Pengaruh kepercayaan diri, perilaku pengambilan risiko, motivasi dan iklim organisasi terhadap kreativitas karyawan PT Bhumi Prama Cipta
RIANI, F. Fanni Fajar, Neila Ramdani, Dra.,M.Si.,M.Ed
2006 | Tesis | Magister ManajemenTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh kepercayaan diri, perilaku pengambilan risiko, motivasi dan iklim organisasi secara bersama-sama terhadap kreativitas karyawan, (2) pengaruh kepercayaan diri terhadap kreativitas karyawan, (3) pengaruh perilaku pengambilan risiko terhadap kreativitas karyawan, (4) pengaruh motivasi terhadap kreativitas karyawan, dan (5) pengaruh iklim organisasi terhadap kreativitas karyawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner. Penelitian ini dilakukan di PT Bhumi Prama Cipta, yang berlokasi di Jl. Ring Road Barat, Nogotirto, Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 50 karyawan yang dipilih secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kreativitas karyawan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kepercayaan diri, perilaku pengambilan risiko, dan motivasi, sedangkan faktor eksternal yaitu iklim organisasi. Kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya. Karyawan yang mempunyai rasa percaya diri, tidak tergantung pada orang laindan berani mencoba ide-ide yang baru. Kondisi ini potensial bagi berkembangnya kemampuan pengambilan risiko. Perilaku pengambilan risiko merupakan salah satu ciri pribadi yang kreatif. Namun, dalam penelitian ini perilaku pengambilan risiko tidak berpengaruh terhadap kreativitas, karena karyawan kurang mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Karyawan yang memiliki ide kreatif, tidak dapat menghasilkan hal-hal yang baru jika tidak mempunyai motivasi. Motivasi akan meningkatkan keuletan dan ketekunan untuk mencoba sesuatu secara terus menerus, dan menciptakan karya-karya yang kreatif. Selain faktor kepribadian, iklim organisasi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kreativitas karyawan. Kreativitas distimulasi oleh iklim organisasi yang kondusif, yang mengandung kebebasan dan keamanan psikologis. Analisis terhadap data yang terkumpul memperlihatkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan dari kepercayaan diri, perilaku pengambilan risiko, motivasi dan iklim organisasi secara bersama-sama terhadap kreativitas karyawan (F = 15,563; p < 0,05), (2) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari kepercayaan diri terhadap kreativitas karyawan (t = 2,023; p < 0,05), (3) tidak ada pengaruh dari perilaku pengambilan risiko terhadap kreativitas karyawan (t = 1,514; p > 0,05), (4) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari motivasi terhadap kreativitas karyawan (t = 2,808; p < 0,05), dan (5) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari iklim organisasi terhadap kreativitas karyawan (t = 3,177; p < 0,05).
The objective of this research is to figure the effect of: (1) self-confidence, risktaking behavior, motivation, and organizational climate as a whole to employees’ creativity; (2) self-confidence to employees’ creativity; (3) risk-taking behavior to employees’ creativity; (4) motivation to employees’ creativity; and (5) organizational climate to employees’ creativity. Data, used for this research, is primary data, which is collected by using questionnaires. The research is conducted at PT. Bhumi Pratama Cipta, located at West Ring road, Nogotirto, Yogyakarta, and involve fifty respondents whose criteria has been determined before using purposive sampling method. Result indicates that employees’ creativity is affected by both internal and external factors. Internal factors which are self-confidence, risk-taking behavior, and motivation– and external factor, which is organizational climate. Self-confidence is defined as the confidence of capability, which someone has inside him/herself. Employee, who has selfconfidence, does not rely him/herself on others and dares to try new ideas. This condition is potential for the development of risk- taking capability. Risk-taking behavior is considered as a creative personal characteristic. But, on this research, risk-taking behavior does not affect creativity because employees do not get much opportunity to develop their capabilities. Employee with creative ideas cannot produce anything new if does not have motivation. Motivation increases tenacity and perseverance to always try new things continuously, and broadens creativity to generate creative works. Besides personality factor, organizational climate significantly contributes to employees’ creativity as well. Creativity is stimulated by conducive organizational climate, which contains psychological freedom and safety. Analysis to collected data shows that: (1) there is a significant effect of self-confidence, risk-taking behavior, motivation, and organizational climate as a whole to employees’ creativity (F = 15,563; p < 0,05), (2) there is a positive and significant effect of self-confidence to employees’ creativity (t = 2,023; p < 0,05), (3) there is no effect of risk-taking behavior to employees’ creativity (t = 1,514; p > 0,05), (4) there is a positive and significant effect of motivation to employees’ creativity (t = 2,808; p < 0,05), and (5) there is a positive and significant effect of organizational climate to employees’ creativity (t = 3,177; p < 0,05).
Kata Kunci : Kreativitas Karyawan,Kepercayaan Diri,Perilaku Pengambilan Risiko,Iklim Organisasi, Self-confidence, Risk-taking Behavior, Motivation, Organizational Climate, Creativity