth rate and level of income per capita compared to the provincial economy.
Kata Kunci : Agribisnis,Peternakan,Pertumbuhan Ekonomi,Agribisnis,SUmbawa, Base Sector, Economic Growth, Agribusiness, Livestock Subsector, Sector Specialization, Localization Sector